PERANGKAT PEMBELAJARAN SOSIOLOGI KELAS XII

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

 

Nama sekolah              : ………………………

Mata Pelajaran            : Sosiologi

Kelas/semester            :  XII / 1

Standar Kompetensi   : 1.     Memahami dampak perubahan sosial

Kompetensi Dasar      : 1. 1. Menjelaskan proses perubahan sosial di masyarakat.

Indikator Pencapaian Kompetensi:

  • Memberi contoh berbagai perubahan yang terjadi di masyarakat.
  • Mendeskripsikan bentuk-bentuk perubahan sosial.
  • Memberikan contoh faktor pendorong perubahan sosial.
  • Mengidentifikasikan faktor-faktor penghambat perubahan sosial.

 

Alokasi Waktu       :  8 x 45 menit (4 X Pertemuan)

 

A.  Tujuan Pembelajaran

Setelah proses pembelajaran, siswa diharapkan dapat:

  • mendeskripsikan pengertian perubahan sosial
  • mengidentifikasi bentuk-bentuk perubahan sosial
  • mengidentifikasi faktor pendorong dan penghambat perubahan sosial.
  • menjelaskan akibat dari perubahan sosial

“ Karakter siswa yang diharapkan  : 

  • Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.

“ Kewirausahaan / Ekonomi Kreatif   : 

  • Kepemimpinan, Percaya diri, Berorientasi Tugas dan Hasil, Jujur, Ulet.

 

B.  Materi Pembelajaran

  • Perubahan Sosial

 

C.  Metode Pembelajaran

  • Informasi
  • kerja mandiri
  • eksplorasi
  • diskusi
  • ceramah

 

 

 

Strategi Pembelajaran

Tatap Muka

Terstruktur

Mandiri

  • Menjelaskan proses perubahan sosial di masyarakat.
  • Secara individu mencari contoh kasus di masyarakat tentang perubahan sosial.
  • Secara klasikal menggolongkan bentuk-bentuk perubahan sosial sesuai kasus yang diperoleh dari masyarakat.
  • Menggali secara individu mencari contoh kasus tentang faktor pendorong perubahan sosial.
  • Secara klasikal menguraikan tentang faktor pendorong perubahan sosial.
  • Siswa dapat  Memberi contoh berbagai perubahan yang terjadi di masyarakat.
  • Siswa dapat  Mendeskripsikan bentuk-bentuk perubahan sosial.
  • Siswa dapat  Memberikan contoh faktor pendorong Perubahan Sosial.
  • Siswa dapat  Mengidentifikasikan faktor-faktor penghambat perubahan sosial.

 

D.  Langkah-Langkah Pembelajaran

Pertemuan 1

No.

Kegiatan Pembelajaran

Alokasi Waktu

Keterangan

1.
Pendahuluan
  1. a.      Apresepsi

Guru mempersiapkan kelas untuk pembelajaran. Kemudian, guru menanyakan beberapa perubahan yang terjadi dalam diri siswa.

  1. b.      Memotivasi

Siswa mendengarkan tujuan mempelajari hakikat dan bentuk-bentuk perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat.

  1. c.       Rambu-rambu belajar

Siswa memperhatikan gambar yang menunjukkan perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat. Setelah itu, siswa memperhatikan skema perubahan sosial yang digambar oleh guru.

   
2.
Kegiatan Inti

Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

“  Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang pengertian perubahan sosial, pandangan para tokoh tentang perubahan sosial, teori utama pola perubahan sosial, dan teori-teori modern mengenai perubahan sosial.  (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa bisa menggali informasi dari berbagai informasi tentang perubahan sosial misalnya, di perpustakaan atau pengalaman di sekitarnya. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

“  Siswa dibagi dalam beberapa kelompok kemudian mendiskusikan kasus  yang ada dalam buku halaman 10.  (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa membacakan hasil diskusinya di depan kelas dan guru memandu diskusi secara klasikal. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa dan guru membuat kesimpulan tentang diskusi yang telah dilakukan. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa mengerjakan tugas ”Uji Penguasaan Materi” dalam buku halaman 10. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:

“  Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: Toleransi, Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan, Bersahabat,);

“  Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang ditanamkan: Cinta Tanah Air, Cinta Damai, Peduli social, Tanggung Jawab.);

   
3.
Kegiatan Akhir

“  Siswa dan guru membuat rangkuman bersama tentang materi yang dipelajari tentang pengertian perubahan sosial.  (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa diberi tugas untuk mengamati masyarakat di sekitar lingkungannya dan membuat karangan tentang perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa mempersiapkan kamera untuk foto perubahan sosial untuk pertemuan berikutnya. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

   

 

Pertemuan 2

 

No.

Kegiatan Pembelajaran

Alokasi Waktu Keterangan
1.
Pendahuluan
  1. a.     Apresepsi

Guru mempersiapkan kelas untuk pembelajaran. Kemudian, guru mengumpulkan tugas siswa berupa karangan tentang perubahan sosial dalam masyarakat.

  1. b.    Memotivasi

Siswa mendengarkan tujuan mempelajari bentuk-bentuk perubahan sosial.

  1. c.     Rambu-rambu belajar

Siswa memperhatikan gambar bentuk-bentuk perubahan sosial dalam masyarakat..

   
2.
Kegiatan Inti

Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

“  Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang bentuk-bentuk perubahan sosial. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

“  Siswa mengerjakan tugas ”Uji Penguasaan Materi” dalam buku halaman 14. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa dibagi dalam beberapa kelompok kemudian para siswa ditugaskan untuk memotret perubahan-perubahan sosial yang terjadi di sekitar lingkungan sekolahnya. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa membuat laporan singkat tentang obyek foto yang diambil kepada guru. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa dan guru membuat rangkuman bersama tentang bentuk-bentuk perubahan sosial.  (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:

“  Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: Toleransi, Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan, Bersahabat,);

“  Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang ditanamkan: Cinta Tanah Air, Cinta Damai, Peduli social, Tanggung Jawab.);

   
3.
Kegiatan Akhir

“  Siswa menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan guru secara tertulis. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa diberi tugas untuk mencetak foto lalu siapkan untuk pameran.  (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

   

 

Pertemuan 3

 

No.

Kegiatan Pembelajaran

Alokasi Waktu Keterangan
1.
Pendahuluan
  1. a.      Apresepsi

Guru mempersiapkan kelas untuk pembelajaran. Kemudian, guru menanyakan beberapa pertanyaan seputar bentuk-bentuk perubahan sosial.

  1. b.      Memotivasi

Siswa mendengarkan tujuan mempelajari faktor-faktor pendorong dan penghambat serta dampak perubahan sosial dalam masyarakat.

  1. c.       Rambu-rambu belajar

Siswa memperhatikan gambar mode pakaian atau foto yang diambil oleh para siswa. .

   
2.
Kegiatan Inti

Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

“  Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang faktor pendorong dan penghambat perubahan sosial dan dampak perubahan sosial tersebut. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa bisa menonton film tentang perubahan sosial. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

“  Siswa mengerjakan tugas ”Uji Penguasaan Materi” dalam buku halaman 19 dan 24. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa dibagi dalam beberapa kelompok kemudian mendiskusikan artikel yang ada dalam buku halaman 24-25. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa membacakan hasil diskusinya di depan kelas dan guru bertugas sebagai pemandu diskusi kelas. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa dan guru membuat kesimpulan tentang faktor pendorong dan penghambat perubahan sosial dan dampak sosialnya. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:

“  Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: Toleransi, Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan, Bersahabat,);

“  Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang ditanamkan: Cinta Tanah Air, Cinta Damai, Peduli social, Tanggung Jawab.);

 

   
3.
Kegiatan Akhir

“  Siswa dan guru membuat rangkuman bersama materi yang dipelajari tentang faktor pendorong dan penghambat perubahan sosial dan dampak perubahan sosial tersebut.

“  Siswa diberi tugas untuk membuat kliping dengan analisa tentang faktor pendorong terjadinya perubahan itu. Selain itu, siswa juga ditugaskan untuk mengerjakan soal-soal evaluasi akhir bab 1 dari halaman 26-30.

   

 

 

 

Pertemuan 4

 

No.

Kegiatan Pembelajaran

Alokasi Waktu

Keterangan

1.
Pendahuluan
  1. a.      Apresepsi

Guru mempersiapkan kelas untuk pembelajaran. Kemudian, guru mengumpulkan tugas para siswa.

  1. b.      Memotivasi

Siswa mendengarkan maksud  diadakan ulangan blok.

  1. c.       Rambu-rambu belajar

Siswa mendapat penjelasan dari guru tentang ulangan blok.

   
2. Kegiatan Inti

Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

“  Siswa mendapatkan soal-soal ulangan. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

“  Siswa mengerjakan soal-soal ulangan yang sudah dibagikan. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa mengumpulkan hasil pekerjaannya untuk diperiksa dan dinilai. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:

“  Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: Toleransi, Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan, Bersahabat,);

“  Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang ditanamkan: Cinta Tanah Air, Cinta Damai, Peduli social, Tanggung Jawab.);

   
3. Kegiatan Akhir

“  Siswa dan guru membahas  pertanyaan-pertanyaan yang telah dikerjakan oleh siswa dalam ulangan blok. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa diberi tugas untuk mempelajari bahan yang telah dijadikan ulangan blok. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

   

 

E.  Sumber pembelajaran:

  • Buku Sosiologi SMA kelas 3 ESIS  halaman 2-30.
  • Pengalaman siswa tentang perubahan sosial
  • Media massa seperti majalah, koran, dan buku-buku tambahan.

 

F.   Media

  • Papan tulis
  • Alat-alat tulis
  • Lembar soal
  • Transparan Konsep
  • Power Point
  • OHP

 

G.  Penilaian

  • Hasil pekerjaan siswa dari ulangan blok dari halaman 26-30.
  • Karangan siswa tentang perubahan sosial dalam masyarakat.
  • Diskusi kelompok dalam buku halaman 24-25.

 

Berikut ini format penilaian diskusi kelompok.

No.

Nama

ASPEK PENILAIAN

Total nilai

Presentasi

Sikap

Keaktifan

Wawasan

Kemampuan mengemukakan pendapat

Kerja sama

 

 

 

               

Keterangan: nilai maksimal 20

LEMBAR OBSERVASI DISKUSI KELOMPOK

No

Nama Siswa

Aspek yang Dinilai

Skor/ Jumlah

1 2 3 4 5 6
   

 

 

 

 

             

 

Aspek yang dinilai:

  • Kemampuan menyampaikan pendapat.
  • Kemampuan memberikan argumentasi.
  • Kemampuan memberikan kritik.
  • Kemampuan mengajukan pertanyaan.
  • Kemampuan menggunakan bahasa yang baik.
  • Kelancaran berbicara.

 

Penskoran:                                                     Jumlah skor:

A. Tidak Baik             Skor 1                          24—30 = Sangat Baik

B. Kurang Baik           Skor 2                          18—23 = Baik

C. Cukup Baik                        Skor 3                          12—17 = Cukup

D. Baik                        Skor 4                          6—11 = Kurang

E. Sangat Baik                        Skor 5

 

 

FORMAT PENILAIAN PROSES DISKUSI

No

Nama Siswa

Kriteria Penilaian

Jumlah Skor

1

2

3

4

5

1              
2              
dst              

 

Keterangan:                                                                 Rentang skor : 1—3

  1. Aktivitas dalam kelompok                  2—15             = Sangat baik
  2. Tanggung jawab individu                   9—11              = Baik
  3. Pemikiran                                            6—8                = Cukup
  4. Keberanian berpendapat                     3—5                = Kurang
  5. Keberanian tampil

 

  1. Test pilihan ganda dan uraian dalam buku halaman 15-18

 

 

Mengetahui,

Kepala SMA ……………………

 

 

 

(_________________________)

NIP/NIK : ………………………………

  ………………,…………………20…

Guru mapel Sosiologi

 

 

 

(_________________________)

NIP/NIK : ………………………………

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

 

Nama sekolah              : ………………………

Mata Pelajaran            : Sosiologi

Kelas/semester            :  XII / 1

Standar Kompetensi   : 1.     Memahami dampak perubahan sosial

Kompetensi Dasar      :  1. 1. Menganalisis dampak perubahan sosial terhadap

kehidupan masyarakat. .

Indikator Pencapaian Kompetensi      :

  • Memberikan contoh kasus dampak perubahan sosial.
  • Mengidentifikasi tantangan globalisasi terhadap eksistensi jati diri bangsa
  • Mengemukakan gagasan atau pemikiran untuk mengatasi memudarnya jati

diri bangsa

 

Alokasi Waktu       :  6 x 45 menit (4 X Pertemuan)

 

A.    Tujuan Pembelajaran

Setelah proses pembelajaran, siswa diharapkan dapat:

½  menjelaskan pengertian modernisasi dan globalisasi

½  memberi contoh dampak modernisasi dan globalisasi

½  mengidentifikasi tantangan global terhadap eksistensi jati diri bangsa

½  mengemukakan gagasan atau pemikiran untuk mengatasi memudarnya jati diri.

“  Karakter siswa yang diharapkan  : 

  • Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.

“ Kewirausahaan / Ekonomi Kreatif   : 

  • Kepemimpinan, Percaya diri, Berorientasi Tugas dan Hasil, Jujur, Ulet.

B.     Materi Pembelajaran

½  Dampak Perubahan Sosial

½  Modernisasi dan globalisasi

 

C.    Metode Pembelajaran

½  informasi

½  kerja mandiri

½  tanya-jawab

½  eksplorasi

½  diskusi

½  ceramah

Strategi Pembelajaran

Tatap Muka

Terstruktur

Mandiri

  • Menganalisis dampak perubahan sosial terhadap kehidupan masyarakat.
  • Secara individu melakukan pengamatan terhadap perkembangan IPTEK, Pendidikan, sistem pemerintahan, dll, sebagai dampak perubahan sosial.
  • Secara individu menggali informasi dari berbagai sumber belajar tentang dampak perubahan sosial-budaya.
  • Secara klasikal menguraikan hasil pengamatan dari kasus dampak perubahan sosial.
  • Secara kelompok mendiskusikan contoh-contoh globalisasi.
  • Siswa dapat  Memberikan contoh kasus dampak perubahan sosial.
  • Siswa dapat  Mengidentifikasi tantangan globalisasi terhadap eksistensi jati diri bangsa
  • Siswa dapat  Mengemukakan gagasan atau pemikiran untuk mengatasi memudarnya jati diri bangsa

 

D.    Langkah-Langkah Pembelajaran

Pertemuan 1

 

No.

Kegiatan Pembelajaran

Alokasi Waktu

Keterangan

1.
Pendahuluan
  1. a.      Apresepsi

Guru mempersiapkan kelas untuk pembelajaran. Kemudian, guru menanyakan beberapa pertanyaan seputar modernisasi dan globalisasi.

  1. b.      Memotivasi

Siswa mendengarkan maksud dari pembelajaran tentang modernisasi dan globalisasi.

  1. c.       Rambu-rambu belajar

Siswa memperhatikan gambar yang menunjukkan modernisasi dan globalisasi serta skema perubahan sosial.

   
2.
Kegiatan Inti

Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

“  Siswa menjawab beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan modernisasi dan globalisasi. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang modernisasi:pengertian, ciri manusia modern, syarat-syarat modernisasi, sikap mental manusia modern, gejala-gejala modernisasi, dan pengertian dan proses terjadinya globalisasi. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

“  Siswa mengerjakan tugas ”Uji Penguasaan Materi” dalam buku halaman 36 dan 40. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa menguraikan dampak modernisasi tentang perubahan sosial budaya seperti kasus dalam buku halaman 36 dan 40. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa memberi tanggapan atas kasus tersebut. Guru memandu jalannya diskusi kelas. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa dan guru membuat kesimpulan tentang dampak modernisasi terhadap perubahan sosial dan budaya. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:

“  Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: Toleransi, Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan, Bersahabat,);

“  Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang ditanamkan: Cinta Tanah Air, Cinta Damai, Peduli social, Tanggung Jawab.);

   
3.
Kegiatan Akhir

“  Siswa dan guru membuat rangkuman bersama tentang materi yang dipelajari tentang pengertian  modernisasi dan globalisasi. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa mengadakan post test tentang pengertian modernisasi dan globalisasi. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa membaca beberapa artikel tentang modernisasi dan globalisasi lalu memberi tanggapan sederhana. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

   

 

Pertemuan 2

No.

Kegiatan Pembelajaran

Alokasi Waktu

Keterangan

1.

Pendahuluan
  1. a.    Apresepsi

Guru mempersiapkan kelas untuk pembelajaran. Kemudian, guru menanyakan beberapa pertanyaan seputar modernisasi dan globalisasi.

  1. b.   Memotivasi

Siswa menyebtukan gejala-gejala modernisasi dan globalisasi.

  1. c.    Rambu-rambu belajar

Siswa memperhatikan contoh-contoh gejala-gejala modernisasi dan globalisasi.

   

2.

Kegiatan Inti

Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

“  Siswa memperhatikan gambar-gambar yang menunjukkan gejala modernisasi dan globalisasi. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang gejala-gejala modernisasi dan globalisasi serta dampak dan tantangan di masa yang akan datang. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

“  Siswa mengerjakan tugas ”Uji Penguasaan Materi” dalam buku halaman 43, 48, dan 50. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa mendeskripsikan gejala modernisasi dan globalisasi yang terjadi dalam bidang-bidang tertentu dan pengaruhnya bagi masyarakat Indonesia. Siswa dapat membuatnya dalam bentuk tabel.(nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa mengumpulkan tugasnya untuk diperiksa guru. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa dibagi dalam beberapa kelompok kemudian mendiskusikan artikel yang ada dalam buku halaman 51.  (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa membacakan hasil diskusinya di depan kelas dan guru menjadi pemandu diskusi kelas. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa dan guru membuat kesimpulan atas hasil diskusi siswa tersebut.  (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:

“  Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: Toleransi, Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan, Bersahabat,);

“  Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang ditanamkan: Cinta Tanah Air, Cinta Damai, Peduli social, Tanggung Jawab.);

 

   

3.

Kegiatan Akhir

“  Siswa dan guru membuat rangkuman bersama tentang gejala modernisasi dan globalisasi, pengaruh dan tantangan di masa yang akan datang. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa diberi tugas untuk membuat karangan berupa artikel atau essey tentang upaya menanggapi tantangan globalisasi di masa depan. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa ditugaskan untuk mengerjakan soal-soal evaluasi dalam buku halaman 53-56.  (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

   

 

 

Pertemuan 3

No.

Kegiatan Pembelajaran

Alokasi Waktu

Keterangan

1.
Pendahuluan
  1. a.      Apresepsi

Guru mempersiapkan kelas untuk pembelajaran. Kemudian, guru mengumpulkan tugas para siswa.

  1. b.     Memotivasi

Siswa mendengarkan maksud  diadakan ulangan blok.

  1. c.      Rambu-rambu belajar

Siswa mendapat penjelasan dari guru tentang ulangan blok.

   
2. Kegiatan Inti

Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

“  Siswa mendapatkan soal-soal ulangan. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

“  Siswa mengerjakan soal-soal ulangan yang sudah dibagikan. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa mengumpulkan hasil pekerjaannya untuk diperiksa dan dinilai. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:

“  Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: Toleransi, Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan, Bersahabat,);

“  Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang ditanamkan: Cinta Tanah Air, Cinta Damai, Peduli social, Tanggung Jawab.);

 

   
3. Kegiatan Akhir

“  Siswa dan guru membahas  pertanyaan-pertanyaan yang telah dikerjakan oleh siswa dalam ulangan blok. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa diberi tugas untuk mempelajari bahan yang telah dijadikan ulangan blok. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

   

 

  1.   E.     Sumber pembelajaran:

½  Buku Sosiologi SMA kelas 3 ESIS  halaman 32- 56

½  Pengalaman siswa tentang perubahan sosial

½  Alat-alat teknologi komunikasi dan transportasi.

½  Media massa seperti majalah, koran, dan buku-buku tambahan.

 

  1.    F.     Media

½  Papan tulis

½  Alat-alat tulis

½  Lembar soal

½  Transparan Konsep

½  Power Point

½  OHP

 

  1.   G.     Penilaian

½  Hasil pekerjaan siswa dari ulangan blok dari halaman 26-30.

½  Karangan siswa tentang tantangan globalisasi di masa yang akan datang.

½  Diskusi kelompok dalam buku halaman 51.

 

Berikut ini format penilaian diskusi kelompok.

No.

Nama

ASPEK PENILAIAN

Total nilai

Presentasi

Sikap

Keaktifan

Wawasan

Kemampuan mengemukakan pendapat

Kerja sama

 

 

 

               

Keterangan: nilai maksimal 20

 

LEMBAR OBSERVASI DISKUSI KELOMPOK

No

Nama Siswa

Aspek yang Dinilai

Skor/ Jumlah

1 2 3 4 5 6
   

 

 

 

 

             

 

Aspek yang dinilai:

½  Kemampuan menyampaikan pendapat.

½  Kemampuan memberikan argumentasi.

½  Kemampuan memberikan kritik.

½  Kemampuan mengajukan pertanyaan.

½  Kemampuan menggunakan bahasa yang baik.

½  Kelancaran berbicara.

 

Penskoran:                                                     Jumlah skor:

A. Tidak Baik             Skor 1                          24—30 = Sangat Baik

B. Kurang Baik           Skor 2                          18—23 = Baik

C. Cukup Baik                        Skor 3                          12—17 = Cukup

D. Baik                        Skor 4                          6—11 = Kurang

E. Sangat Baik                        Skor 5

 

FORMAT PENILAIAN PROSES DISKUSI

No

Nama Siswa

Kriteria Penilaian

Jumlah Skor

1

2

3

4

5

1              
2              
dst              

 

Keterangan:                                                                 Rentang skor : 1—3

  1. Aktivitas dalam kelompok                                2—15             = Sangat baik
  2. Tanggung jawab individu                                  9—11              = Baik
  3. Pemikiran                                                           6—8                = Cukup
  4. Keberanian berpendapat                                    3—5                = Kurang
  5. Keberanian tampil

 

  1. Test pilihan ganda dan uraian dalam buku halaman 15-18

 

 

Mengetahui,

Kepala SMA ……………………

 

 

 

(_________________________)

NIP/NIK : ………………………………

  ………………,…………………20…

Guru mapel Sosiologi

 

 

 

(_________________________)

NIP/NIK : ………………………………

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

 

Nama sekolah              : ………………………

Mata Pelajaran            : Sosiologi

Kelas/semester            :  XII / 1

Standar Kompetensi   : 2.     Memahami lembaga sosial

Kompetensi Dasar      : 2. 1. menjelaskan hakikat lembaga sosial

2. 2. Mengklasifikasikan tipe-tipe lembaga sosial.

2. 3. Mendeskripsikan peran dan fungsi lembaga sosial.

Indikator Pencapaian Kompetensi      :

  • Mendeskripsikan konsep lembaga social
  • Menjelaskan proses pembentukan lembaga sosial
  • Menganalisis pengaruh perubahan terhadap pembentukan lembaga sosial
  • Mengidentifikasi karakteristik lembaga sosial di masyarakat
  • Mendeskripsikan tipe dan hubungan antar lembaga sosial di masyarakat
  • Menganalisis efisiensi dan efektifitas dari adanya hubungan antar lembaga sosial di masyarakat.
  • Mendeskripsikan berbagai peran dan fungsi lembaga
  • sosial berdasarkan studi literatur dan studi lapangan
  • Menguraikan adanya penyesuaian kembali terhadap peran dan fungsi lembaga sosial di masyarakat
  • Mendeskripsikan berbagai kegiatan lembaga sosial dalam mewujudkan peran dan fungsinya di masyarakat
  • Menganalisis eksistensi lembaga sosial dalam menghadapi berbagai perubahan lokal, nasional dan global

Alokasi Waktu       :  6 x 45 menit (4 X Pertemuan)

 

A.    Tujuan Pembelajaran

Setelah proses pembelajaran, siswa diharapkan dapat:

½  memberi pengertian mengenai lembaga sosial

½  memahami proses pertumbuhan pranata sosial

½  mengerti fungsi, karakteristik, dan tipe lembaga sosial

½  mengetahui macam-macam lembaga sosial.

“ Karakter siswa yang diharapkan  : 

  • Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.

“ Kewirausahaan / Ekonomi Kreatif   : 

  • Kepemimpinan, Percaya diri, Berorientasi Tugas dan Hasil, Jujur, Ulet.

B.     Materi Pembelajaran

½  Lembaga Sosial

 

C.    Metode Pembelajaran

½  informasi

½  kerja mandiri

½  tanya-jawab

½  eksplorasi

½  diskusi

½  ceramah

 

Strategi Pembelajaran

Tatap Muka

Terstruktur

Mandiri

  • menjelaskan hakikat lembaga sosial
  • Mengklasifikasikan tipe-tipe lembaga sosial.
  • Mendeskripsikan peran dan fungsi lembaga sosial.
  • Secara individu menggali informasi melalui data kepustakaan atau media elektronik tentang lembaga sosial.
  •  Secara berkelompok mendiskusikan hasil temuan tentang pembentukan lembaga sosial.
  • Secara berkelompok merumuskan tentang proses-proses pembentukan lembaga sosial
  • Secara individu menggali informasi melalui literatur tentang karakteristik lembaga sosial
  • Secara berkelompok mengunjungi lembaga sosial, seperti lembaga: DPR, PENGADILAN, KADIN, Institut ekologi Dayak,untuk mengidentifikasi karakteristik dari setiap lembaga sosial yang ada di masyarakat
  • Secara kelompok merumuskan hubungan antara lembaga sosial yang terdapat di masyarakat
  • Secara klasikal mendiskusikan tipe dan hubungan lembaga sosial yang terdapat di maasyarakat
  • Secara kelompok menggali informasi melalui studi lapangan tentang berbagai peran dan fungsi lembaga sosial di masyarakat
  • Secara kelompok mengungkapkan peran dan fungsi lembaga politik dan ekonomi, budaya dari hasil studi lapangan
  • • Secara kelompok mendiskusikan eksistensi lembaga sosial dalam menyikapi berbagai tuntutan perubahan baik lokal, nasional dan global.
  • Siswa dapat  Mendeskripsikan konsep lembaga social
  • Siswa dapat  Menjelaskan proses pembentukan lembaga sosial
  • Siswa dapat  Menganalisis pengaruh perubahan terhadap pembentukan lembaga sosial
  • Siswa dapat  Mengidentifikasi karakteristik lembaga sosial di masyarakat
  • Siswa dapat  Mendeskripsikan tipe dan hubungan antar lembaga sosial di masyarakat
  • Siswa dapat  Menganalisis efisiensi dan efektifitas dari adanya hubungan antar lembaga sosial di masyarakat.
  • Siswa dapat  Mendeskripsikan berbagai peran dan fungsi lembaga
  • Siswa dapat  sosial berdasarkan studi literatur dan studi lapangan
  • Siswa dapat  Menguraikan adanya penyesuaian kembali terhadap peran dan fungsi lembaga sosial di masyarakat
  • Siswa dapat  Mendeskripsikan berbagai kegiatan lembaga sosial dalam mewujudkan peran dan fungsinya di masyarakat
  • Siswa dapat  Menganalisis eksistensi lembaga sosial dalam menghadapi berbagai perubahan lokal, nasional dan global

 

D.    Langkah-Langkah Pembelajaran

Pertemuan 1

No.

Kegiatan Pembelajaran

Alokasi Waktu

Keterangan

1.
Pendahuluan
  1. a.      Apresepsi

Guru mempersiapkan kelas untuk pembelajaran. Kemudian, guru menanyakan beberapa pertanyaan modernisasi dan globalisasi.

  1. b.      Memotivasi

Siswa menyebutkan beberapa lembaga sosial dalam masyarakat.

  1. c.       Rambu-rambu belajar

Siswa memperhatikan skema lembaga sosial yang dibuatkan oleh guru atau lihat dalam buku halaman 58.

   
2.
Kegiatan Inti

Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

“  Siswa menjawab beberapa pertanyaan yang berhubungan norma-norma dan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang hakikat lembaga sosial dan tipe-tipe lembaga sosial. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

“  Siswa mengerjakan tugas ”Uji Penguasaan Materi” dalam buku halaman 64 dan 65.  (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa dibagi dalam beberapa kelompok kemudian mendiskusikan kasus perjudian yang ada dalam masyarakat.  (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Sisiwa membacakan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas. Kelompok yang lain bisa menyangga dan menanggapi hasil diskusi kelompok tersebut. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa dan guru membuat kesimpulan dari hasil diskusi kelompok. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:

“  Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: Toleransi, Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan, Bersahabat,);

“  Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang ditanamkan: Cinta Tanah Air, Cinta Damai, Peduli social, Tanggung Jawab.);

 

   
3.
Kegiatan Akhir

“  Siswa dan guru membuat rangkuman bersama materi yang sudah dipelajari bersama tentang hakikat lembaga sosial dan tipe-tipe lembaga sosial. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa mengadakan post test tentang hakikat lembaga sosial dan tipe-tipe lembaga sosial. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

   

 

 

 

Pertemuan 2

 

No.

Kegiatan Pembelajaran

Alokasi Waktu

Keterangan

1.
Pendahuluan
  1. a.     Apresepsi

Guru mempersiapkan kelas untuk pembelajaran. Kemudian, guru menanyakan beberapa pertanyaan seputar lembaga sosial dan tipe-tipe lembaga sosial.

  1. b.    Memotivasi

Siswa menyebtukan jenis-jenis lembaga sosial yang ada dalam masyarakat.

  1. c.     Rambu-rambu belajar

Guru memberi tahu beberapa lembaga sosial dalam masyarakat.

   
2.
Kegiatan Inti

Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

“  Siswa mendengarkan penjelasan dari guru tentang jenis-jenis lembaga sosial.  (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

“  Siswa mengerjakan tugas ”Uji Penguasaan Materi” dalam buku halaman 82.  (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa dibagi dalam beberapa kelompok kemudian mendiskusikan lembaga-lembaga sosial yang ada dalam masyarakat. Misalnya, menulis proses upacara perkawinan dan fungsi tahapan-tahapan dalam upacara perkawinan tersebut, bentuk kekerabatan, pembayaran mas  kawin, pola meneta sesudah perkawinan, serta susunan keluarga.  (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa membacakan hasil diskusinya di depan kelas. Guru bertindak sebagai pemandu diskusi kelas.  (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa dan guru membuat kesimpulan atas diskusi siswa.  (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:

“  Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: Toleransi, Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan, Bersahabat,);

“  Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang ditanamkan: Cinta Tanah Air, Cinta Damai, Peduli social, Tanggung Jawab.);

 

   
3.
Kegiatan Akhir

“  Siswa dan guru membuat rangkuman bersama tentang jenis-jenis lembaga sosial dalam masyarakat. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa diberi tugas untuk membuat laporan secara individu tentang proses perkawinan di daerahnya atau di lingkungan keluarganya. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa ditugaskan untuk mengerjakan soal-soal evaluasi dalam buku halaman 83-86.   (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

   

 

 

 

Pertemuan 3

 

No.

Kegiatan Pembelajaran

Alokasi Waktu

Keterangan

1.
Pendahuluan
  1. a.     Apresepsi

Guru mempersiapkan kelas untuk pembelajaran. Kemudian, guru mengumpulkan tugas para siswa.

  1. b.    Memotivasi

Siswa mendengarkan maksud  diadakan ulangan blok.

  1. c.     Rambu-rambu belajar

Siswa mendapat penjelasan dari guru tentang ulangan blok.

   
2. Kegiatan Inti

Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru:

“  Siswa mendapatkan soal-soal ulangan. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru:

“  Siswa mengerjakan soal-soal ulangan yang sudah dibagikan. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa mengumpulkan hasil pekerjaannya untuk diperiksa dan dinilai. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, Siswa:

“  Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: Toleransi, Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan, Bersahabat,);

“  Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang ditanamkan: Cinta Tanah Air, Cinta Damai, Peduli social, Tanggung Jawab.);

 

   
3. Kegiatan Akhir

“  Siswa dan guru membahas  pertanyaan-pertanyaan yang telah dikerjakan oleh siswa dalam ulangan blok. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

“  Siswa diberi tugas untuk mempelajari bahan yang telah dijadikan ulangan blok. (nilai yang ditanamkan: Toleransi,  Disiplin , Demokratis, Rasa Ingin tahu, Semangat kebangsaan,  Cinta Tanah Air , Cinta Damai, Peduli Lingkungan, Peduli social, Tanggung Jawab.);

   

 

  1.   E.          Sumber pembelajaran:

½  Buku Sosiologi SMA kelas 3 ESIS  halaman 57 – 86.

½  Pengalaman siswa tentang perubahan sosial

½  Media massa seperti majalah, koran, dan buku-buku tambahan.

 

  1.    F.          Media

½  Papan tulis

½  Alat-alat tulis

½  Lembar soal

½  Transparan Konsep

½  Power Point

½  OHP

 

  1.   G.          Penilaian

½  Hasil pekerjaan siswa dari ulangan blok dari halaman 83-86.

½  Laporan siswa tentang lembaga perkawinan.

½  Diskusi kelompok dalam buku halaman 82.

 

Berikut ini format penilaian diskusi kelompok.

No.

Nama

ASPEK PENILAIAN

Total nilai

Presentasi

Sikap

Keaktifan

Wawasan

Kemampuan mengemukakan pendapat

Kerja sama

 

 

 

               

 

Keterangan: nilai maksimal 20

 

LEMBAR OBSERVASI DISKUSI KELOMPOK

No

Nama Siswa

Aspek yang Dinilai

Skor/ Jumlah

1 2 3 4 5 6
   

 

 

 

 

             

 

Aspek yang dinilai:

½  Kemampuan menyampaikan pendapat.

½  Kemampuan memberikan argumentasi.

½  Kemampuan memberikan kritik.

½  Kemampuan mengajukan pertanyaan.

½  Kemampuan menggunakan bahasa yang baik.

½  Kelancaran berbicara.

 

Penskoran:                                                     Jumlah skor:

A. Tidak Baik             Skor 1                          24—30 = Sangat Baik

B. Kurang Baik           Skor 2                          18—23 = Baik

C. Cukup Baik                        Skor 3                          12—17 = Cukup

D. Baik                        Skor 4                          6—11 = Kurang

E. Sangat Baik                        Skor 5

 

 

FORMAT PENILAIAN PROSES DISKUSI

No

Nama Siswa

Kriteria Penilaian

Jumlah Skor

1

2

3

4

5

1              
2              
dst              

 

Keterangan:                                                                 Rentang skor : 1—3

  1. Aktivitas dalam kelompok                  2—15             = Sangat baik
  2. Tanggung jawab individu                   9—11              = Baik
  3. Pemikiran                                            6—8                = Cukup
  4. Keberanian berpendapat                     3—5                = Kurang
  5. Keberanian tampil

 

 

 

Mengetahui,

Kepala SMA ……………………

 

 

 

(_________________________)

NIP/NIK : ………………………………

  ………………,…………………20…

Guru mapel Sosiologi

 

 

 

(_________________________)

NIP/NIK : ………………………………

 

KATA MUTIARA

“Ketika orang tertidur kau terbangun, itulah susahnya. Ketika orang merampas kau membagi, itulah peliknya. Ketika orang menikmati kau menciptakan, itulah rumitnya. Ketika orang mengadu kau bertanggung jawab, itulah repotnya. Oleh karena itu, tidak banyak orang bersamamu disini, mendirikan imperium kebenaran“ ~KH. Rahmat Abdulloh~

“Apa kabar hatimu? Masihkah ia seperti embun? Merunduk tawadhu dipucuk- pucuk daun? Masihkah ia seperti karang? Berdiri tegar menghadapi gelombang ujian. Apa kabar imanmu? Masihkah ia seperti bintang? Terang benderang menerangi kehidupan. Semoga Allah senantiasa melindungi dan menjagamu, saudaraku”.

“Jadi ingat musim, gugur, daun berjatuhan, udara dingin, sepi, tiada interaksi, Pagi berkabut sore mendung,. Kasihan, tersisa semangat dalam himpitan dan senyuman dalam tekanan”.

“Seonggok kemanusiaan terkapar, siapa yang mengaku bertanggung jawab? Bila semua menghindar. Biarlah saya yang menanggungnya. Semua atau sebagiannya.” ~KH. Rahmat Abdulloh~

“Suatu hari nanti saat semua telah menjadi masa lalu, aku ingin berda di antara mereka, yang bercerita tentang perjuangan yang indah, dimana kita, sang pejuang itu sendiri. Tak pernah kehabisan energi tuk terus bergerak, meski terkadang godaan tuk berhenti atau bahkan berpaling arah begitu menggiurkan. Keep istiqomah!”

”Jika ku dapat menarik “Pelangi, Mentari dan Bintang”. Maka ku akan membentuk “Namamu” disitu, lalu akan ku kembalikan lagi ia ke “Langit” agar semua orang tahu, betapa bahagianya aku mempunyai “saudara” seperti dirimu. Selamat beraktivitas”.

“Jangan takut untuk mengabil langkah besar hari ini, Jika memang dibutuhkan!! Jurang tak bisa disebrangi hanya dengan 2,3 lompatan kecil!! Nahnu Duat Fii Kulli Zaman”.

“Politik telah membuahkan konsekuensi yang maha dahsyat dalam peradaban manusia. Dalam abad ke-20 saja politik telah membunuh 200 juta jiwa di seluruh dunia. Keep ur soul  “Kpure

Beban Dakwah hanya dapat diberikan oleh mereka yang memahami dan memeberikan apa saja yang kelak di tuntutnya ; Waktu, Kesehatan, Harta, Bahkan Darah. Mereka Bergadang saat semua tertidur lelap. Mereka gelisah saat yang lain lengah. Seakan-akan lisannya yang suci Berkata , “Tidak ada yang kuharap dari kalian. Aku hanya mengharap pahala Allah” ~Hasan Al Banna~

“Ana harap, seperti tulisan antum, militansi dakwah tetap dipegang erat, bagaimana kita sabar, tsabat dengan keadaan yang ada, karena ini ujian, kondisi seperti apapun, saat ikhlas dalam dakwah senantiasa kita pegang, tak akan pernah melemahkan dan menggoyahkan diri kita untuk terus bersamanya, afwan atas segala kata yang kurang berkenan”.

“Insya Allah, masa depan yang gemilang itu, kejayaan yang pernah hilang ditangan kita, akan dapat kita kembalikan lagi. Dan saya berharap Indonesia akan menjadi pemimpin kebangkitan ini”. ~DR. Yusuf Al Qardhawi~

“Bukannya seorang dai, mereka yang mengeluh tentang sulitnya merubah kondisi masyarakat. Ia bukannya dokter, ia hanya orang yang berpakaian dokter tapi jijik melihat luka besar yang harus diobatinya”. ~KH. Rahmat Abdullah~

“Kalau betul-betul mau melahirkan orang-orang yang menjadi agent of change dalam arti pioneer yang siap menannggung beban yang terberat sekalipun, maka tidak bisa tidak, jalan yang ditempuh adalah kembali kepola Tarbiyah Rasulullah. Kuatnya dakwah bertumpu pada kekuatan Tarbiyah”. ~Ust. H.M Ihsan Arlansyah Tanjung~

„Saya akan mengatakan kepada seluruh aktivis muslim, jangan pernah mereka merasa sempurna. Karena stiap kali orang merasa sempurna, saat itu ia berhenti bertumbuh. Dia berhenti berkembabng..” ~Ust. H.M Anis Matta, Lc~

“Kalau kita punya problem, minta pertolongan kepada Allah dengan sabar dan sholat. Curhat (Utarakan semua masalah)saja kepada Allah, insya Allah akan dikasih jawaban, dikasih Jalan Keluar”. ~K.H Ruslan Efendi~ Dai itu tentara Allah, Big Boss kita Allah.

”Ada hal yang perlu diingat, bahwa sebuah jamaah atau organisasi dakwah berkembang dengan pesat kalau didalamnya terdapat pribadi-pribadi yang kreatif, Ada pribadi-pribadi yang melakukan sesuatu yang baru”. ~Ust. Ahmad Madyani. Lc~

”Dai yang tidak punya bekalan ruhiyah, akan mengalami kelemahan. Jika ia sudah merasa berda’wah namun tidak berhasil, ia akan menganggap dirinya sudah tidak layak lagi berda’wah dan akhirnya berganti arah.” ~Ust. Zufar Bawazier, Lc~

”Jelas, kontinuitas dalam melakukan amal sekecil apapun diharapka mampu meredam hal-hal yang cenderung kearah kefuturan. Namun Demikian, ada batasanya seperti yang diwasiatkan oleh Rasulullah saw.” ~Ust. Amang Syafrudin, Lc~

“Diharapkan bulan Ramadhan ini bisa kita jadikan untuk lebih mensolidkan kekuatan jama’ah, karena pada bulan ramadhan sebenarnya yang lebih menonjol adalah syahrul jamaah.” ~K.H Didin Hafidhudin, MS~

”Yang terpenting, Bukanlah Yahudi hancur atau tidak, tapi yang menghancurkannya kita atau bukan ? Kita khawatir tidak memiliki andil dalam berjuang menegakkan ajaran Allah swt. Jihad solusi utama menegakkan islam” ~DR. Ahzami Samiun Jazuli, MA~

Teruntuk mujahid da’wah pilihan : “Terkadang hak-hak pribadi kita tidak dapat kita penuhi. Jangan bertanya kemana yang lain. Jangan bertanya kenapa kita sendiri. Jangan mengingat apa yang telah kita korbankan. Jangan mengharap apa yang akan kita dapatkan. Karena sesungguhnya Allah telah memilih diri-diri ini. Maka ikhlaskanlah”

Saudaraku…“Sungguh.., kekuatan ruhiyah dan jasadiyah serta amanah adalah modal istiqamah dijalan da’wah”

“Segala sesuatu itu memiliki penyerbukan. Kesedihan itu serbuk yang melahirkan ‘amal sholeh. Tidak ada orang yang bersabar atas ‘amal sholeh kecuali dengan kesedihan”. ~Malik bin Dinar~

“Hidup seorang mukmin adalah program perbaikan diri yang tertata hingga menemui Allah dalam kondisi yang terbaik”. Semoga Allah memberkahi langkah-langkah kita. Amiin.

“Sungguh beruntung orang-orang yang terus memperbaharui niatnya dalam setiap aktivitas da’wah”.

“Selalu ada harapan dalam keyakinan, selalu ada keteguhan dalam kesabaran, selalu ada hikmah dalam kesyukuran dan selalu ada keniscayaan dalam doa”.

”Untuk saudaraku yang tak pernah lelah dan putus asa. Buat dia tersenyum hingga disyurga kelak ya rabb. Allahlah yang akan menjadi muara segala beban yang menghimpit jiwa kita. Rabb..kutkan pancangan kakinya dijalan_Mu”.

“Sabar adalah bunga-bunga keimanan. Keharumannya adalah kepasrahan, dan meyakini hikmah dibalik setiap musibah. Kelopaknya adalah ketabahan. Tangkainya adalah keteguhan jiwa”

“Orang yang faham harus ikhlas terhadap kefahaman ilmunya.sedang orang yang ikhlas harus faham dalam mengamalkan apa yang difahaminya. Sehingga akan lahir ‘amal DAHSYAT karena ditopang oleh faham dan ikhlas”.

“Jika da’wah adalah jalan yang panjang, Jangan pernah berhenti sebelum menemukan ujungnya. Jika da’wah adalah bebannya berat Jangan minta yang ringan. Tapi mintalah punggung yang kuat untuk menopangnya. Jika pendukungnya sedikit…maka jadilah yang sedikit itu”.

“Orang sukses mengunakan tubuhnya untuk ikhtiar, otaknya untuk berfikir kreatif dan hatinya untuk bertawakal kepada-Nya”.

“Seorang mujahid adalah mereka yang selalu termotivasi, ketika yang lain berjatuhan maka ia tetap tegar. Sungguh jalan yang ditempuh masih panjang dan banyak aral menghadang. Yakunlah bahwa Allah maha penepat janji. Sekencang aral menghadang tetap Allah didalam hati kita”.

“Orang yang excellent adalah orang mampu memaksimalkan seluruh potensinya, Orang yang tawazun (seimbang) antara urusan dunia dan urusan akhirat”.

“Bersemangatlah pada apa saja yang bermanfaat bagimu, minta tolonglah pada Allah dan jangan merasa tidak mampu.” ~HR. Imam Muslim~.

” Kehidupan seorang mukmin layaknya mentari. Selalu hidup bersinar dan tak pernah hilang. Ia terbenam disatu wilayah untuk terbit diwilayah berikutnya. Datang menyinari memberi kemanfaatan dan rasa damai”.

“Hanya orang besar yang berani berfikir dan bertindak besar. Maka Allah titipkan amanah dan perkara besar. Mintalah energi besar pada yang Maha besar untuk menyelesaikan semuanya”.

“Jangan pernah berhenti mengepakan sayapmu saudaraku. Biarkan cobaan itu membuatmu kuat, Biarkan derasnya terpaan itu membuatmu gesit berkelit, Biarkan jiwa-jiwa pemenang itu memenuhi hatimu, Biarkan jiwa-jiwa sabar itu menjadi penyejuk bagimu”.

“Ya, Allah tambahkanlah untuk kami keikhlasan niat, kedalaman ilmu, kelapangan hati, kebersihan jiwa, kejernihan pikiran, lautan kesabaran, samudra kelembutan serta indahnya cinta dan kasih sayang dalam ukhuwah…” Tetap semangat Ikhwah!

“Menjadi orang-orang pilihan dalam da’wah, berarti meletakkan pondasi keikhlasan dalam ber’amal. Maka teguhkanlah azzam dalam hati. Berjuang itu indah, Berkorban itu nikmat.” Allah will always with you

“Keberhasilan kita tidak diukur oleh seberapa banyak apa yang kita miliki, melainkan oleh berapa banyak orang yang merasakan manfaat keberadaan kita.”

“Bahkan dalam letihpun para mujahid tetap tersenyum karena apa yang kita tunaikan menjadi jaminan bermaknanya usia. “Semoga awal semester yang diiringi dengan semangat ramadhan, bisa membawa keberkahan untuk usaha dan hasil yang terbaik. New Spirit Be Better Person!”

“Mencari Spirit yang hilang, tertatihku dibelantara dunia, menanti seberkas cahaya, jiwa-jiwa lelah ditengah perjalanan panjang, bilakah kemenangan itu datang?” Sesungguhnya kemenangan selalu seiring dengan pengorbanan,,dan keikhlasan, kesabaran diatas kesabaran adalah kunci kekuatan, sudikah diri menjadi kafilah yang digantikan?”

“Para pemburu syurga tidak akan berhenti pada tahap mimpi. Ada asa yang harus diwujudkan, Ada pengorbanan yang harus dikeluarkan. Ada amal dan karya nyata yang harus dipersembahkan.”

“Sendi-sendi kebahagiaan adalah hati yang selalu bersyukur, lidah yang terus berdzikir dan tubuh yang senantiasa bersabar..”

” Selayaknya bagi jiwa-jiwa yang mengazamkan dirinya pada jalan ini. Maenjadikan da’wah sebagai laku utama, dialah visi, dialah misi, dialah obsesi, dialah yang mengelayuti disetiap desahan nafas, dialah yang mengantarkan jiwa-jiwa ini kepada ridho dan maghfiroh Tuhannya.”

“Ada yang mengeluh, merasa jenuh, ingin gugur dan jatuh ia berkata “lelah!”. Ada juga yang lelah, tubuhnya penat tapi semangatnya kuat. Ia berkata “lillah!”, karena Allah, Ikhlaskanlah. Tetap semangat pejuang-pejuang Allah”

BANK SOAL SOSIOLOGI KELAS XII

Pemerintah Kabupaten Mukomuko

SMA NEGERI 03 MUKOMUKO

TERAKREDITASI “A”

Alamat  : Jl. Yamaja Rimba Agung Jaya Mukomuko

 

LEMBAR SOAL

ULANGAN UMUM KENAIKAN KELAS

Tahun Ajaran 2011/ 2012

Mata Pelajaran    : Sosiologi

Kelas                      : X

Hari/Tanggal        :  Rabu, 06 Juni 2012

Pukul                      :  09.45-10.15 WIB

Waktu                    :  90 menit

Petunjuk Umum:

  1. Tulislah terlebih dahulu nama, nomor absen, mata pelajaran, dan tanggal ujian Anda pada baris atas lembar jawaban yang disediakan!
  2. Periksalah dan bacalah soal-soal sebelum Anda menjawabnya!
  3. Laporkan kepada pengawas ujian jika terdapat tulisan yang kurang jelas, rusak atau jumlah soal kurang!
  4. Jumlah soal sebanyak 55 butir terdiri dari 50 butir pilihan ganda, dan 5 butir uraian, setiap butir soal pilihan ganda terdiri dari 5 (lima) pilihan jawaban.
  5. Dahulukan soal-soal yang Anda anggap mudah!
  6. Kerjakan pada lembar jawab yang disediakan dengan menggunakan bolpoin/pulpen yang bertinta hitam!
  7. Apabila pada pilihan ganda ada jawaban yang Anda jawab salah dan Anda ingin memperbaikinya, coretlah dengan dua garis lurus mendatar pada lembar jawab Anda yang salah, kemudaian beri tanda silang (X) pada huruf yang Anda anggap benar!

Contoh :         Pilihan semula                     :               A             B             C             D             E

Dibetulkan menjadi             :               A             B             C             D             E

  1. Mintalah kertas buram kepada pengawas UUKK, bila diperlukan!
  2. Periksalah pekerjaan Anda sebelum diserahkan kepada pengawas UUKK!
  3. Tidak diijinkan menggunakan alat bantu apapun!


Berilah tanda silang (X) huruf a,b,c,d, atau e pada jawaban yang paling benar!


  1. Sosialisasi adalah suatu proses ketika seorang anak belajar menjadi seorang anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini dikemukakan oleh…
    1. Charlotte Buhler
    2. Petter L. Berger
    3. Bruce J. Cohen
    4. George H. Mead
    5. Charles H. Cooley
  1. Hal-hal berikut merupakan ciri-ciri sosialisasi partisipatif, kecuali…
    1. Memanfaatkan komunikasi timbale balik
    2. Memberikan penghargaan pada otonomi anak
    3. Mengutamakan penggunaan motivasi
    4. Membagi tanggungjawab
    5. Mengutamakan penggunaan hukuman
  1. Jika seseorang telah mencapai tahap Generalized Others, maka orang tersebut menurut George Herbert Mead telah memiliki suatu…
    1. Kebutuhan
    2. Keinginan
    3. Diri
    4. Kedudukan
    5. Peranan
  1. Salah satu agen sosialisasi adalah media massa. Berikut pengaruh media massa, kecuali…
    1. Cara pandang seseorang bertambah luas
    2. Pengetahuan bertambah
    3. Timbul perilaku kekerasan
    4. Peniruan mode pakaian
    5. Reproduksi
  1. Sosialisasi yang lebih mengutamakan penggunaan motivasi dan pemberian penghargaan disebut…
    1. Sosialisasi repreasif
    2. Sosialisasi partisipatif
    3. Sosialisasi primer
    4. Sosialisasi sekunder
    5. Sosialisasi tersier
  1. Pak Bandi menjanjikan kepada anaknya kalau juara kelas akan dibelikan sepeda. Tindakan pak Bandi merupakan bentuk sosialisasi…
    1. Partisipatoris
    2. Sekunder
    3. Primer
    4. Tersier
    5. Represif
  1. Pembentukan diri seseorang dipengaruhi oleh penilaian atau anggapan orang lain terhadap perilakunya disebut…
    1. Konsep diri
    2. Significant others
    3. Generalized others
    4. Looking glass self
    5. Labeling
    6. Seseorang dengan badan yang lemah mempunyai sifat rendah diri sehingga menemukan kesulitan dalam menjalankan proses sosialisasinya. Gejala ini termasuk factor…
      1. Geografis
      2. Lingkungan social
      3. Kebudayaan
      4. Biologis
      5. Politik
  1. Yang bukan merupakan fungsi pendidikan sekolah sebagai media sosialisasi adalah…
    1. Melestarikan dan mewariskan kebudayaan
    2. Mengembangkan bakat dan kemampuan anak
    3. Merangsang partisipasi demokrasi melalui pengajaran
    4. Memperkaya kehidupan dengan menciptakan cakrawala intelektual
      1. Menanamkan pola hidup konsumerisme
  1. Sosialisasi dipandang sebagai seluruh proses di mana seorang individu sejak masa kanak-kanak sampai dewasa, berkembang, berhubungan, mengenal dan menyesuaikan diri dengan individu lain yang hidup dalam masyarakat di sekitarnya adalah definisi sosialisasi menurut…
    1. Koentjaraningrat
    2. Selo Soemardjan
    3. Soelaeman Soemardi
    4. Soerjono Soekanto
    5. Parsudi Suparlan
  1. Antara kepribadian masyarakat kota dengan masyarakat pedesaan berbeda. Masyarakat kota dikenal sangat menghargai waktu dan bersifat egosentris, sedangkan masyarakat pedesaan bersifat kurang menghargai waktudan memiliki solidaritas yang kuat. Perbedaan kepribadian yang dimiliki masyarakat kota dengan pedesaan dipengaruhi oeh factor…
    1. Lingkungan fisik
    2. Pembawaan
    3. Kebudayaan
    4. Pengalaman yang unik
    5. Ekonomi
  1. Tahapan seorang anak menirukan peran-peran yang dilakukan orang dewasa dinamakan…
    1. Preparatory stage
    2. Play setage
    3. Game stage
    4. Generalized other
    5. Labeling
  1. Sosialisasi sangat ditentukan oleh kebudayaan  suatu masyarakat. Oleh sebab itu, proses sosialisasi pada masyarakat satu dengan masyarakat yang lain…
    1. Sesuai dengan kebudayaan yang berkembang pada masing-masing masyarakat
    2. Sesuai dengan kebudayaan yang berkembang secara umum
    3. Sesuai dengan kebuadayaa masyarakat yang dominan
    4. Sesuai dengan kebudayaan masyarakat yang minotitas
      1. Sesuai dengan kebudayaan yang
  1. Sekolah merupakan media sosialisasi yang sangat penting dalam pembentukan kepribadian, sebab…
    1. Penanaman nilai dan norma social lebih jelas dan tegas
    2. Terikat legitimasi kelulusan (ijazah) sehingga individu bersungguh-sungguh dalam proses sosialisasi
    3. Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal dalam menanamkan nilai dan norma social
    4. Pergaulan di sekolah lebih luas daripada di rumah
    5. Proses sosialisasi dilakukan secara ketat dan disiplin
  1. Perilaku yang diharapkan sebagai hasil proses sosialisasi mempunyai sifat…
    1. Dapat memenuhi kebutuhan hidup
    2. Selaras dengan harapan masyarakat
    3. Mampu berperan sesuai kedudukan
    4. Dapat hidup mandiri sesuai dengan keinginan
    5. Dapat memanfaatkan sumber daya manusia
  1. Nilai-nilai social budaya saat ini mengalami perubahan atau pergeseran. Gejala tersebut tampak dari…
    1. Minat generasi muda terhadap lesenian daerah berkurang
    2. Sikap anak yang berani melawan orangtua dan gurunya
    3. Kedisiplinan terhadap waktu sangat rendah
    4. Seleksi penerimaan pegawai baru diwarnai oleh budaya KKN
    5. Kurangnya penghargaan terhadap orang yang berprestasi
  1. Kepribadian bersifat determinan dalam perilaku individu, maksudnya kepribadian itu…
    1. Menyesuaikan dengan perilaku individu
    2. Menentukan perilaku individu
    3. Bersifat khas
    4. Tidak terkait dengan perilaku individu
    5. Terdiri atas kumpulan karakter
  1. Sosialisasi primer merupakan salah satu bentuk proses sosialisasi dalam masyarakat. Yang dimaksud dengan sosialisasi primer adalah…
    1. Sosialisasi dimana seseorang menerima nilai dan norma sebagai bekal kehidupan
    2. Sosialisasi yang pertamakali diberikan kepada individu sebelum masuk ke masyarakat
    3. Sosialisasi mengenai hal-hal utama yang harus dilakukan individu dalam ekonomi
    4. Sosialisasi yang pertamakali mengenai bagaimana harus hidup beragama
    5. Sosialisasi yang pertama mengenai bagaimana hidup berbangsa dan bernegara yang baik
  1. Untuk melakukan proses sosialisasi, seseorang dibatasi dengan…
    1. Kebudayaan yang ada dalam masyarakat
    2. Individu yang telah lebih dulu berada dalam masyarakat
    3. Nilai dan norma yang ada dalam masyarakat
    4. Pendapat umum dari seluruh anggota masyarakat
    5. Kelompok dominan yang ada dalam masyarakat
  1. Di sekolah, bakat dan minat Averos dalam olahraga futsal memperoleh bimbingan dan latihan sehingga terus berkembang. Hal ini menunjukkan bahwa proses sosialisasi juga berperan…
    1. Menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki individu
    2. Memampukan manusia untuk menyalurkan hasrat yang dimilikinya
    3. Mengembangkan kemampuan seseorang untuk berkomunikasi secara efektif
    4. Memampukan seseorang mengendalikan fungsi-fungsi organic melalui latihan
    5. Menanamkan kepada seseorang nilai dan kepercayaan pokok
  1. Sosialisasi adalah suatu tindakan mengubah human-animal menjadi…
    1. a.     Zoon-politicon
    2. b.     Human-being
    3. c.     Valued individuals
    4. d.     Significant others
    5. e.     Generalized others
  1. Pembentukan kepribadian generasi penerus yang memiliki IMTAQ dan IPTEK yang kuat dan seimbang secara kodrati sejak semula menjadi tugas pokok media sosialisasi…
    1. Sekolah
    2. Keluarga
    3. Masyarakat
    4. Pemerintah
    5. Media massa
  1. Teori yang menyatakan bahwa kepribadian manusia ditentukan oleh factor pembawaan disebut…
    1. Fungsionalisme
    2. Behaviorisme
    3. Strukturalisme
    4. Nativisme
    5. Empirisme
  1. Proses sosialisasi dalam bentuk pendidikan dan pengajaran yang dirancang secara sengaja terjadi di dalam…
    1. Kehidupan keluarga
    2. Sekolah
    3. Pergaulan dengan teman sebaya
    4. Sekolah dan kehidupan keluarga
    5. Sekolah, kehidupan keluarga dan pergaulan dengan teman sebaya
  1. Dalam sosialisasi primer peran orang-orang terdekat menjadi sangat penting karena seorang anak atau individu melakukan pola interaksi yang…
    1. Sangat dekat karena hanya dengan orang-orang terdekat
    2. Berlangsung dengan lingkungan lainnya secara lebih halus
    3. Sangat terbatas karena tidak ada hal yang perlu dikatakan
    4. Berlangsung dengan cukup singkat karena jumlah orang yang sedikit
    5. Monoton dan tidak variatif karena orangnya sedikit
  1. Perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu system social. Definisi tersebut menurut pendapat…
    1. Robert M. Z. Lawang
    2. Craig Calhoun
    3. Koentjaraningrat
    4. Soerjono Soekanto
    5. Emile Durkheim
  1. Berikut ini yang termasuk factor yang mempengaruhi perilaku menyimpang dari luar, kecuali…
    1. Intelegensi
    2. Pendidikan
    3. Pergaulan
    4. Media massa
    5. Keharmonisan keluarga
  1. Perilaku menyimpang merupakan produk dari perkembangan masyarakat yang tidak seimbang. Pernyataan tersebut menurut teori…
    1. Disorganisasi social
    2. Anomi
    3. Konflik
    4. Biologis
    5. Ketegangan
  1. Berdasarkan jenisnya, perilaku menyimpang dapat dibedakan menjadi…
    1. Primer dan sekunder
    2. Positif dan negative
    3. White colar crime dan blue colar crime
    4. Social deviation dan delinkuensi
    5. Perilaku menyimpang dan tindakan menyimpang
  1. Penyimpangan kelompok ditandai oleh perilaku berdasarkan subkebudayaan menyimpang. Diantara sifat subkebudayaan menyimpang adalah…
    1. Statis
    2. Dinamis
    3. Menolak nilai dan norma social
    4. Menolak unsure budaya asing yang masuk ke Indonesia
      1. Menerima norma dan nilai sosial
  1. Yang termasuk pengendalian sosial koersif adaah…
    1. Polisi mengingatkan para pemakai jalan raya
    2. Guru menegur siswa yang tidak mengerjakan tugas perorangan
    3. Penerapan denda bagi sopir yang menurunkan penumpang di sembarang tempat
    4. Menembakkan gas air mata untuk membubarkan para demonstran
    5. Menskors siswa yang tidak memakai seragam resmi
  1. Pernyataan di bawah ini yang tidak identik dengan  kepribadian masyarakat pedesaan adalah…
    1. Bersifat religious-magic
    2. Mempunyai sifat partikularisme
    3. Peka terhadap masalah social
    4. Bersifat egosentris
    5. Taat terhadap norma
  1. Contoh pengendalian social yang dilakukan oleh individu terhadap kelompok adalah…
  2. Seorang suami memarahi istrinya yang boros
    1. Seorang ibu yang selalu menasihati putra-putrinya
    2. Dialog yang dilakukan oleh lembaga penegak hokum terhadap para pemuda
    3. Seminar menghadapi bahaya narkoba yang diselenggarakan OSIS
    4. Guru-guru membimbing murid-muridnya pergi ke lembaga pemasyarakatan
  1. Adilihat dari dampaknya, penyimpangan social dapat dibedakan atas 2 bentuk yaitu penyimpangan…
    1. Social dan individu
    2. Primer dan skunder
    3. Individu dan kelompok
    4. Positif dan negative
    5. Persuasive dan represif
  1. Contoh crime without victims adalah…
    1. Pengeroyokan penjambret
    2. Pengedar obat terlarang
    3. Penggelapan uang
    4. Pemakai narkoba
    5. Perampokan bank
  1. Sosialisasi yang tidak berjalan dengan baik dan tidak sempurna dapat mengakibatkan…
    1. Penyesuaian pola perilaku
    2. Penyimpangan dari sub kebudayaan
    3. Sikap apatis atau masa bodoh
    4. Penyimpangan dari pola perilaku masyarakat
    5. Sikap pesimis
  1. Pengendalian social dapat dilakukan dengan cara-cara…
    1. Bujukan dan paksaan
    2. Teguran dan peringatan
    3. Teguran dan paksaan
    4. Peringatan dan paksaan
    5. Bujukan dan teguran
  1. Penyimpangan terhadap kaidah-kaidah atau nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat disebut…
    1. Konflik
    2. Konformitas
    3. Vandalism
    4. Perilaku menyimpang
    5. Pelanggaran
  1. Hal yang terpenting dalam upaya pencegahan perilaku menyimpang adalah…
    1. Mengekang pergaulan remaja
    2. Memberikan hukuman yang berat bagi pelaku penyimpangan
    3. Memberdayakan lembaga sensor film
    4. Meningkatkan kesadaran norma agama dan kesusilaan
    5. Mengefektifkan fungsi lembaga pengendalian sosial
  1. Focus utama sosiologis dalam memandang kepribadian adalah…
    1. Kebudayaan dan pengalaman kelompok
    2. Warisan biologis dan lingkungan fisik
    3. Bentuk fisik dan golongan darah
    4. Pengalaman unik dan warisan biologis
    5. Kebudayaan dan lingkungan fisik
  1. Pengendalian sosial yang dilakukan masyarakat desa terisolir biasanya berpedoman pada…
    1. Adat istiadat
    2. Peraturan perundangan
    3. Gossip
    4. Intimidasi
    5. Nilai modern
  1. Fungsi perilaku menyimpang menurut Emile Durkheim, kecuali…
    1. Memperkokoh nilai-nilai dan norma dalam masyarakat
      1. Memperjelas batas moral
      2. Menumbuhkan kesatuan masyarakat
      3. Mendorong terjadinya perubahan social
      4. Mempertegas hokum
  1. Seorang gadis desa yang berusaha mewujudkan cita-cita untuk meneruskan sekolah ke Perguruan Tinggi dianggap telah melanggar norma-norma masyarakat. Dalam sosialisasi tindakan ini merupakan contoh penyimpangan…
    1. Penyimpangan Social
    2. Penyimpangan norma
    3. Penyimpangan Positif
    4. Penyimpangan negative
    5. Sosialisasi tidak sempurna
  1. Konformitas adalah perilaku…
    1. Mengikuti tujuan dan mengikuti cara yang telah ditentukan masyarakat
    2. Seseorang tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan
    3. Mengikuti tujuan yang terdapat pada adat istiadat
      1. Meninggalkan budaya
      2. Berfungsi sebagai pengendali
  1. Lembaga keagamaan berperan sebagai alat pengendalian social, sebab…
    1. Dapat mengarahkan masyarakat untuk berperilaku sesuai dengan ajaran agama
    2. Dapat mengarahkan masyarakat untuk berperilaku sehat
    3. Dapat mengarahkan masyarakat untuk mentaati hokum
    4. Dapat mengarahkan masyarakat untuk berperilaku sesuai dengan adat istiadat
    5. Dapat mengarahkan masyarakat untuk berperilaku sesuai dengan nilai dan norma sosial
  1. Perilaku menyimpang bergantung pada definisi masyarakat, artinya…
    1. Suatu perbuatan disebut menyimpang jika perbuatan itu dinyatakan sebagai menyimpang oleh masyarakat
    2. Perilaku menyimpang biasanya ditolak oleh masyarakat
    3. Perilaku menyimpang kadangkala relative samar
    4. Perilaku menyimpang adakalanya menjadi ancaman bagi ketertiban dalam masyarakat
    5. Perilaku menyimpang membantu menyesuaikan kebudayaan dengan perubahan sosial
  1. Orang yang dihormati dalam masyarakat karena aktivitas dan kecakapannya serta sifat-sifatnya dan merupakan bagian pranata sosial yang dapat mengendalikan perilaku menyimpang disebut…
    1. Tokoh masyarakat
    2. Polisi
    3. Hakim
    4. Lembaga pendidikan
    5. Kepala desa
  1. Ukuran menyimpang tidaknya suatu tindakan adalah…
    1. Nilai-nilai dan norma-norma social
    2. Hokum dan norma
    3. Agama dan adat-istiadat
    4. Tata kelakuan dan kebiasaan
    5. Benar dan salah
  1. Penyebaran brosur tentang bahaya penyakit AIDS kepada masyarakat luas merupakan salah satu bentuk pengendalian perilaku menyimpang yang bersifat…
    1. Preventif
    2. Represif
    3. Kuratif
    4. Pedagogi
    5. Didaktis
  1. Bentuk pengendalian sosial secara tidak resmi yang lebih mudah dimengerti oleh seseorang karena diekspresikan secara terbuka adalah…
    1. Desas-desus
    2. Pengucilan
    3. Celaan
    4. Ejekan
    5. Desas-desus dan pengucilan

 

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas!

1. a. Jelaskan yang dimaksud dengan proses sosialisasi menurut Bruce J. Cohen!
b. Bagaimana suatu sosialisasi dikatakan berhasil?
2. a. Jelaskan tahap-tahap sosialisasi menurut G. H. Mead dan berikan contohnya!
b. Jelaskan bagaimana pengaruh kebudayaan terhadap pembentukan kepribadian seseorang!
3. Apakah semua perilaku menyimpang merupakan perbuatan dosa yang dilarang oleh Islam? Jelaskan pendapatmu!
4. Apakah yang dimaksud dengan perilaku menyimpang menurut Robert M. Z. Lawang?
5. a. apakah yang dimaksud dengan pengendalian sosial?b. Dalam keadaan bagaimanakah pengendalian sosial tanpa kekerasan dapat dilakukan?

c. Apakah yang dimaksud dengan Fraudulence dana ridicule dalam pengendalian sosial?

“Selamat Mengerjakan”

 

 

Sumber : http://ikaribajuwanita.wordpress.com/bank-soal/soal-kelas-x/

MATERI SOSIOLOGI KELAS XII

LEMBAGA SOSIAL
1. Pengertian Lembaga Sosial
Pengertian lembaga sosial (social institution) merujuk pada dua pengertian:
– Sistem nilai dan norma sosial
– Bentuk atau organ sosial
Para sosiolog mendefinisikan lembaga sosial berdasarka aspek mana yang lebih utama. Pendapat tersebut antara lain:
a. Paul Horton dan Chester L. Hunt
Lembaga sosial adalah sistem norma-norma dan hubungan-hubungan penyatuan nilai dan prosedur-prosedur tertentu untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia.
b. Peter L Berger
Lembaga sosial adalah prosedur yang menyebabkan perbuatan manusia ditekankan oleh pola tertentu dan dipaksa bergerak sesuai dengan keinginan masyarakat.
c. Mayor Polak
Lembaga sosial adalah kompleks atau sistem peraturtan dan adat istiadat yang mempertahankan nilai-nilai penting.
d. W. Hamilton
Lembaga sosial adalah tata cara kehidupan kelompok dengan derajat sanksi.
e. Robert Mac Iver dan CH page
Lembaga sosial adalah prosedur atau tata cara untuk mengatur hubungan antar manusia dalam suatu kelompok masyarakat.
f. Leopold Von Wiese dan becker
Lembaga sosial adalah jaringan proses hubungan antar manusia dan kelompok yang berfungsi memelihara hubungan tersebut sesuai minat dan kepantingan individu dan kelompok.
g. Koenjaraningrat
Lembaga sosial adalah sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas memenuhi komplesitas kebutuhan khusus manusia.
h. Soerjono Soekanto
Lembaga sosial adalah himpunan norma berkisar dari segala tingkatan kebutuhan pokok manusia.
Dari pengertian-pengertian diatas diketahui bahwa lembaga sosial berkaitan dengan;
a. Seperangkat norma yang saling berkaitan, bergantung dan mempengaruhi.
b. Seperangkat norma yang dapat dibentuk, diubah dan dipertahankan sesuai dengan kebutuhan hidup.
c. Seperangkat norma yang mengatur hubungan antar warga masyarakat agar dapat berjalan tertib dan teratur.
Lembaga sosial merupakan sekumpulan norma yang tersusun secara sistematis yang terbentuk dalam rangka memenuhi berbagai kebutuhan hidup manusia yang bersifat khusus. Lembaga sosial sebagai sitem gagasan terorganisasi yang ikut serta dalam perilaku. Untuk memfungsikan sekumpulan norma atau gagasan perilaku, setiap lembaga sosial memiliki beberapa asosiasi atau organisasi. Hubungan antara lembaga sosial dan asosiasi.
Lembaga
Asosiasi atau organisasi
Perkawinan
Kantor urusan agama
Pendidikan
Agama
Pemerintahan
perekonomian
Perguruan Tinggi, SMA, SMP, SD
Masjid, gereja, Pura, wihara
Partai, Parlemen
PT, Firma, CV
2. Proses Pertumbuhan Lembaga Sosial
Manusia sebagai makhluk sosial adalah individu yang saling berinteraksi untuk memenuhi kebutuhannya. Individu memiliki sejumlah nilai yang kemudian terhimpun menjadi cita-cita masyarakat. Nilai tersebut terinternalisasi dalam kehidupan masyarakat sehingga terbentuklah norma. Kemudian terbentuk sistem norma yang melembaga atau institusionalisasi sehingga terjadi lembaga sosial yang berinteraksi dalam kehidupan masyarakat. Suatu lembaga terbentuk akibat dari berbagai aktivitas manusia baik secara sadar maupun tidak sadar, baik disengaja maupun tidak disengaja. Peristiwa tingkah laku manusia yang selalu diulang-ulang dalam rangka pemenuhan kebutuhan dan mencari berbagai alternatif kebutuhan itu akhirnya melembaga dan melekat pada masing-masing individu. Dengan demikian lembaga itu suatu ketika lahir, tumbuh kembang dan matinya sebuah aktivitas yang melembaga biasanya akan bersama dengan lahir, tumbuh kembang dan matinya manusia sebagai perilaku aktivitas tersebut.
Diagram tumbuhnya pranata sosial
Norma
Pola-pola kebudayaan
Proses melembaga
Pedoman masyarakat
Usage
Institusionalisation
Diketahui
Karena memiliki manfaat dan
Folkways
Mores
Castum
Institusionalized
internalized
Dimengerti
Dipahami
fungsi.
Ditaati dan dihargai
Keterangan
a. Pola-pola membudaya.
1) Institusionalisation
Suatu proses yang dilewati oleh semua norma-norma kemasyarakatan yang baru untuk menjadi bagian dari salah satu norma lembaga kemasyarakatan, sehingga norma tersebut dikenal, diakui, dihargai dan ditaati dalam kehidupan sehari-hari.
2) Institusionalized
Suatu tahap pengenalan dan penerimaan ide-ide pada masyarakat.
3) Internalized : Pendarah dagingan
Suatu tahap penerimaan norma terhadap masyarakat sehingga masyarakat berkeinginan untuk selalu berbuat atau bertingkah lakusejalan dengan apa yang sudah dimengerti.
b. Fungsi dan manfaat lembaga sosial secara umum
1) Fungsi secara umum
a) Memberikan pedoman kepada masyarakat begaimana mereka harus bertingkah laku dalam memenuhi kebutuhan pokok/ bersama.
b) Menjaga keutuhan dari masyarakat yang bersangkutan
c) Memberi pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial.
2) Manfaat secara umum
a) Sebagai pengawas atas konsekuensi hidup orang banyak.
b) Badan pembina sosio budaya yang menjamin stabilitas sosial yang berkelangsungan.
c) Menyediakan peranan-peranan sosial dengan sikap yang sesuai dengan institusi tersebut sehingga setiap orang dapat memilih lembaga mana yang sesuai dengan keinginan individu.
3. Fungsi Lembaga Sosial
1) Fungsi Manifes (nyata)
Fungsi yang disadari dan menjadi harapan banyak orang.
Contoh;
a) Keluarga sebagai lembaga internalisasi dan sosialisasi nilai dan norma.
b) Lembaga ekonomi tempat terjadinya proses produksi dan distribusi.
2) Fungsi laten (tersembunyi)
Fungsi yang tidak disadari dan bukan menjadi tujuan utama lembaga, cenderung tidak nampak, dan tidak diharapkan tetapi ada.
Contoh;
a) Lembaga keluarga, pernikahan untuk menutupi rasa malu sebutan tidak laku.
b) Lembaga politik persaingan untuk berkuasa kemudian menumpuk kekayaan.
4. Karakteristik Lembaga Sosial
a. Memiliki simbol sendiri, sebagai tanda khasan atau ciri khusus lembaga.
Contoh;
1) Lembaga hukum; timbangan
2) Lembaga keluarga; cincin makan
b. Memiliki tanda tertib dan tradisi, sebagai panutan secara tertulis dan tidak tertulis oleh anggotannya. Contohnya; lembaga keluarga ada aturan menghormati anggota keluarga yang lebih tua.
c. Usianya lebih lama sehingga terjadi pewarisan dari generasi ke generasi.
d. Memiliki alat kelengkapan untuk mewujudkan tujuan lembaga.
e. Memiliki idiologi sistem gagasan mendasar yang dimiliki bersama, dianggap ideal oleh anggotanya.
f. Memiliki tingkat kekebalan/ daya tahan, tidak akan lenyap begitu saja. Contoh; kurikulum pendidikan dan adat istiadat.
5. Unsur-unsur Lembaga Sosial
Keterangan;
a. Individu
Inti dari sebuah lembaga adalah kumpulan individu jika kita melihat manusia dari aspek individu, maka kita akan mengetahui hakikat manusia secara eksistensi sebagai makhluk individu (manusia yang unik) dan sebagai makluk sosial (manusia yang tidak dapat hidup tanpa bantuan manusia lain).
b. Lembaga Keluarga
Proses alami bagi setiap individu yang sudah dewasa cepat atau lambat akan membentuk keluarga. Disanalah akan dilahirkan individu-individu barusebagai penerus atau generasi baru.
c. Lembaga Sosial
Merupakan akomodasi dari berbagai macam individu dan individu tersebut bersumber dari berbagai keluarga.
d. Lembaga Kemasyarakatan
5
4
3
2
1
Pada prinsipnya mendekati sama dengan lembaga sosial tetapi berdasarkan kajianyang mendalam lembaga kemasyarakatan cenderung bersifat lebih luas bila dibanding dengan lembaga sosial.
e. Lembaga Negara
Merupakan lembaga terbesar pada tingkat tataran “state”. Lembaga ini memiliki kekuasaan dan kekuatan yang paling tinggi bila dilihat dari kacamata kedudukan dan wewenang.
6. Tipe-tipe Lembaga Sosial
Di bawah ini akan diuraikan tipe-tipe lembaga sosial menurut pendapat JL. Gillin and JP. Gillin, sebagai berikut:
a. Tipe pranata sosial dilihat dari sudut perkembangannya
1) Crescive institution atau lembaga paling primer
Suatu tipe lembaga yang tumbuh tidak sengaja dan tumbuhnya berasal dari adat istiadat. Contoh; hak milik, bentuk-bentuk perkawinan, dan lumbung padi.
2) Enacted institution
Tipe lembaga yang dibentuk dengan sengaja dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat yang bersangkutan. Contoh lembaga utang piutang, lembaga pendidikan dan lembaga perdagangan. Semuanya ini berakar dari kebiasaan-kebiasaan yang sistimatis dan diatur kemudian dituangkan lembaga-lembaga yang disahkan oleh pemerintah.
b.Tipe lembaga sosial dilihat dari sudut nilai
1) Basic institution
Dianggap sebagai lembaga sosial yang paling penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertibdalam masyarakat. Contoh; lembaga keluarga dan lembaga agama.
2) Subsidiary institution
Lembaga sosial yang dianggap kurang penting oleh sekelompok masyarakat tertentu, misalnya lembaga rekreasi dan lembaga olah raga.
c. Tipe lembaga sosial dilihat dari sudut penerimaan oleh masyarakat.
1) Aproved social institution
Tipe lembaga ini merupakan lembaga-lembaga yang diterima oleh masyarakat karena dirasa memberi manfaat dankeuntungan serta sangat dibutuhkan misalnya lembaga agama, lembaga pendidikan, lembaga perdagangan, lembaga bantuan hukum dan lembaga penitipan anak danlembaga-lembaga swadaya masyarakat.
2) Unproved= un sanctioned intitution
Tipe lembaga ini ditolak oleh masyrakat secara umum sebab lembaga ini dianggap meresahkan dan merugikan masyarakat secara umum, misalnya gank persatuan perampok/ copet/ gali/momoli/ kumpul kebo/ kaum gay, lebian/ homo seks dan lembaga perakitan bom ilegal.
d. Tipe lembaga sosial dilihat dari sudut penyebarannya.
1) General institution
Suatu lembaga yang lahir atas dasar faktor penyebaran sehingga dikenal di seluruh dunia, misalnya lembaga pemerintahan, lembaga agama dan perserikatan bangsa-bangsa.
2) Ristricted institution
Suatu lembaga yang dikenal hanya terbatas pada suatu masyarakat atau negara tertentu, misalnya lembaga adat, lembaga keyakinan/ aliran dan lembaga pemerintahan (khususnya pada sistemnya).
e. Tipe lembaga sosial dilihat dari sudut fungsinya.
1) Operative institution
Suatu lembaga yang befungsi untuk menghimpun pola-pola atau cara-cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu, misalnya LSM, IMF, UMDB, dan lembaga industri.
2) Regulated institution
Lembaga yang berfungsi mengawasi adat istiadat atau tata kelakuan yang tidak mutlak manjadi bagian dari pada lemabaga tersebut. Contoh lembaga hukum dan lembaga ferifikasi.
Kelima tipe lembaga sosial di atas dapat mengetahui adanya bermacam-macam lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat tertentu. Jadi setiap masyarakat mempunyai sistem nilai yang menentukan lembaga sosial mana yang dianggap paling atas dari lembaga-lembaga sosial lainnya. Semuanya tergantung dari masyarakat yang bersangkutan. Sedangkan jenis-jenis masyarakat yang erat kaitannya dengan keberadaan lembaga sosial ada tiga yaitu:
a. Masyarakat totaliter
Suatu masyarakat yang menganggap negara sebagai lembaga kemasyarakatan yang pokok membawahi lembaga-lembaga lain seperti lembaga pendidikan, lembaga ekonomi, lembaga keluarga dan lain sebagainya. Contoh lembaga Unisoviet dan Rusia.
b. Masyarakat homigen dan tradisional
Suatu masyarakat yang mengangap lembaga kemasyarakatansatu dengan yang lainnya sebagai suatu institusi configurasi (pola-pola hubungan). Contohnya, terciptanya suatu desa swasembada karena dukungan dari berbagai komponen kelembagaan pada tingkat desa. Komponen tersebut antara lain, lembaga perekonomian desa, lembaga keamanan desa, lembaga pendidikan dan lembaga kesehatan.
c. Masyarakat komplek atau terbuka
Masyarakat beranggapan dan percaya bahwa terjadinya perubahan sosial dan udaya dianggap sebagai sarana untuk merubah norma dalam rangka pemenuhan kebutuhan.
7. Hubungan, Peran dan Fungsi Lembaga Sosial
Tabel keterkaitan antara lembaga sosial dan kelompok sosial
Bidang Kegiatan
Lembaga Sosial
Kelompok Sosial
1. Kekerabatan
2. Ekonomi
3. Olahraga
4. Pendidikan
5. Politik
6. Keagamaan
Sistem kekerabatan
Sistem perdagangan dan perbankan
Persepakbolaan, pencak silat
Kurikulum, perpustakaan
Sistem kepartaian, demokrasi, pemerintahan
KeTuhanan YME, ajaran agama
Keluarga batih
Koperasi, perseroan terbatas
PSSI, PPSA
PGRI, HMI
Parpol, negara
Masjid, majelis Gereja
Sumber: Buddy L. Worang 1983
a. Lembaga Keluarga
1) Ada 3 bentuk keluarga;
a) Keluarga inti (batih, somah, nuclear family) terdiri dari ayah, ibu dan anak-naka yang belum menikah.
b) Keluarga besar (extended family) ikatan keluarga dalam satu keturunan, kakek, nenek, ipar, paman dsb.
c) Keluarga poligamous, beberapa keluarga inti yang dipimpin oleh satu kepala keluarga.
2) Proses terbentuknya lembaga keluarga adalah melalui pernikahan baik secara agama, adat dan hukum.
a) Dimulai interaksi antara pria dan wanita.
b) Interaksi berulang-ulang hingga terjadi proses perkawinan.
c) Setelah perkawinan terbentuk keturunan kemudian keluarga inti.
3) Tujuan perkawinan yaitu
a) Untuk mendapat keturunan
b) Untuk meningkatkan derajat dan status sosial.
c) Mendekatkan hubungan kekerabatan besar kedua mempelai
d) Harta waris tidak jatuh kepada orang lain
4) Hikmah atau manfaat perkawinan
a) Terpeliharanya kehormatan manusia bersusila.
b) Menghubungkan tali persaudaraan dan memperbanyak keluarga.
c) Keluarga dan masyarakat sejahtera.
5) Bentuk-bentuk perkawinan
a) Menurut jumlah suami dan istri
(1) Monogami merupakan perkawinan satu pria dan satu wanita.
(2) Poligami merupakan perkawinan yang beristri atau bersuami lebih dari satu orang.
(a) Poligini; seorang laki-laki beristri lebih dari satu orang.
(b) Poliandri; seorang wanita yang bersuami lebih dari satu orang.
b) Menurut asal suami dan istri
(1) Endogami ialah perkawinan dari lingkungan sendiri.
(2) Eksogami ialah perkawinan di luar lingkungan sendiri
(a) Connubium circulation/ asymetris (sepihak), hubungan perkawinan dimana dua klan hanya mempunyai satu kedudukan sebagai pemberi atau penerima gadis.
(b) Connubium symetris, hubungan perkawinan di mana dua klan saling tukar menukar pasangan.
(c) Homogami, pernikahan dalam strata/ status sosial yang sama.
(d) Heterogami, pernikahan antara dua keluarga yang berbeda lapisan sosialnya.
c) Menurut hubungan kekerabatan
(1) Cross cousin (sepupu silang), perkawinan antara saudara sepupu anak anak saudara laki-laki ibu, anak saudara perempuan ayah.
(2) Paralel cousin (sepupu silang), perkawinan di mana ayah atau ibu mereka bersaudara.
d) Menurut pembayaran mas kawin
Pada masyarakat tertentu, perkawinan disetujui keluarga wanita bila keluarga pria menyerahkan mas kawin. Pada masyarakat Manggarai (Flores) disebut belis. Pada beberapa daerah mas kawin juga menentukan prestise/ kehormatan kedua keluarga. Semakin tinggi angka atau jumlah mas kawin semakin tinggi prestise kedua keluarga di mata masyarakat.
6) Pola menetap sesudah perkawinan
a) Patrilokal (Virilokal), suami istri bertempat tinggal di sekitar pusat kerabat suami.
b) Matrilokal (otorilokal), suami istri tinggal di sekitar kerabat istri.
c) Bilokal, menetap bergantian antara kerabat istri dan suami.
d) Neolokal yaitu bertempat di tempat baru.
e) Avunkulokal yaitu menetapdi rumah saudara laki-laki ibu (paman) dari pihak suami.
f) Natalokal yaitu suami istri terpisah tinggal di tempat kelahiran masing-masing, bertemu dalam waktu yang relatif pendek.
g) Utrolokal yaitu bebas menentukan tempat tinggal.
h) Komonlokal yaitu tinggal didalam kelompok di mana kedua orang tua dari pihak laki dan perempuan berdiam.
7) Fungsi Keluarga
a) Fungsi Manifes
(1) Fungsi reproduksi
(2) Fungsi sosialisasi
(3) Fungsi afeksi
(4) Fungsi ekonomi
(5) Fungsi pengawasan sosial.
(6) Fungsi proteksi.
(7) Fungsi pemberian status.
b) Fungsi laten
(1) Sarana pertemuan hidung belang
(2) Sarana perjudian / rumah bandit atau bandar.
(3) Tempat menimbun harta curian.
8) Susunan keluarga
a) Bentuk keluarfa bilateral (cognatic Descent), menghitung hubungan keluarga melalui pihak ayah maupun ibu.
(1) Prinsip ambilineal (operative descent), menghitung garis kerabat terkadang melalui ayah atau ibu.
(2) Prinsip konsentris, menghitung garis keluarga sampai suatu jumlah tertentu (terbatas).
(3) Prinsip primogenitus, menghitung garis keluarga melalui ayah dan ibu yang usianya tertua saja (sulung) untuk menentukan pembagian warisan keluarga.
(4) Prinsip ultimogenitur, yaitu garis keluarga dihitung melalui ayah atau ibu yang usianya termuda saja (bungsu).
b) Bentuk keluarga unilateral (unilineal), hanya dihitung dari satu garis keturunan, ayah atau ibu.
(1) Patrilineal yaitu garis keturunan dihitung dari garis ayah contohnya, Batak.
(2) Matrilineal yaitu garis keturunan yang dihitung dari garis ibu contohnya, Minangkabau.
9) Unsur lembaga keluarga
a) Pola perilaku; afeksi, kesetiaan, tanggungjawab, rasa hormat, dan kepatuhan.
b) Budaya simbolis; mas kawin, cincin kawin, busana pengantin, dan upacara.
c) Budaya manfaat; rumah. Aparteman, alat rumah tangga, dan kendaraan.
d) Kode spesialisasi; ijin kawin, kehendak, keturunan, dan hukum perkawinan.
e) Idiologi; cinta, kasih sayang, keterbukaan, familisme, dan individualisme.
b. Lembaga Pendidikan
Adanya kebutuhan intensitas (kedalaman) pengetahuan atau pendidikan setiap masyarakat berbeda.
1) Ada 3 bentuk lembaga;
a) Pendidikan formal: sekolah.
b) Pendidikan non-formal: lembaga kursus
c) Pendidikan informal: keluarga.
2) Fungsi lembaga pendidikan
Menurut Horton dan Hunt terdapat 2 fungsi pendidikan;
a) Fungsi manifest
(1) Mempersiapkan anggota masyarakat untuk mencari nafkah.
(2) Mengembangkan bakat perorangan.
(3) Melestarikan budaya.
(4) Menanamkan keterampilan.
b) Fungsi laten
(1) Mengurangi pengendalian orang tua.
(2) Menyediakan sarana pembangkangan.
(3) Mempertahankan sistem kelas sosial.
(4) Memperpanjang masa remaja.
Sedangkan menurut David Popenoe, terdapat 4 macam fungsi pendidikan :
a) Transmisi (pemindahan) kebudayaan masyarakat.
b) Memilih dan mengajarkan peranan sosial.
c) Sekolah mengajarkan corak kepribadian.
d) Sumber inovasi sosial.
3) Unsur-unsur lembaga pendidikan
a) Pola perilaku; cinta pengetahuan, kehadiran, meneliti, dan semangat belajar.
b) Budaya simbolis; seragam sekolah, maskot, lagu sekolah, dan logo.
c) Budaya manfaat; kelas, perpustakaan, buku, laboratorium, dan tingkatan strata.
d) Kode spesialisasi; akreditasi, tata tertib, kurikulum, dan tingkatan/ strata.
e) Idiologi; keberhasilan akdemis, pendidikan progresit, inovatif, dan klasikisme.
c. Lembaga Politik
Lembaga politik berupa perangkat aturan atau status yang menghususkan diri pada pelaksanaan kekuasaan dan wewenang.
1) Bentuk Negara, secara umum;
a) Negara kesatuan yaitu dengan satu kesatuan pemerintahan, parlemen, lembaga peradilan dan konstitusi.
b) Negara federasi / serikat yaitu adanya negara bagian yaitu negara yang memiliki undang-undang dan peradilan sendiri.
2) Bentuk Pemerintahan
a) Republik yaitu dipimpin oleh presiden yang memegang kekuasan eksekutif dan parlemen dengan kekuasan legislatif.
b) Monarki yaitu dipimpin oleh raja/ ratu yang didapatkan berdasarkan keturunan dan diperoleh seumur hidup.
c) Kekaisaran dipimpin seorang kaisar yang diperoleh secara turun temurun.
3) Bentuk kekuasaan
a) Kewibawaan lahiriah (kharismatik) misalnya tokoh agama.
b) Tradisi atau keturunan, misalnya raja.
c) Secara formal (legal-rasional) berdasarkan hukum misalnya presiden.
4) Alasan hilangnya ketaatan kepada penguasa yaitu:
a) Kesadaran masyarakat bahwa pemimpinnya juga manusia biasa.
b) Anggapan masyarakat akan ketidaktertibannya dalam pengambilan keputusan.
5) Cara untuk mengatasi krisis kewibawaan:
a) Mengubah prinsip sentralisasi kakuasaan ke dalam prinsip desentralisasi.
b) Prinsip-prinsip menghindari disintegrasi.
c) Koordinasi terpadu dari pimpinan yang berwenang.
d) Tidak mengulang-ulang cara lama.
6) Fungsi lembaga politik
a) Fungsi Manifes
(1) Memelihara ketertiban di dalam (internal order).
(2) Menjaga keamanan di luar (external security).
(3) Mengusahakan kesejahteraan umum (general welfare).
(4) Mengatur proses politik.
(5) Mengerakkan partisipasi masyarakat.
(6) Mengembangkan budaya demokrasi.
b) Fungsi laten
(1) Tempat melakukan korupsi dan kolusi.
(2) Pemerasan dan penipuan terhadap rakyat.
(3) Sebagai wahana untuk memecah belah dan adu domba.
(4) Kemandulan pelaksanaan pemerintahan sehingga terjadi stagnasi dalam segala aspek kehidupan bangsa.
7) Unsur-unsur lembaga politik
a) Pola perilaku; loyalitas, kepatuhan, subordinasi, kerjasama dan konsensus.
b) Budaya simbolis; bendera, materai, maskot, dan lagu kebangsaan.
c) Budaya manfaat; gedung, persenjataan, pekerjaan pemerintah, blanko dan formulir.
d) Kode spesialisasi; program, konstitusi, traktat dan hukum.
e) Idiologi; nasionalisme, hak rakyat, demokrasi, dan republik/monarki.
d. Lembaga Ekonomi
Berfungsi mengatur pembagian kerja dalam kehidupan manusia. Menurut Kornblum, penelitian difokuskan pada pembahasan, pasar dan pembagian kerja, interaksi pemerintah, institusi ekonomi dan perubahan pada pekerjaan.
1) Pola-pola politik ekonomi
a) Sistem feodalisme yaitu seperangkat lembaga politik dan ekonomi yang menempatkan pemilik tanah (raja) dan prajurit yang menjaga keamanan sebagai pelindung warga, harta benda dan hak penguna tanah.
b) Sistem merkatilisme yaitu sistem yang menempatkan negara bertanggungjawab mengendalikan dan mengarahkan seluruh kegiatan ekonomi termasuk mengatur individu untuk profesi-profesi tertentu.
c) Sistem kapitalisme yaitu pemilik modal bebas mengembangkan usahanya dan mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.
d) Sistem komunisme yaitu partai tunggal atau diktator sebagai wakil rakyat yang memerintah atas nama rakyat.
e) Sistem sosialisme yaitu bertujuan merombak masyarakat pada persamaan hak dan pembatasan hak milik pribadi untuk kesejahteraan masyarakat.
3) Fungsi Lembaga ekonomi
a) Fungsi Manifes
(1) Pedoman mendapat bahan pangan
(2) Pedoman pertukaran barang/ barter.
(3) Pedoman harga jual beli barang.
(4) Pedoman menggunakan tenaga kerja.
(5) Pedoman cara pengupahan.
(6) Pedoman cara pemutusan hubungan kerja.
(7) Identitas diri masyarakat
b) Fungsi laten
(1)Menumpuk barang guna kepentingan individu atau kelompok.
(2) Kurang memperhatikan lingkungan kemanusiaan.
(3) sebagai ladang korupsi dan kolusi.
4) Struktur lembaga ekonomi
a) Sektor agraris meliputi kegiatan pertanian.
b) Sektor industri kegiatan produksi barang.
c) Sektor perdagangan panyaluran barang dari produsen ke konsumen.
5) Unsur-unsur lembaga ekonomi
a) Pola perilaku; efisiensi, penghematan, profesional dan laba.
b) Budaya simbolis; merek dagang, hak paten, slogan, dan lagu komersial.
c) Budaya manfaat; toko, pabrik, pasar, kantor, blanko dan formulir.
d) Kode spesialisasi; kontrak, liensi, hak monopoli, dan akte perusahaan.
e) Idiologi; liberalisme, tanggung jawab, manajerial, dan hak buruh.
e. Lembaga Agama
Durkherm (1966) menyatakan bahwa agama merupakan suatu sistem terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktek yang berhubungan dengan hal yang suci. Agama merupakan sarana manusia untuk berhubungan dengan sang pencipta.
1) Fungsi Agama
a) Fungsi Manifes
(1) Sumber pedoman hidup manusia.
(2) Mengatur hubungan (tata cara) manusia secara vertikal dan horizontal.
(3) Nilai-nilai hidup manusia (ukuran).
(4) Pedoman rasa kebersamaan.
(5) Pedoman keyakinan (confidence).
(6) Pedoman keberadaan (existence).
(7) Pengungkapan estetika (keindahan).
(8) Pedoman rekreasi dan hiburan.
(9) Memberi identitas.
b) Fungsi laten
(1) Saranauntuk kupul kebo, zina dan perjudian.
(2) Dijadikan landasan aktivitas SARA atau peperangan.
(3) Kedok untuk meminta bantuan di luar kepentingan agama.
2) Unsur-unsur lembaga agama
Menurut Light, Killer dan Callhoun (1989).
a) Kepercayaan
b) Praktek keagamaan
c) Simbol keagamaan
d) Umat
e) Pengalaman keagamaan.
RANGKUMAN
 Lembaga sosial adalah himpunan norma-norma dari segala tindakan yang berkisar dari suatu kebutuhan pokok di dalam kehidupan masyarakat.
 Institusionalisation; adalah suatu proses yang dilewati oleh semua norma-norma kemasyarakatan yang baru untuk menjadi bagian dari salah satu norma lembaga kemasyarakatan, sehingga norma tersebut dikenal, diakui, dihargai dan ditaati dalam kehidupan sehari-hari.
 Institusionalized, adalah suatu tahap pengenalan dan penerimaan ide-ide pada masyarakat.
 Internalized: Pendarah dagingan adalah suatu tahap penerimaan norma terhadap masyarakat sehingga masyarakat berkeinginan untuk selalu berbuat atau bertingkah lakusejalan dengan apa yang sudah dimengerti.
 Fungsi Manifes (nyata); fungsi yang disadari dan menjadi harapan banyak orang. Contoh; keluarga sebagai lembaga internalisasi dan sosialisasi nilai dan norma; lembaga ekonomi tempat terjadinya proses produksi dan distribusi.
 Fungsi laten (tersembunyi); fungsi yang tidak disadari dan bukan menjadi tujuan utama lembaga, cenderung tidak nampak, dan tidak diharapkan tetapi ada. Contohnya, lembaga keluarga, pernikahan untuk menutupi rasa malu sebutan tidak laku; lembaga politik persaingan untuk berkuasa kemudian menumpuk kekayaan.
 Lembaga sosial ada lima macam yaitu lembaga keluarga, ekonomi, politik, pendidikan dan agama.

Modul Sosiologi

PERUBAHAN SOSIAL

Standar Kompetensi          : 1.Memahami dampak perubahan sosial

Komptensi Dasar                : 1.1. Menjelaskan proses perubahan sosial di masyarakat

1.2.Menganalisis dampak perubahan sosial terhadap     kehidupan    masyarakat

 
 
Indikator                        :    1. Menjelaskan pengertian perubahan sosial

2. Menjelaskan teori-teori perubahan sosial

3. Menjelaskan proses perubahan sosial

4. Mengkasifikasikan dampak perubahan sosial

5. Menjelaskan faktor pendorong dan penghambat perubahan sosial

 

A.  Pendahuluan

Masyarakat memiliki hukum kepastian tentang perubahan. Setiap masyarakat pasti mengalami perubahan sosial. Perubahan sosial yang terjadi di masyarakat tentu berkaitan erat dengan perubahan budaya. Sebab terdapat hukum kausalitas sosial-budaya yang menerangkan bahwa tidak ada masyarakat tanpa budaya, dan tidak ada budaya tanpa adanya masyarakat. Perubahan sosial meliputi unsur-unsur  kelompok-kelompok sosial, nilai dan norma sosial, pola perilaku, interaksi sosial, stratifikasi sosial. Sedangkan perubahan budaya meliputi perubahan tujuh unsur budaya universal yang meliputi sistem religi,sistem organisasi sosial, sistem ekonomi, sistem kesenian, sistem bahasa, sistem pengetahuan dan sistem teknologi.

B.  Pengertian perubahan sosial

Ada beberapa ahli yang memberikan definisi tentang perubahan sosial :

  1. Gillin and Gillin menjelaskan bahwa perubahan sosial adalah perubahan tentang cara-cara hidup yang telah diterima baik kondisi geografis,kebudayaan material,komposisi penduduk,ideologi maupun penemuan-penemuan baru.
  2. Kingsley Davis menjelaskan perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.
  3. Selo Soemarjan menjelaskan perubahan sosial adalah perubahan pada lembaga-lembaga sosial dalam masyarakat yang  berpengaruh pada sistem sosial,sikap dan perilaku kelompok-kelompok sosial yang ada dalam masyarakat.
  4. Berdasar beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi di masyarakat. Unsur-unsur yang berubah meliputi kelompok-kelompok sosial, nilai dan norma sosial, pola perilaku, interaksi sosial, stratifikasi sosial serta kekuasaan dan wewenang.

    Samuel Koening menjelaskan perubahan sosial adalah modifikasi tentang pola-pola kehidupan manusia baik karena sebab internal maupun eksternal.

 

C.  Teori- teori perubahan sosial

Perubahan sosial yang terjadi di masyarakat telah memunculkan perhatian secara mendalam dari kalangan ilmuwan sosial. Sebab  bagi  ilmuwan  sosial  perubahan sosial  merupakan  kenyataan  yang  menarik  untuk  dikaji  baik  secara proses maupun hasil.  Secara  proses   berkaitan  erat  dengan  jalannya  perubahan

dan arah perubahan yang terjadi. Secara hasil berkaitan dengan sejauhmana dampak perubahan yang terjadi bagi masyarakat. Mengingat kompleknya persoalan perubahan sosial, akhirnya muncul beberapa teori tentang perubahan sosial.

1.   Teori Evolusioner

Teori ini menjelaskan bahwa semua masyarakat akan mengalami perubahan dari tahap perkembangan awal menuju tahap perkembangan akhir. Berdasar teori evolusioner  apabila perubahan yang terjadi memasuki tahap terakhir, maka pada saat itu perubahan evolusioner berakhir.  Oleh sebab itu teori evlusioner berpandangan bahwa perubahan sosial yang terjadi di masyarakat   memiliki arah yang  jelas dan tetap.

Ada beberapa tokoh penting dalam teori evolusioner:

a. Auguste Comte

Teorinya sering disebut dengn Hukum Tiga Tahap. Dalam pandanganya bahwa masyarakat akan mengalami perubahan melalui tiga tahapan yaitu 1).tahap teologis   ( theological stage ) yaitu tahapan berpikir masyarakat yang masih didasarkan pada nilai-nilai supernatural  2).tahap metafisik (methaphisycal stage) yaitu tahapan berpikir masyarakat yang lebih bersifat abstrak  3). Tahap positip ( positive or scientific stage ) atau ilmiah yaitu tahapan berpikir masyarakat yang berdfasarkan pada kenyataan dan didukung oleh ilmu pengetahuan.

b. Gerhard Lenski

Menurut Lenski masyarakat akan berubah dari masyarakat pra industri menuju  masyarakat industri dan berakhir pada masyarakat pasca industri. Dalam pandanganya perubahan sosial terjadi ditandai oleh gejala-gejala perekonomian yang ada pada suatu masyarakat.

c. Herbert Spencer

Menurut Spencer masyarakat akan berkembang secara evolusi melalui tahapan yang berawal dari kelompok suku yang homogen dan sederhana, menuju tahap masyarakat modern yang kompleks. Perubahan sosial dalam pandangan Spencer lebih ditekankan pada perubahan tingkat kemajemukan aspek kehidupan suatu masyarakat baik yang berkaitan dengan masalah sosial,ekonomi,budaya,maupun pola interaksi yang terjadi di masyarakat.

\

Dalam pandangan kaum evolusioner  perubahan sosial bahwa perubahan sosial mempunyai arah yang jelas, tetapi berjalan secara bertahap. Penyebab perubahan lebih ditekankan pada persoalan teknologi yang dikembangkan oleh masyarakat

 

2.  Teori Siklus

Penganut teori siklus berpendapat bahwa tahap perubahan yang dilalui masyarakat tidak berakhir pada tahap terakhir yang sempurna,melainkan berputar kembali ke tahap awal untuk peralihan selanjutnya. Dengan kata lain  masyarakat berkembang seperti roda: kadang naik ke atas, kadang turun ke bawah. Tohoh-tokoh teori siklus adalah :

a. Oswarld Spengler (1880-1936)

Dalam pandanganya  bahwa setiap peradaban besar mengalami proses pentahapan kelahiran-pertumbuhan-keruntuhan. Dengan demikian setiap masyarakat akan mengalami perputaran dari ada menjadi berkembang kemudian mengalami kehancuran.

b. Pitirin Sorikin (1889-1968 )

Dalam pandanganya setiap peradaban besar masyarakat berada pada siklus tiga sistem kebudayaan yang berputar tanpa akhir. Perputaran tersebut meliputi : 1).kebudayaan ideasional (ideational culture) yaitu kebudayaan yang didasarkan oleh nilai-nilai dan kepercayaan terhadap unsur adikodrati (supernatural2).kebudayaan idealistis           ( idealistic culture ) yaitu kebudayaan yang merupakan gabungan antara unsur adikodrati dengan rasionalitas. Gabungan kedua unsur tersebt melahirkan masyarakat yang ideal. 3).kebudayaan sensasi  (sensate culture) kebudayaan masyarakat yang menjadikan sensasi sebagai tolok ukur dari kenyataan dan tujuan hidup.

Teori dia sering disebut teori dinamika sosial budaya.

c. Arnold Toynbe ( 1889-1975)

Arnold Toynbe adalah sejarawan Inggris. Menurut dia bahwa peradaban besar berada dalam siklus kelahiran, pertumbuhan, keruntuhan dan kematian. Dalam pandanganya kelaoran peradaban besar oleh suatu masyarakat sebagai jawaban atas tantangan yang dihadapi.

Teori siklus lebih menekankan perputaran suatu peradaban masyarakat dari lahir,tumbuh,kemudian mengalami kehancuran. Sehingga arah perubahan yang terjadi belum mempunyai arah yang jelas.

3. Teori Fungsional

Teori fungsional lebih menekankan pada usaha memelihara sistem sosial secara   menyeluruh, bukan mengubahnya. Maka teori ini lebih melihat perubahan sosial sebagai sesuatu yang mengacaukan keseimbangan. Teori menekankan pada keseimbangan dan stabilitas.

a. Talcott Parson

Menurut Parson masyarakat mengalami perubahan disebabkan oleh faktor endogen dan eksogen. Faktor endogen adalah faktor yang berasal dari masyarakat itu sendiri seperti kepribadian, kebudayaan dll. Sedang faktor endogen adalah faktor yang berasal dari luar sistem sosial. Misalnya interaksi sosial dengan masyarakat lain.

 
 
b. Smelser

Menurut Smelser perubahan sosial di masyarakat terdapat empat faktor yaitu struktural untuk berubah, dorongan untuk berubah, mobilisasi untuk berubah, pelaksanaan kontrol sosial.

Pada dasarnya teori fungsional lebih menekankan pada keseimbangan dan stabilitas masyarakat. Perubahan sosial dianggap mengacaukan keseimbangan. Sehingga teori ini tidak melihat adanya arah perubahan yang terjadi di masyarakat

4. Teori Konflik

Teori konflik menekankan adanya konflik sebagai faktor terjadinya perubahan sosial. Berbeda dengan teori fungsional yang menghendaki keseimbangan dan stabilitas dan menghindari perubahan sosial,  teori ini lebih menekankan terjadinya perubahan sosial. Perubahan sosial merupakan sesuatu yang harus diwujudkan di masyarakat. Faktor utama yang mendorong terjadinya perubahan sosial adalah adanya konflik yang terjadi di masyarakat. Sehingga teori ini menekankan masyarakat sebagai subyek perubahan.

 
 
Karl Marx

Menurut Marx perubahan tidak saja dianggap normal, tetapi justru dibutuhkan dan terus didorong untuk menghilangkan ketidakadilan.

 
 
Menurut teori konflik,perubahan sosial merupakan sesuatu yang harus dilakukan. Untuk mewujudkan ke arah tersebut, dalam masyarakat harus terwujud adanya konflik. Berdasar teori ini bentuk perubahan masyarakat yang dikehendaki adalah revolusioner. Arah perubahan bisa positif maupun negatif.

D.  Proses perubahan sosial

Menurut William F.Ogburn perubahan sosial yang terjadi di masyarakat melalui tiga  proses.

  1. Discovery ( penemuan )

Menurut Koentjaraningrat discovery adalah suatu penemuan dari unsur kebudayaan yang baru, baik suatu alat atau gagasan baru dari seseorang atau sejumlah orang. Ralp Linton berpendapat bahwa setiap penambahan pengetahuan yang dimiliki masyarakat adalah discovery.

Dengan demikian dapat dikatakan discovery adalah suatu penemuan baru baik ide maupun alat  yang dapat mempengaruhi kehidupan  masyarakat.

  1. Invention yaitu penggunakan temuan baru dalam kehidupan. Invensi dapat dibagi menjadi dua yaitu invensi material ( telepon,televisi,pesawat terbang dll ) dan invensi sosial seperti huruf abjad,sistem pemerintahan yang konstitusional,perusahaan dll.

Proses suatu temuan baru menjadi invention melalui tiga tahapan. Pertama disebut basic invention yaitu proses penjajagan suatu temuan baru dalam kehidupan. Kedua disebut improving invention yaitu penerimaan awal suatu unsur baru dalam kehidupan. Ketiga disebut applied invention yaitu suatu penerimaan temuan baru dalam kehidupan bermasyarakat.

  1. 3. Difusi yaitu penyebaran unsur-unsur budaya dari suatu kelompok ke kelompok lain. Difusi dapat berlangsung baik dalam masyarakat maupun antar masyarakat. Sehingga suatu difusi dapat terjadi jika terjadi hubungan antar masyarakat satu dengan lain.

Secara proses disfusi memiliki beberapa cara :

a.Langsung atau direct diffusion yaitu proses penyebaran temuan baru yang dilakukan seseorang atau  kelompok secara langsung.

b.Estafeta atau indirect diffusion yaitu penyebaran temuan baru secara   bergantian

c.Melingkar-lingkar atau circle diffusion yaitu penyebaran temuan baru yang berbelit-belit dalam waktu yang sangat lama. Hal ini sebagai akibat perbedaan peradaban yang terlalu jauh antara kelompok penyebar dan masyarakat yang menjadi obyek difusi.

Beberapa cara difusi :

1. Langsung     A                       B

2. Estafeta        A                       B                       C                      D

3. Melingkar-lingkar     A                                                                  B

 
   

Selain adanya beberapa cara, difusi dalam prakteknya mempunyai beberapa bentuk :

  1. Symbiotic yaitu pertemuan antara individu-individu dari satu masyarakat dan individu-individu dari masyarakat lainya tanpa mengubah kebudayaan masing-masing.
  2. Penetration pasifique yaitu masuknya kebudayaan asing dengan cara damai serta tidak melalui paksaan. Contoh : penyebaran agama Islam di Indonesia.
  3. Penetration violente yaitu masuknya kebudayaan asing dengan paksaan baik berupa penjajahan maupun peperangan. Contoh: selama penjajahan di Indonesia Belanda memaksakan penggunaan bahasa Belanda di sekolah-sekolah maupun di kalngan birokrat.
 
 

Bedah Kasus

Cermati kasus berikut :

“ Kita masih ingat peristiwa alam yang terjadi di Aceh 26 Desember 2005. Peristiwa tersebut telah menyebabkan perubahan besar-besaran bagi masyarakat Aceh. Yang jelas wajah Aceh dalam segala hal telah berubah”

Tugas anda :

  1. Kaitkan kasus Aceh di atas dengan teori-teori perubahan sosial! Menurut anda teori mana yang dapat digunakan untuk menganalisa peristiwa Aceh 26 Desember 2005 ?
  2. Kasus di atas jika dilihat pada proses perubahan, apakah tiga proses perubahan dapat dikaitkan dengan peristiwa Aceh tersebut ?
 
 
Latihan soal-soal

A. Pilihlah jawaban yang paling benar !

  1. Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi pada pola-pola hubungan antar anggota masyarakat. Pendapat tersebut dikemukakan oleh……

a.  Kingsley Davis                                  d. Samuel Koening

b.  Selo Soemardjan                              e. Gillin and Gillin

c.  Smelser

2.   Pemikiran bahwa perkembangan masyarakat mengikuti suatu pola perubahan yang pasti adalah konsep teori perubahan….

a. Linear                                                 d. Siklus

b. Konflik                                                e. Fungsional

e. Hukum Tiga Tahap

3.   Dalam pandangan Auguste Comte pada awalnya masyarakat mendasarkan segala sesuatu pada kekuatan adikodrati. Tahap tersebut dinamakan….

a. Positip                                                            d. Modern

b. Metafisik                                            e. Klasik

c. Teologis

4.  Teori perubahan yang bersifat fungsional lebih menekankan ….

a. Perubahan evolusi                              d. Keseimbangan

b. Perubahan revolusi                             e. Ketidakseimbangan

c.  Perubahan bertahap

5.  Menurut teori konflik arah perubahan sosial yang terjadi di mayarakat bersifat tidak pasti. Maksudnya….

a. Belum diketahui siapa pelaku perubahan

b. Belum diketahui penyebab terjadinya perubahan

c. Belum diketahui dampak perubahan yang ditimbulkan

d. Belum diketahui persepsi adanya perubahan yang terjadi

e. Belum jelas apa tujuan yang diinginkan masyarakat

6.Menurut Pitirin Sorikin peradaban masyarakat mengalami tahapan yang dinamakan dengan idealistic culture. Maksudnya…..

a. Peradaban yang bersifat adikodrati

b. Peradaban yang bersifat rasionalitas

c. Peradaban yang didasarkan pada senasi ang terjadi di masyarakat

d. Peradaban yang merupakan gabungan nilai adikodrati dan rasional

e. Peradaban yang didasarkan pada penemuan-penemuan baru di masyarakat

7. Discovery adalah penemuan baru yang berupa…..

a. Hasil karya manusia                            d. Iptek

b. Alat dan gagasan                                 e. Kreasi seni

c.  Teknologi tepat guna

8. Salah satu syarat suatu discovery menjadi invention adalah……

a. Penemuan baru dapat diterima masyarakat

b. Penemuan baru dapat merubah kehidupan masyarakat

c. Penemuan baru dapat dipelajari oleh masyarakat

d.Penemuan baru dapat menyebabkan berkembangnya kebudayaan masyarakat

e.Penemuan baru dapat mempengaruhi stuktur sosial dan sistem sosial masyarakat

9.Perbedaan pokok discovery dan inovasi adalah….

a. Discovery menekankan pada alat dan ide, inovasi menekankan pada teknologi

b. Discovery merupakan temuan teknologi merupakan temuan alat dan ide

c. Discovery merupakan pembaharuan ide dan alat, inovasi merupakan pembahruan ide saja

d. Discovery merupakan awal invention,inovasi merupakan akhir invention

e. Discovery menjadi dasar inovasi, sedangkan inovasi menjadi dasar invention

10.Salah satu bentuk penyebaran kebudayaan  yang dalam prakteknya terjadi pemaksaan disebut….

a. Penetration Pasifique                           d. Akulturasi

b. Penetration Violente                             e. Asimilasi

c. Symbiotic

B. Kerjakan soal uraian berikut :

1. Jelaskan proses perubahan sosial yang terjadi di masyarakat !

2. Ada beberapa jenis difusi. Sebutkan dan jelaskan !

3. Jelaskan peran akulturasi dalam proses perubahan sosial !

4. Jelaskan perbedaan dan persamaan asimilasi dan akulturasi !

E. Bentuk-bentuk perubahan sosial

Perubahan sosial mempunyai beberapa bentuk :

  1. 1. Perubahan  lambat (evolusi) dan revolusi

Perubahan evolusi yaitu perubahan yang memerlukan waktu yang lama. Pada perubahan ini masyarakat pada umumnya tidak merasa bahwa dalam masyarakat telah terjadi perubahan. Oleh sebab itu perubahan ini tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.

Pada perubahan evolusi muncul beberapa teori :

Perubahan evolusi adalah perubahan yang prosesnya memakan waktu yang relatif lama. Pada perubahan yang evolusioner dalam masyarakat tidak ditandai adanya gejolak. Hal ini terjadi karena masyarakat menganggap bahwa tidak terjadi perubahan dalam masyarakat. Oleh sebab itu muncul beberapa teori yang berkaoitan dengan perubahan evolusioner.

a. Unilinear theories of evolution

Teori ini mengatakan masyarakat berikut kebudayaan yang dimiliki akan mengalami perkembangan secara bertahap dari kondisi yang sederhana menuju kondisi yang komplek. Pada teori ini masyarakat dipandang tidak mengalami stagnasi, namun berkembang secara bertahap. Teori ini meyakini bahwa setiap masyarakat pasti mengalami perubahan yang jelas menuju ke arah yang lebih baik ( progesif )

b. Universal theory of evolution

Teori ini mengatakan bahwa perkembangan suatu masyarakat tidak  melalui tahapan-tahapan tertentu. Dalam pandangan teori ini masyarakat merupakan hasil perkembangan kelompok homogen menuju kelompok yang heterogen.

Teori ini lebih menekankan masyarakat dalam struktur sosial yang berkembang menuju kondisi yang makin majemuk ( plural ). Oleh sebab itu masyarakat dipandang sebagai sekelompok manusia yang mempunyai struktur sosial yang berbeda-beda.

c. Multilined theories of evolution

Teori ini menekankan pada tahap-tahap perkembangan tertentu dalam evolusi masyarakat. Sebab dalam pandangan teori ini masyarakat diyakini berkembang secara bertahap dalam berbagai aspek kehidupan.

Perubahan revolusi adalah perubahan yang pengaruhnya merubah  pada sendi-sendi kehidupan masyarakat.  Perubahan ini akan menimbulkan gejolak di masyarakat. Terjadinya perubahan yang revolusi dapat direncanakan maupun tidak.

Tidak semua revolusi dapat berjalan seperti yang diinginkan. Kegagalan tersebut berkaitan dengan banyak faktor,baik yang bersifat manusia sebagai pelaku maupun faktor-faktor lain seperti waktu,persepsi masyarakat terhadap perubahan yang terjadi. Oleh sebab itu suatu revolusi akan berhasil apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut :

  1. Adanya keinginan masyarakat untuk melakukan perubahan yang didasari oleh perasaan tidak puas terhadap kondisi yang ada dalam masyarakat
  2. Terdapat pemimpin yang mampu menjadi penggerak jalanya perubahan
  3. Terdapat tujuan yang jelas
  4. Terdapat momentum yang tepat untuk mengadakan revolusi.

2.   Perubahan yang berdampak kecil dan besar

Perubahan yang terjadi di masyarakat dalam kenyataanya ada yang berdampak kecil dan besar. Berdampak kecil adalah perubahan yang dampaknya tidak berpengaruh secara fondamental terhadap tatanan kehidupan masyarakat. Dengan kata lain tidak merubah  struktur sosial di masyarakat. Contoh mode

pakaian, potongan rambut tidak akan membawa pengaruh berarti bagi kehidupan masyarakat secara keseluruhan.

Sedangkan perubahan yang berdampak besar perubahan yang terjadi di masyarakat yang mempunyai pengaruh besar terhadap struktur sosial  kehidupan masyarakat.Contoh industrialisasi pertanian di pedesaan akan berdampak pada perubahan struktur kehidupan masyarakat pedesaan.

  1. 3. Perubahan yang direncanakan (planned change) dan tidak direncanakan ( unplanned chane )

Perubahan yang direncanakan yaitu perubahan yang dilakukan oleh agen perubahan. Perubahan ini dirancang sesuai dengan target yang dikehendaki oleh agen perubahan. Contoh pembangunan jalan layang Jateng-Jatim. Rencana tersebut dapat diketahui berapa biaya, berapa waktu yang digunakan, siapa yang menjadi pelaksana, apa tujuan jalan tersebut dibangun dll.

Perubahan yang tidak direncanakan yaitu perubahan yang terjadi di masyarakat tetapi tidak direncanakan sebelumnya. Contoh munculnya pedagang kaki lima di perkotaan, pengamen di terminal dll.

Pada umumnya perubahan yang tidak direncanakan muncul sebagai akibat perubahan yang direncanakan.

 
 
Tugas individu

Baca beberapa masalah berikut :

1. Merebaknya Alfamart di berbagai  kecamatan

2. Berdirinya pabrik-pabrik di wilayah pedesaan

3. Pembangunan pasar induk di kabupaten atau kota

4. Pembangunan komplek perumahan pegawai negeri

Pilihlah salah satu tema masalah di atas selanjutnya kalian analisa berdasarkan berbagai bentuk perubahan sosial di atas !

 
 
Tugas Kelompok

Kerjakan soal-soal berikut dengan anggota kelompok anda dengan cara memberikan tanda garis lurus baik vertikal maupun horizontal !

  1. Teori evolusi yang mengatakan bahwa masyarakat berkembang dari homogen menuju heterogen adalah….
  2. Perubahan sosial yang didasarkan pada konsep dan tujuan yang jelas disebut….
  3. Perubahan sosial yang  mengarah pada arah perubahan yang positip disebut….
  4. Salah satu contoh perubahan yang berdampak kecil dalam kehidupan masyarakat adalah….
  5. Perkampungan kumuh yang ada di semua wilayah perkotaan  merupakan contoh perubahan….
  6. Yang termasuk contoh perubahan yang direncanakan adalah….
  7. Industrialisasi pertanian di suatu desa merupakan contoh perubahan sosial yang berdampak….
  8. Reformasi yang terjadi di Indonesia 1999 yang berakhir dengan jatuhnya presiden Suharto adalah contoh perubahan sosial dalam bentuk…….
  9. Menurunya semangat gotong royong adalah contoh perubahan…..

10.  Salah satu syarat agar jalanya revolusi membawa hasil adalah…

T I D A K P U A S O
A B E S A R G S W P
D U N I V E R S A L
P D R R T V H J N O
L F E P R O G R E S
A V G Y Q L D A L M
N B R T A U P O L O
N H E I D S T U I D
E L S U C I A S I E
D J A L A N R A Y A

 

 

F. Faktor-faktor pendorong  perubahan sosial

1. Internal

 

a.Bertambah dan berkurangnya penduduk

Penduduk merupakan salah satu faktor pendorong perubahan sosial. Apabila terjadi pertambahan penduduk akan menjadi pendorong terjadinya perubahan struktur dalam masyarakat. Contoh sengketa tanah Hak tanah, sewa tanah, harga tanah  didorong oleh bertambahnya jumlah penduduk.

Berkurangnya penduduk di suatu masyarakat menyebabkan perubahan sosial pada masyarakat tersebut. Contoh banyaknya pemuda desa yang melakukan urbanisasi, membawa dampak sulitnya mencari tenaga kerja di desa khususnya di bidang pertanian, sehingga ibu-ibu juga berperan sebagai tenaga kerja.

 

b.Adanya penemuan baru

Penemuan baru  (discovery)  baik pengetahuan maupun alat maupun invention dapat mendorong terjadinya perubahan sosial.  Penemuan baru dalam perkembanganya menimbulkan beberapa pengaruh :

1. Memancar

Yaitu penemuan baru yang  hasilnya memancarkan pengaruh dalam berbagai bidang kehidupan di masyarakat seperti politik,ekonomi,sosial,budaya,agama dll.

Dengan kata lain penemuan baru yang diterapkan di masyarakat mempunyai dampak yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat. Keterpengaruhan tata kehidupan masyarakat terjadi dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat.  Pengaruh penemuan baru dapat berdampak pada perubahan struktur kehidupan sosial budaya masyarakat.

Penemuan baru seperti televisi,radio,internet pengaruhnya memancar ke berbagai arah yang menyebabkan perubahan dalam lembaga-lembaga kemasyarakatan dan adat istiadat. Lihat bagan berikut :
 
   

2. Menjalar

Yaitu suatu penemuan baru menyebabkan perubahan-perubahan yang menjalar dari suatu lembaga kemasyarakatan ke lembaga-lembaga kemasyarakatan lainya.

Penemuan pesawat terbang membawa pengaruh terhadap metode peperangan, kemudian menambah perbedaan kekuatan antara negara-negara besar dengan negara-negara kecil, kemudian berpengaruh pada kekuasaan industri-industri besar, dst.

Lihat bagan berikut :

       
       

3. Memusat

Yaitu beberapa penemuan baru mengakibatkan satu jenis perubahan.

 
 
Penemuan mobil, kereta api, telepon menyebabkan timbulnya banyak pusat-pusat kehidupan di daerah pinggiran kota yang disebut suburb. Lihat bagan berikut :
 
   

c.Terjadinya konflik di masyarakat

Konflik yang terjadi di masyarakat baik individu-individu, individu-kelompok, kelompok-kelompok dapat menyebabkan terjadinya perubahan sosial di masyarakat.

d.Terjadinya revolusi

Revolusi atau pemberontakan yang dilakukan masyarakat dapat menyebabkan terjadinya perubahan sosial di masyarakat. Revolusi Perancis 1789 telah berhasil merubah Perancis menjadi negara yang berdasar demokrasi. Revolusi Kaum Bolsevyk di Soviet  1917 telah merubah Soviet menjadi negara Komunis. Demikian juga revolusi industri di Inggris abad 18 telah merubah struktur kehidupan masyarakat Inggris yang agraris konvensional menjadi negara industri yang besar pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat Inggris dan dunia pada umumnya.

2. Faktor eksternal

Perubahan sosial yang terjadi di masyarakat juga disebabkan oleh beberapa faktor dari luar :

  1. 1. Bencana alam

Peristiwa alam seperti gempa bumi dan Tsunami di Aceh, banjir, gunung meletus dapat menyebabkan terjadinya perubahan sosial di masyarakat. Contoh : Tsunami di Aceh menyebabkan hancurnya kehidupan sosial di Aceh, Gempa bumi di Jogja menyebabkan terjadinya perubahan struktur sosial,pola perkampungan,dan sistem sosial di Bantul dll.

  1. 2. Peperangan

Perang juga menjadi penyebab terjadinya perubahan sosial. Sebab akibat perang akan berdampak pada hancurnya tananan kehidupan sosial di masyarakat secara keseluruhan.

  1. 3. Pengaruh budaya lain

Masyarakat tentu berhubungan dengan masyarakat lain. Interaksi tersebut menyebabkan terjadinya saling mempengaruhi satu sama lain. Hal tersebut akhirnya berpengaruh pada perubahan pada masyarakat. Pengaruh masuknya unsur lain dari masyarakat lain dapat terjadi melalui difusi.

  Faktor Pendorong Internal   Faktor Pendorong eksternal
1

 

2

3

 

4

 

Bertambah dan berkurangnya penduduk

Adanya penemuan baru

Terjadinya konflik di masyarakat

Terjadinya revolusi

 

 

1

2

3

Bencana alam

Peperangan

Pengaruh budaya lain melalui proses:

  1. Akulturasi
  2. Asimilasi
  3. difusi

 

C. Faktor penghambat perubahan sosial

Ada beberapa faktor penghambat terjadinya perubahan sosial

1. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain.

Masyarakat yang mempunyai hubungan dengan masyarakat secara luas akan cepat mengalami perubahan sosial. Sebaliknya masyarakat yang hubungan dengan fihak luar kurang, akan mengalami hambatan dalam melakukan perubahan sosial.

2. Penguasaan  iptek yang terhambat

Masyarakat yang terhampat menguasai iptek,biasanya terjadi pada masyarakat yang tertutup. Hal tersebut akan berpengarih pada lambatnya perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat.

3. Adanya vested intersted yang kuat. Yaitu kepentingan yang tertanam pada beberapa elit masyarakat.

4. Prasangka buruk terhadap pembaharuan

Sikap masyarakat yang berprasangka terhadap unsur-unsur dari luar akan menghhambat terjadinya perubahan sosial di masyarakat.

5.Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis

Yaitu hambatan-hambatan yang berhubungan dengan konsep hidup suatu masyarakat.

Dampak perubahan sosial

Perubahan sosial yang terjadi di masyarakat membawa dampak positip dan negatip. Dampak perubahan sosial ada yang mengarah pada kebaikan maupun kemunduran bagi tatanan kehidupan masyarakat.

Beberapa dampak positip terjadinya perubahan sosial yang dapat kita amati antara lain :

  1. Memiliki nilai dan norma  sosial baru sebagai konsekwensi ditinggalkanya nilai dan norma sosial lama yang dianggap tidak sesuai dengan tuntutan dinamika sosial masyarakat.
  2. Perubahan struktur sosial dan relasi sosial yang  lebih egaliter. Hal ini ditandai dengan makin tergesernya stratifikasi sosial tertutup menjadi suatu lapisan sosial yang terbuka dan demokratis.
  3. Munculnya pranata-pranata sosial baru yang sesuai dengan tuntutan kehidupan masyarakat.
  4. Terjadinya kemajuan di masyarakat dalam berbagai bidang kehidupan baik secara ekonomi,sosial budaya,politik.

Beberapa dampak positip tersebut  esensinya merupakan peningkatan kualitas tatanan kehidupan sosial di masyarakat.

 
 
Pada dasarnya dampak positip perubahan sosial adalah meningkatnya kualitas tatanan kehidupan sosial di masyarakat. Peningkatan kualitas tersebut ditandai dengan ditinggalkanya unsur-unsur lama yang dianggap tidak sesuai dengan tuntutan dinamika sosial, dan diterimanya unsur-unsur baru untuk melengkapi unsur-unsur lama yang masih dipertahankan.

Sedangkan dampak negatip terjadinya perubahan sosial di masyarakat antara lain :

1.  Masyarakat mengalami disorientasi nilai sosial dan norma sosial.

Pada saat ini masyarakat sudah tidak mengindahkan nilai dan norma yang ada di       masyarakatnya. Tetapi mereka belum mempunyai nilai dan norma sosial yang baru.

2.  Terjadi konflik sosial baik secara vertikal maupun horizontal.

Konflik sosial baik vertikal maupun horizontal terjadi karena adanya benturan   kepentingan dalam merespon perubahan sosial yang terjadi.  Sebab di dalam masyarakat  selain terdapat kelompok yang diuntungkan, juga terdapat kelompok yang dirugikan. Benturan kepentingan inilah yang menyebabkan terjadi konflik sosial di masyarakat.

  1. Terjadi krisis multidimensi di masyarakat baik secara politik, sosial, ekonomi maupun budaya. Kondisi demikian berdampak pada tidak berfungsinya pranata sosial di masyarakat.
  2. Rusaknya ekosistem sebagai akibat berkembangnya pembangunan industri baik makanan,minuman,perumahan,transportasi dll
Pada dasarnya dampak negatip perubahan sosial bagi masyarakat adalah penurunan kualitas kehidupan masyarakat. Hal tersebut dapat terjadi karena masuknya unsur-unsur yang bertentangan dengan unsur-unsur lama yang dipedomani masyarakat. Kondisi demikian dalam perkembangan akan terjadi shock culture (goncangan budaya) dan cultural lag ( ketimpangan budaya ).
Tugas Kelompok

Baca dan cermati kasus berikut  !

Toni ……

Selamat bertemu. Kamu baik ?? Kuharap demikian. Aku ingin bercerita padamu tentang hidup dan cintaku. Kuharap kau bisa mendengar.

Toni…..

Aku di Jakarta baik-baik. Aku sudah mempunyai anak. Mungkin kamu bertanya itu anak siapa ?? Ia anakku. Sebenarnya aku ingin mengatakan itu anak kita. Tapi aku takut kau menolak. Maka kusebut saja anakku. Ia kini sudah berumur satu tahun. Seorang lelaki cilik yang tumbuh sehat. Ia sudah mulai berjalan, walau masih tertatih-tatih. Ia sudah bisa menyebut mama.

Kalau aku melihat dia, sering lamunanku terarah pada bayangan masa lampau. Angan-angan kita dulu. Aku ingat, waktu kita bercumbu mesra di pantai Ancol. Kala itu kita pernah merangkai khayal tentang anak kita nanti.

Waktu itu kau bilang,”Dik,…aku  ingin kita punya anak dua, laki dan perempuan” Tetapi kubilang” Aku ingin punya anak 10, supaya bisa bentuk group Volly, agar bakat kita tidak hilang dimakan usia.

Lalu kau cubit pipiku gemas. Lalu kau rangkul aku. Dan aku tenggelam dalam pelukanmu. Mesra sekali…..

Ukiran kayalan kita kini terwujud dalam diri anakku. Anakku laki-laki, ganteng, putih kulitnya dan lurus rambutnya. Sorot matanya  mengagumkan. Seperti sorot matamu yang pernah kugagumi.

Ino adalah nama anakku. Ia lahir karena cintaku. Cintaku yang dikawinkan dengan nafsumu. Nafsumu yang diselubungi dengan cinta palsu.

Aku ingat ….mulanya kamu sangat menyayangi diriku. Kasihmu nampak begitu besar dan tulus. Namun akhirnya akulah yang menjadi korban nafsumu. Aku terlena dalam bisikan palsumu. Dan aku akhirnya hamil.

Namun dalam kegelisahan diriku, kau pergi begitu saja. Pergi dalam diam, tiada berita sedikitpun yang kamu berikan kepadaku.

Ton……,kini aku berjuang untuk hidupku dan anakku. Terpaksa aku jualan kue untuk mengisi perutku dan anakku. Inilah perjalanan hidupku yang tak tahu kapan akan berakhir.

Surat ini kutulis, bukan sebagai pengaduan. Bukan juga usaha pencarian dirimu. Juga bukan untuk menggugat nuranimu. Bahkan untuk kembali padamu adalah sesuatu yang mustahil. Karena aku tahu, sekarang kamu telah mempunyai istri.

Namun……..,ada pintaku. Kau mau dengar ?? Kuharap bisa. Aku minta kamu tetap menjadi orang yang baik. Jangan mencari korban baru lagi. Biarlah gadis-gadis tumbuh dan mekar dalam cinta yang tulus, bukan cinta palsu. Tolonglah mereka, kalau mereka mudah tenggelam. Tolonglah jabang bayi agar lahir dapat melihat dan menikmati kasih bapaknya. Jangan biarkan mereka hidup dalam tanya “ Siapakah bapakku ?” Itu saja. Selamat berjuang untuk hidup yang baik !

Salamku untukmu,

Ratih

Diskusikan dengan teman-teman kelompok anda !

  1. Apa intisari uraian cerita di atas ?
  2. Dilihat dari faktor perubahan sosial, faktor apa saja yang menyebabkan Ratih dan Toni bergaul sedemikian jauh ? Jelaskan !
  3. Menurut kelompok anda, langkah apa yang semestinya ditempuh oleh Ratih terhadap Toni ? Jelaskan !
  4. Menurut  kelompok anda, bagaimana semestinya sikap yang harus ditunjukkan Toni ? Jelaskan !
  5. Jika dilacak tentang siapa yang bersalah, menurut kelompok anda siapakah yang bersalah sehingga Ratih hamil sebelum nikah ?

 

 

G. Globalisasi, Modernisasi dan Westernisasi

Pembahasan tentang perubahan sosial tidak dapat lepas dari masalah globalisasi,modernisasi dan westernisasi. Ketiganya merupakan hasil interaksi sosial antar masyarakat  baik secara nasional,regional maupun internasional. Baik globalisasi,modernisasi maupun westernisasi merupakan contoh konrit adanya perubahan sosial dalam skala besar yang pengaruhnya telah menyentuh sendi-sendi kehidupan masyarakat secara luas.

1. Globalisasi

Globalisasi adalah proses terbentuknya suatu sistem sosial global yang baik secara organisasi maupun komunikasi antara masyarakat di seluruh dunia untuk mengikuti sistem dan kaidah yang sama. Michael Haralambos menjelaskan bahwa globalisasi adalah suatu proses yang didalamnya  batas-batas negara luluh dan tidak penting lagi dalam kehidupan sosial.

Ada beberapa faktor yang mendorong globalisasi :

Ada beberapa faktor yang mendorong terjadinya globalisasi : 1).perdagangan internasional  2).Kemajuan sistem komunikasi dan perhubungan   3).Pariwisata   4).Perkembangan media masa  5).Migrasi internasional

2. Modernisasi

Modernisasi adalah proses perubahan masyarakat tradisional menunju masyarakat modern. Proses perubahan sosial melalui modernisasi mempunyai dimensi yang sangat luas dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat khususnya pada bidang teknologi dan organisasi.

Dilihat dari perspektif perubahan sosial,modernisasi merupakan bentuk perubahan yang  direncanakan. Jadi arah perubahan yang dinginkan adalah ke arah yang progress, dari kondisi masyarakat yang tradisional menunju tahapan masyarakat modern. Namun demikian dalam penerapanya juga membawa akibat terjadinya disorganisasi yaitu memudarnya norma-norma dan nilai-nilai lama dalam kehidupan masyarakat.

Indikasi suatu masyarakat tradisional menjadi modern apabila terjadi penerapan teknologi baik dalam bidang pertanian,maupun perekonomian pada umumnya serta adanya pemantapan organisasi sosial yang ditandai dengan bertambahnya nilai dan norma baru yang menambah makin kondusip kehidupan masyarakat.

a. Syarat-syarat modernisasi :

Modernisasi merupakan proses sosial yang terjadi di masyarakat  mempunyai beberapa persyaratan :

  1. Cara berfikir limiah ( scientific thinking ) baik dalam pemerintahan maupun dalam kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu  masyarakat modern membutuhkan dukungan sistem pendidikan dan pengajaran yang maju dan berkembang.
  2. Sistem adiministrasi negara yang baik.
  3. Sistem pengumpulan data yang baik dan teratur yang terpusat pada suatu lembaga atau badan tertentu.
  4. Penggunaan alat-alatkomunikasi masa untuk penciptaan iklim kerja yang menguntungkan guna menciptakan kepercayaan masyarakat.
  5. Memiliki organisasi yang tinggi guna menciptakan tata kerja yang disiplin
  6. Terjadi sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perubahan sosial.

b. Ciri-ciri masyarakat modern

Mengacu pendapat Selo Soemardjan masyarakat modern mempunyai ciri-ciri :

  1. Hubungan antar manusia lebih didasarkan pada kepentingan-kepentingan pribadi
  2. Hubungan dengan  masyarakat lain dilakukan secara terbuka dalam suasana saling mempengaruhi
  3. Kepercayaan kuat pada manfaat ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai sarana mencapai kesejahteraan masyarakat
  4. Masyarakat tergolongkan menjadi beberapa kelompok berdasar pada masing-masing profesi serta keahlian yang dimiliki
  5. Tingkat pendidikan fromat relatif tinggi dan merata
  6. Hukum yang berlaku adalah hukum tertulis
  7. Ekonomi hampir seluruhnya merupakan ekonomi pasar yang didasarkan pada penggunaan uang adan alat pembayaran modern.
  1. Ciri-ciri manusia modern

Sehubungan dengan ciri-ciri masyarakat modern yang memaparkan berbagai persyarakatan baik sikap mental maupun sistem sosial budaya, perlu diketahui juga tentang ciri-ciri manusia modern yang akan menjadi aktor dalam proses modernisasi. Alex Inkeles memberika penjelasan tentangciri-ciri manusia modern sebagai berikut :

  1. Mempunyai sikap terbuka untuk menerima hal-hal baru atau pengalaman baru

Adapun indikator manusia yang mempunyai sikap terbuka antara lain :

  1. Bersikap terbuka terhadap perubahan dan pembaharuan
  2. Berpikir positip terhadap sikap,nilai,budaya dan hasil teknologi yang berasal dari luar
  3. Menghargai pendapat orang lain walaupun berbeda
  4. Bersedia mengakui kelebihan dan kekurangan dirinya dan orang lain
  1. Berpandangan luas, tidak saja terpukau pada masalah di lingkunganya tetapi juga di luar lingkunganya

Adapun indikator manusia yang berpandangan luas antara lain :

  1. Mempunyai sikap demokratis
  2. Tidak menolak adanya keanekaragaman
  3. Mampu berbeda pendapat
  4. Peka terhadap persoalan-persoalan baik yang ada di lingkungannya maupun di luar lingkunganya
  1. Berorientasi ke masa depan

Indikator manusia yang berorientasi ke masa depan antara lain :

  1. Bersedia mengambil pelajaran tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lampau
  2. Berusaha membuat prediksi kehidupan mendatang
  3. Menghargai waktu
  4. Suka bekerja keras
  1. Suka bekerja dengan perencanaan

Manusia demikian mempunyai beberapa indikator :

  1. Menyusun perencanaan sebelum melakukan aktivitas
  2. Menyusun tahapan pencapaian tujuan
  3. Menyusun prediksi keberhasilan
  1. Mampu menguasai alam, tidak pasrah terhadap alam

Indikator manusia demikian antara lain :

  1. Dapat memanfaatkan lingkungan alam secara maksimal untuk kesejahteraan hidup
  2. Mempunyai sikap merusak alam
  1. Mempunyai perhitungan dalam memecahkan masalah

Indikator manusia demikian antara lain :

  1. Bersikap rasional dalam memecahkan masalah
  2. Dapat beradaptasi dengan lingkungan sosialnya
  1. Menghargai harkat manusia lain

Indikator manusia demikian antara lain :

  1. Menghargai sesama manusia
  2. Mengakui persamaan hak dan kedudukan antara laki-laki dan perempuan
  3. Dapat bekerjasama dengan orang lain
  1. Percaya pada iptek

Indikator ciri manusia demikian antara lain :

  1. Berfikir rasional
  2. Bersikap obyektif
  3. Mengakui manfaat iptek

9.   Menganut prinsip bahwa ganjaran seharusnya diberikan sesuai dengan prestasinya

Manusia demikian mempunyai ciri-ciri :

  1. Menghargai prestasi kerja orang lain
  2. Tidak melakukan tindakan menerabas untuk mendapatkan kedudukan sosial
  3. Bersikap lapang atas keberhasilan orang lain
  4. Suka bekerja keras
  5. Bertanggungjawab
  6. Percaya atas kemampuan sendiri

3. Westernisasi

Westernisasi adalah sikap hidup yang meniru orang barat baik cara bicara,pakaian,tata kelakuan,nilai dan norma yang berlaku di barat. Sikap demikian disebut kebarat-baratan. Secara khusus Koentjaraningrat memberikan contoh sikap kebarat-baratan antara lain : meniru gaya pakaian orang barat, merendahkan bahasa nasional,merayakan ulang tahun dengan pesta mewah dll.

Latihan Soal

A. Pilihlah salah satu jawaban yang anda anggap benar !

1. Faktor internal pendorong perubahan sosial yang berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia adalah….

a. Discovery                                                 d. Interaksi sosial

b. Revolusi                                                   e. Konflik

c. Vested interested

2. Salah satu pendorong perubahan sosial adalah….

a. Kontak dengan masyarakat lain              d. Sikap konsumtif

b. Fanatisme kelompok                               e. Modernisasi

c. Vested intersted

3.Contoh perubahan akibat pertambahan penduiduk adalah….

a. Sistem hak milik tanah                             d. Pola tingkah laku

b. Jenis makanan pokok                              e.  Sistem bahasa

c. Jumlah kebutuhan hidup

4.Beberapa masalah perubahan di bawah ini antara lain :

1. Bertambah dan berkurangnya penduduk

2. Adanya penemuan-penemuan baru

3. Konflik dalam masyarakat

4. Terjadinya peperangan

5. Terjadinya bencana alam

Dari pernyataan di atas yang merupakan salah satu faktor perubahan yang berasal dari luar masyarakat adalah….

a. 1 dan 2                                                     d. 2 dan 5

b. 1 dan 3                                                     e. 4 dan 5

c. 2 dan 4

5.Salah satu jenis penemuan baru yang menjalar dari satu bidang ke bidang yang lain   adalah….

a. Televisi                                                    d. Telepon seluler

b. Mesin uap                                                e. Mode pakaian

c. Kereta api

B. Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar !

1. Penemuan baru yang bersifat menjalar contohnya antara lain………………………..

2. Suatu temuan baru baik ide maupun alat disebut ……………

3. Apabila suatu penemuan baru dilakukan perubahan hanya pada aspek teknologi dan model disebut……………………………………

4. Gaya hidup yang hanya mengikuti gaya hidup orang barat disebut …………..

5. Globalisasi adalah…………………..

C. Jawablah pertanyaan di bawa ini dengan benar !

1. Sebutkan 5 ciri dari 9 ciri  manusia modern  menurut Alex Inkeles! Jelaskan masing-masing berikut contohnya !

2. Jelaskan dampak positif dan negatif perubahan sosial yang terjadi di masyarakat !

 

 

LEMBAGA SOSIAL

 
 
Standar Kompetensi                          : Memahami  lembaga sosial

Kompetensi Dasar                             : Menjelaskan hakekat lembaga sosial

Di masyarakat

Indikator                                                :      1. Menjelaskan pengertian lembaga social

2. Menjelaskan  syarat terbentuknya lembaga social

3. Mengidentifikasi lembaga social yang ada

di masyarakat

4. Mennjelaskan jenis-jenis lembaga sosial

5. Menjelaskan  fungsi lembaga  sosial

6.Mennjelaskan jenis-jenis lembaga sosial

7.Menjelaskan  fungsi lembaga  pendidikan

  1. A. HAKIKAT LEMBAGA SOSIAL
    1. 1. Pengertian Lembaga Sosial

Istilah lain lembaga sosial adalah  social institution. Namun juga terdapat pengertian yang mempersepsikan lembaga sosial sama dengan pranata sosial. Oleh karena itu, dalam ilmu sosial antara lembaga sosial dengan pranata sosial mempunyai kesamaan arti. Berikut ini pengertian lembaga sosial dari beberapa ahli :

a.  Mac Iver

Lembaga sosial sebagai tata cara atau prosedur yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antarmanusia dalam suatu kelompok masyarakat.

b.  Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi

Lembaga sosial adalah semua norma dari segala tingkat yang berhubungan dengan suatu ketentuan pokok dalam kehidupan masyarakat.

c.  Soerjono Soekanto

Lembaga sosial adalah himpunan himpunan norma-norma yang berhubungan dengan kebutuhan pokok dalam masyarakat.

2.Fungsi Lembaga Sosial

Lembaga sosial mempunyai beberapa fungsi sesuai dengan bidangnya masing-masing. Fungsi tersebut antara lain :

  1. a.      Memberikan pedoman kepada anggota masyarakat tentang sikap dalam menghadapi   masalah di masyarakat, terutama yang menyangkut kebutuhan pokok.
    1. b.   Menjaga keutuhan dari masyarakat yang bersangkutan.
    2. c.      Memberi pegangan kepada anggota masyarakat untuk mengadakan pengawasan   terhadap tingkah laku para anggota.

3. Syarat-syarat Lembaga Sosial

Syarat-syarat terbentuknya lembaga sosial antara lain :

a.  Merupakan suatu tata kelakuan yang baku, yang bisa berupa norma-norma dan adat istiadat yang   hidup dalam masyarakat.

  1. Merupakan  kelompok-kelompok manusia yang menjalankan aktivitas bersama dan saling berhubungan
  2. Sebagai sentral aktivitas yang mempunyai tujuan memenuhi kebutuhan tertentu, yang didasari dan dipahami oleh kelompok-kelompok yang bersangkutan.
  3. Mempunyai perlengkapan dan peralatan.
  4. Merupakan sistem aktivitas manusia dalam kurun waktu tertentu.
  5. B. TIPE-TIPE LEMBAGA SOSIAL

Gillin and Gillin menjelaskan ada beberapa tipe lembaga sosial berdasar masing-masing sudut pandang :

1.  Berdasar pada perkembangan di masyarakat   :

a.  Cresive institution yaitu lembaga sosial tumbuh di masyarakat tanpa ada kesengajaan. Contoh : lembaga hak milik, perkawinan, agama dan lain-lain.

b.  Enacted institutions, yaitu lembaga sosial yang sengaja dibentuk masyarakat untuk mencapai tujuan tertentu. Contoh Bank, Sekolah, lembaga perdagangan, partai politik dll.

2. Berdasar pada sistem nilai yang diterima masyarakat :

a. Basic institutions yaitu  lembaga sosial yang bertujuan untuk memelihara dan   mempertahankan tata tertib dalam masyarakat. Contoh : keluarga, negara, dll

b. Subsidiary institution yaitu lembaga sosial yang berkaitan dengan hal-hal yang  dianggap kurang penting oleh masyarakat. Contoh : rekreasi,mentraktir teman pada saat ulang tahun  dll

3. Berdasar respon masyarakat :

a. Approved atau sanctioned intitutions yaitu lembaga sosial yang keberadaannya  diterima masyarakat. Contoh : sekolah, perusahaan dagang, dan lain-lain.

b. Unsanctioned institutions yaitu lembaga sosial yang keberadaanya  ditolak oleh masyarakat. Contoh: kelompok penjahat, kelompok pemeras,kelompok penjudi dll

4. Berdasar penyebarannya :

  1. General isntitutions yaitu  lembaga sosial yang dikenal oleh sebagian besar masyarakat  dunia. Misalnya lembaga agama.
  2. Restricted institutions yaitu lembaga sosial yang dikenal oleh masyarakat tertentu saja.  Misalnya : lembaga agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dll.

5. Berdasar fungsi :

  1. a.      Operative instituions merupakan lembaga sosial yang berfungsi menghimpun pola-pola atau tata cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan dari masyarakat yang bersangkutan. Contoh : lembaga industri.
  2. b.      Regulative institutions merupakan lembaga sosial yang bertujuan mengawasi tata kelakuan yang ada dalam masyarakat. Contoh : kejaksaan, pengadilan dan lain-lain.

 

C. Karakteristik Lembaga Sosial

Lembaga sosial memiliki karakteristik atau ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan suatu sistem norma yang bukan sebuah lembaga sosial. Karakteristik atau ciri tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Memiliki simbol sendiri. Setiap lembaga sosial memiliki simbol tersendiri yang digunakan untuk menandai suatu kekhasan atau memberi ciri khusus dari setiap lembaga. Dengan demikian, lembaga sosial tersebut dapat memberi identitas tertentu bagi anggota masyarakat yang terlibat di dalamnya.

Contoh :

  • Dalam lembaga hukum, terdapat simbol seorang wanita memagang timbangan dan pedang dengan mata tertutup.
  • Dalam lembaga keluarga terdapat simbol cincin kawin.
  • Dalam lembaga politik terdapat simbol bendera.
  1. Memiliki tata tertib dan tradisi. Lembaga sosial memiliki tata tertib dan tradisi yang tertulis maupun tidak tertulis yang dijadikan panutan bagi pengikutnya.

Contoh :

  • Dalam lembaga keluarga, terdapat aturan tentang bagaimana menghormati orang yang lebih tua dan melindungi orang yang lebih muda. Dalam lembaga kepolisian, terdapat aturan bagaimana menciptakan ketertiban dan keamanan masyarakat.
  1. Usianya lebih lama. Pada umumnya usia lembaga sosial lebih lama dibandingkan dengan usia orang. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya lembaga sosial yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Contoh :

  • Dalam lembaga keluarga, sistem pertunangan atau pewarisan sudah ada sejak jaman dahulu hingga sekarang masih dianut oleh masyarakat.
  1. Memiliki alat kelengkapan. Lembaga sosial memiliki alat kelengkapan tertentu yang digunakan untuk mewujudkan tujuan lembaga tersebut.

Contoh :

  • Bajak dalam lembaga ekonomi digunakan untuk membajak sawah agar siap ditanami.
  • Buku dalam lembaga pendidikan merupakan alat untuk mencapai tujuan proses belajar mengajar.
  1. Memiliki ideologi. Lembaga sosial memiliki ideologi sendiri. Ideologi atau sistem gagasan mendasar ini dimiliki secara bersama dan dianggap ideal bagi para pendukung lembaga.
  2. Memiliki tingkat kekebalan atau daya tahan. Lembaga yang sudah terbentuk tidak akan lenyap begitu saja.

Contoh :

  • Lembaga pendidikan memiliki kurikulum yang mengatur kegiatan belajar mengajar agar tujuan belajar dapat diwujudkan.
  • Adat istiadat dalam lembaga sosial dijadikan pedoman perilaku dalam kehidupan masyarakat.

 

D. Jenis-jenis Lembaga Sosial

1. Lembaga keluarga

Keluarga merupakan unit terkecil masyarakat yang terbentuk melalui proses perkawinan. Sebagai unit terkecil, maka keluarga menjadi lembaga sosial pembentuk keperibadian individu yang pertama dan utama.

Dilihat dari bentuknya keluarga dibedakan menjadi dua yaitu  keluarga inti (nuclear family ) dan extended family atau keluarga meluas. Keluraga inti adalah keluarga yang terdiri dari ayah,ibu dan anak-anak yang belum menikah. Sedangkan keluarga luas adalah keluarga yang terdiri dari ikatan keluarga dalam satu keturunan. Anggota kelurga luas meliputi kakek,nenek,ipar,paman,anak,cucu dst.

Setiap keluarga pada masing-masing masyarakat mempunyai pola menetap setelah menikah berbeda-beda. Pada umumnya pola menetap setelah menikah dibagi menjadi tiga :

a.Patrilokal ( virilokal ) yaitu pola menetap pasangan suami istri yang berada di keluarga suami

b.Matrilokal ( otrolokal ) yaitu pola menetap setelah menikah yang dilakukan   suami istri yang berada di keluarga istri.

c.Neolokal yaitu pasangan suami istri menetap di tempat yang baru

Keluarga juga mempunyai perbedaan cara perkawinan maupun pola kekerabatan. Cara perkawinan ada  endogami dan eksogami. Perkawinan endogami adalah perkawinan laki dan perempuan yang sama-sama berasal dari satu alur kekerabatan. Jika pada masyarakat feodal maupun kasta, perkawinan endogami terjadi antar sesama kelas sosialnya.  Sedang perkawinan eksogami adalah perkawinan laki dan perempuan yang berasal dari luar alur kekerabatan maupun luar kelas sosialnya.

Sedangkan sistem kekerabatan yang dianut oleh masing-masing keluarga dalam suatu masyarakat juga berbeda-beda. Pada umumnya sistem kekerabatan dibagi menjadi tiga yaitu :

a.Bilateral yaitu sistem kekerabatan yang menarik garis keturunan dari fihak ayah dan ibu. Konsep ini dilakukan oleh masyarakat Jawa dan Sunda.

b.Unilateral yaitu sistem kekerabatan yang hanya menghitung garis kekerabatan dari satu fihak. Unilateral dibagi menjadi :

  1. Matrilineal yaitu sistem kekerabatan yang menarik garis keturunan dari fihak  ibu. Masyarakat yang menerapkan sistem ini adalah Minangkabau.
  2. Patrilineal yaitu sistem kekerabatan yang menarik garis keturunan dari fihak ayah. Sistem ini dipraktekkan masyarakat  Batak,Bali, Asmat,Dani dll

Fungsi lembaga keluarga

Sebelum kita bahas tentang fungsi keluarga, akan dibahas terlebih dahulu tentang pengrtian keluarga dan ciri-ciri keluarga. Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri atas ayah, ibu dan anak-anak. Menurut Hunt dan Horton, keluarga adalah suatu kelompok kekerabatan yang menyelenggarakan pemeliharaan anak dan kebutuhan manusiawi tertentu lainnya. Berdasar uraian tersebut ciri-ciri keluarga dapat diuaraikan sebagai berikut :

1.   Terjadinya hubungan pasangan diantara dua jenis.

  1. Terbentuk kerena diikat melalui perkawinan yang dapat mengukuhkan keluarga tersebut.
  2. Adanya pengakuan yang resmi dari anak-anak keturunannya.
    1. Kehidupan ekonomi diselenggarakan bersama.
    2. Adanya bentuk kehidupan rumah tangga.

Selanjutnya kita jelaskan tentang fungsi keluarga dalam posisinya sebagai unit sosial terkecil dalam masyarakat. Dalam persepsi Sosiologi keluarga mempunyai beberapa fungsi :

a. Afeksi ( kasih sayang )

b. Reproduksi ( regenerasi )

c. Edukatif ( pendidikan )

d. Proteksi ( perlindungan )

e. Ekonomi ( sandang,pangan dan papan )

f.  Relegi ( penanaman nilai-nilai agama )

Unsur Lembaga keluarga

Lembaga keluarga sebagai suatu sistem sosial memiliki beberapa unsur atau elemen yang tiap unsumya memiliki fungsi yang mendukung tercapainya tujuan keluarga. Setiap keluarga memiliki unsur-unsur yang sama. Namun, bentuk dan perwujudannya berbeda sesuai dengan situasi dan kondisi keluarganya. Unsur-unsur keluarga yang umum berlaku di masyarakat adalah sebagai berikut.

  1. Pola perilaku         : afeksi, kesetiaan, tanggung jawab, rasa hormat, kepatuhan
  2. Budaya simbolis   : mas kawin, cincin kawin, busana pengantin, upacara
  3. Budaya manfaat    : rumah, apartemen, dan rumah tangga, kendaraan
  4. Kode spesialisasi : izin kawin, kehendak, keturunan, hukum perkawinan
  5. Idiologi                   : cinta, kasih sayang, keterbukaan, familisme, individualisme

Lembar Tugas :

  1. Bentuklah kelas anda menjadi 5 kelompk !
  2. Carilah kliping yang menguraikan tentang peran keluarga sebagai agen sosialisasi anggota keluarga !
  3. Berikan tanggapan masing dari uraian kliping yang anda cermati !
  4. Diskusikan di dalam kelas tentang materi yang anda bahas !

2. Lembaga Pendidikan

Lembaga pendidikan dalam pembahasan ini adalah lembaga pendidikan formal yaitu sekolah. Sekolah merupakan tempat siswa belajar dan guru mengajar. Dengan kata lain sekolah berfungsi sebagai sarana pewarisan budaya kepada para siswa. Dengan kata lain lembaga pendidikan merupakan wadah pengembangan pengetahuan. Kelahoran dan perkembangan lembaga pendidikan tentu terkait dengan perkembangan peradaban masyarakat yang telah mengarah pada spesisalisasi ketrampilan dan pengetahuan yang bersifat formal.

Kebutuhan akan intensitas (kedalaman) pengetahuan atau pendidikan pada tiap masyarakat tentu berbeda. Pada masyarakat sederhana, segala pengetahuan dan keterampilan seseorang cukup didapat atau diperoleh dan keluarga atau kerabatnya. Umumnya, pengetahuan yang mereka peroleh adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara mereka memenuhi kebutuhannya, seperti cara berburu dan mengolah binatang basil buruan, serta cara mengolah ladang. Namun, sejalan dengan perkembangan zaman, kebutuhan manusia bertambah pula. Dikenalnya pembagian kerja yang menuntut keahlian tertentu dalam berbagai proses produksi mendorong masyarakat untuk memperdalam pengetahuannya. Kemudian, dibentuklah lembaga pendidikan formal sebagai pelengkap lembaga pendidikan informal (keluarga).

Pendidikan formal, seperti sekolah, menawarkan pendidikan yang berjenjang dan tingkat dasar sampai jenjang pendidikan tinggi. baik yang bersifat umum maupun khusus, seperti sekolah agama dan sekolah luar biasa. Di samping adanya pendidikan formal, masyarakat juga mengenal dan membentuk pendidikan non-formal, seperti kursus-kursus keterampilan, kursus bahasa, dan kursus komputer.

Fungsi lembaga pendidikan

Horton dan Hunt menjelaskan ada dua fungsi lembaga pendidikan.

1. Fungsi manifes (nyata ) meliputi :

1.  Mempersiapkan anggota mayarakat untuk mencari nafkah

2. Mengembangkan bakat perseorangan demi kepuasan pribadi dan kepentingan masyarakat

3.  Melestarikan kebudayaan

4.  Menanamkan ketreampilan yang perlu bagi partisipasi dalam demokrasi

Selain fungsi manifes tersebut, peran lembaga pendidikan dalam proses pewarisan    budaya dapat diuraikan sebagai berikut :

1.  Mengembangkan kekuatan penalaran ( the power of reasoning )

2.  Mempertinggi budi pekerti

3.  Memperkuat kepribadian

4.  Mempertebal semangat kebangsaan

5.  Menumbuhkan manusia pembangunan

Berdasar uraian fungsi tersebut jelaslah kiranya bahwa lembaga pendidikan memegang peranan penting dalam membangun sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam pembangunan peradaban masyarakat dan bangsa.

2. Fungsi laten

Lembaga pendidikan selain mempunyai fungsi manifes juga mempunyai fungsi laten sebagai berikut :

1.  Mengurangi pengendalian orang tua. Sebab melalui lembaga pendidikan masalah pendidikan orang tua juga menyerahkan kepada lembaga pendidikan.

2. Menyediakan sarana pembangkangan. Sebab melalui lembaga pendidikan, siswa memperoleh banyak unsur-unsur budaya. Hal tersebut berdampak pada lahirnya sikap menentang  terhadap orang tua karena perbedaan sudut pandang terhadap fenomena sosial dan budaya.

3.  Mempertahankan sistem kelas sosial. Sebab melalui lembaga pendidikan siswa dipersiapkan untuk memperoleh status sosial yang lebih baik.

4.  Memperpanjang masa remaja. Sebab melalui lemabaga pendidikan seseorang dituntut menyelesaikan tugas studi sampai waktu yang ditentukan. Sehingga masa remajanya diperpanjang melalui lemabaga pendidikan.

 

Fungsi Lembaga Pendidikan

Fungsi lembaga pendidikan antara lain :

a.  Perantara dalam proses pewarisan kebudayaan.

b.  Tempat melakukan penelitian.

c.  Menyiapkan seseorang dalam peranan sosial yang dikehendaki.

d.  Membantu penyesuaian diri dan mengembangkan hubungan sosial.

e.  Menyajikan landasan penilaian dan pemahaman status.

Unsur-unsur lembaga pendidikan

Seperti halnya lembaga agama, lembaga pendidikan juga memiliki unsur-unsur berikut.

Pola perilaku               : cinta pengetahuan, kehadiran, meneliti, semangat belajar

Budaya simbolis         : seragam sekolah, maskot, lagu-lagu sekolah, logo

Budaya manfaat          : kelas, perpustakaan, buku, laboratorium, lapangan

Kode spesialisasi        : akreditasi, tata tertib, kurikulum, tingkatan/strata

Ideologi                        : keberhasilan akademis, pendidikan progresif, inovatif,

klasikisme.

 

3.Lembaga Politik

 

Setiap masyarakat, baik itu masyarakat kecil seperti keluarga, suku, hingga ke sebuah negara, membutuhkan orang-orang yang bertugas mengatur hubungan antar warga agar selaras. Seperti ayah dalam keluarga, kepala adat atau kakak tertua dalam sebuah suku, atau presiden dalam sebuah negara. Kepada mereka diberikan kekuasaan atau kewenangan untuk mengatur sekaligus memberi sanksi terhadap tindakan anggotanya yang menyimpang.

Selain memiliki hak, mereka pun diberi kewajiban untuk menyejahterakan anggotanya. Pemerintah, inisalnya, mempunyai kewajiban untuk mendistribusikan kekayaan negara kepada setiap warga secara adil sehingga tercapai kemakmuran yang merata. Hal itu dapat dilakukan dengan menyediakan lapangan pekerjaan atau menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif (aman dan nyaman) bagi tumbuhnya perekonomian negara.

Keseluruhan tata nilai dan norma yang berkaitan dengan kekuasaan tersebut kita namakan lembaga politik. Lembaga politik berkaitan dengan masalah-masalah bentuk negara, bentuk pemerintahan, dan bentuk kekuasaan.

Bentuk negara

Umumnya, kita mengenal dua bentuk negara, yakni negara kesatuan dan negara federasi atau serikat.

  1. Negara kesatuan memiliki cini-cini, antara lain hanya ada satu pemerintahan, satu parlemen, satu lembaga peradilan, dan satu konstitusi, inisalnva negara Indonesia, Filipina, Afrika Selatan, dan Rusia.
  2. Negara federasi atau serikat memiliki ciri-ciri antara lain terdapat negara di dalam negara atau sering disebut negara bagian. Negara bagian ini biasanya lebih dan satu dan memiliki wewenang membuat undang-undang yang berlaku untuk wilayahnva masing-masing. Demikian pula dalam hal peradilan, tiap negara bagian memiliki peradilannya sendiri dengan aturan hukum tersendiri pula. Namun pada negara federasi tetap ada konstitusi ‘ang mengikat seluruh negara hagian. Konstitusi ito disebut konstitusi senikat. Pemenintahan fedenasi (pusat) memiliki wewenang dalam hal politik loan negeri, moneter, dan keamanan negara. Contoh negara fedenasi atau senikat adaiah Jerman. Amerika Senikat, dan Australia.

 

Lembaga sosial politik merupakan suatu sistem norma yang berisi peraturan-peraturan mengenai penyelenggaraan kekuasaan dan menyangkut tentang siapa, akapan, dan bagaimana memperoleh kekuasaan.

Bentuk pemerintahan

Ada tiga macam bentuk pemerintahan yang dikenal saat ini, yakni republik, monarki, dan kekaisaran.

  1. Republik adalah bentuk pemerintahan yang dipimpin seorang presiden. Presiden adalah pemegang kekuasaan eksekutif. Presiden dipimpin oleh parlemen secara berkala. Kekuasaan legislatif dipegang oleh parlemen. Kekuasaan yudikatif dipegang oleh lembaga peradilan (mahkamah agung). Saat ini, bentuk republik memiliki beberapa variasi, seperti republik monarki dan republik parlementer.
  2. Monarki adalah bentuk pemerintahan yang dipimpin oleh seorang raja atau ratu. Jabatan raja atau ratu diperoleh berdasarkan keturunan dan berlaku seumur hidup. Contoh negara berbentuk monarki adalah Inggris, Belanda, dan Brunei Darusalam. Bentuk pemerintahan monarki memiliki beberapa variasi, yakni monarki absolut (raja memiliki kekuasaan mutlak) dan monarki parlementer (kekuasaan dipegang parlemen dan dijalankan oleh sebuah kabinet).
  3. Kekaisaran adalah adalah bentuk pemerintah dengan kepala negara seorang kaisan. Seperti halnya raja, jabatan kaisan juga diperoleh secara turun temurun. Contoh negara kekaisaran saat ini adalah Jepang.

Kekuasaan dapat diperoleh melalui cara-cara berikut.

  1. Kewibawaan lahiriah yang dimiliki seseorang sejak dilahirkan (kekuasaan kharismatik). Contohnya, seorang ulama yang hanya dengan mengangkat tangan dapat menenangkan banyak orang.
  2. Tradisi atau keturunan. Contohnya, putra raja secara otomatis akan menggantikan sang raja di kemudian hari.
  3. Pemberian secara formal (legal-rasional). Contohnya, presiden yang dipilih oleh rakyat melalu Pemilu.

Di masyarakat, kita mengenal orang-orang atau lembaga yang memiliki kekuasaan, seperti presiden, bupati, lurah, ketua RT, ketua adat, MPR, dan lembaga adat. Orang atau lembaga tersebut memiliki kekuasaan untuk mengatur warga masyarakat agar bertindak atau berperilaku sesuai norma yang berlaku. Kekuasaan tersebut mendorong pola ketaatan para anggota masyarakat.

Hilangnya pola ketaatan terhadap kekuasaan dapat terjadi karena alasan-alasan berikut.

  1. Masyarakat menyadari bahwa mereka yang berkuasa hanyalah manusia biasa. Alasan ini merupakan reaksi terhadap anggapan bahwa pemimpin atau orang yang berkuasa adalah titisan dewa atau setidaknya memiliki kekuasaan dan roh atau dewa.
  2. Masyarakat menganggap mereka tidak diikutkan dalam setiap pengambilan keputusan. Hal ini merupakan reaksi terhadap anggapan bahwa manusia bawahan ditakdirkan untuk menerima dan tunduk pada manusia yang berkuasa.

Titik rawan yang menimbulkan krisis kepercayaan atau krisis ketaatan terhadap kekuasaan mulai timbul pada saat bawahan menyadari dirinya sebagai manusia dewasa, berdaulat, dan menghendaki agar diatur secara mendalam dengan mekanisme pimpinan yang sesuai dengan tuntutan zaman. Di samping itu, otoritas (pemerintah) juga tidak mampu mengubah dan menyesuaikan struktur kekuasaan feodal yang sudah mapan dengan tuntutan cita-cita demokrasi modern, seperti pemerintahan yang bersih, tercapainya keadilan, dan tersalurnya aspirasi warga. Dengan bertemunya dua titik rawan ini, terjadilah krisis kewibawaan dan ketaatan. Cara yang dapat dipakai untuk mengatasi krisis kewibawaan adalah sebagai berikut.

  1. Mengubah prinsip sentralisasi kekuasaan ke dalam prinsip desentralisasi. Kesejahteraan rakyat yang semakin meningkat dan semakin merata hanya bisa dicapai jika setiap propinsi di seluruh kawasan negara ikut mengambil prakarsa dan ikut bertanggung jawab atas tugas dan wewenang yang menjadi bagiannya. Setiap golongan dan partai politik memiliki kewenangan dan pertanggungjawaban atas kepentingan serta usaha yang dilakukan demi kepentingan nasional. Untuk itu, langkah yang penting adalah meninjau kembali secara obyektif struktur kekuasaan yang ada. Kekuasaan yang bersifat sentralistis yang masih berorientasi ke pusat sebaiknya ditinggalkan dan ditransformasikan (diubah) kepada prinsip desentralisasi kekuasaan (kekuasaan yang tidak terpusat).
  2. Prinsip-prinsip menghindari disintegrasi. Setiap daerah harus diberi tanggung jawab sendiri dan tidak didikte oleh pihak pusat. Hal ini berkaitan dengan kemampuan daerah dalam rangka mengelola pembangunan di daerah. Bantuan dan pusat hanya diberikan selama daerah belum mampu berjalan sendiri. Rasa kesatuan tetap dibina karena dalam suasana itu masing-masing daerah merasa sebagai bagian integral (yang menyatu) dan keseluruhan bangsa dan negara.
  3. Koordinasi terpadu dan pimpinan yang berwenang. Dalam krisis kewibawaan, harus diingat bahwa krisis lembaga atau hukum adalah krisis ketaatan kepada atasan. ini berarti bahwa kehendak yang berkuasa yang dimanifestasikan dalam peraturan-peraturan hukum tidak dihiraukan lagi. Hal ini pula berarti bahwa lingkungan dan lembaga hukum sudah runtuh.
  4. Tidak mengulang-ulang cara lama. Hal itu tidak akan menghasilkan sesuatu yang baik. Misainva, dengan cara menghancurkan lawan yang menentang kekuasaan, memitoskan individu atau kelompok yang berkuasa, dan memperketat sistem birokrasi yang pada hakikatnya sama dengan sentralisasi kekuasaan.

Bentuk kekuasaan pada sebuah negara sangat berkaitan dengan bentuk pemerintahannya. Pada monarki absolut, bentuk kekuasaannya tersentralisasi, dipegang oleh satu orang. Pada negara republik dan monarki parlemen, bentuk kekuasaannya terbagi (terdesentralisasi) ke beberapa lembaga, seperti lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Fungsi lembaga politik

Fungsi lembaga politik adalah sebagai berikut.

  1. Memelihara ketertiban di dalam (internal order).

Artinya, lembaga politik memelihara ketertiban di dalam masyarakat dengan wewenang yang dimilikinya, baik menggunakan cara persuasif maupun paksaan fisik. Lembaga politik bertindak sebagai pemaksa hukum; menyelesaikan konflik yang terjadi di antara anggota masyarakat secara adil sehingga anggota masyarakat dapat hidup dengan tenteram.

  1. Menjaga keamanan di luar (external security).

Artinya, lembaga politik dengan menggunakan alat-alat yang dimilikinya berusaha mempertahankan negara dan ancaman atau serangan yang datang dan negara lain baik melalui jalan diplomasi ataupun dengan perang.

  1. Mengusahakan kesejahteraan umum (general welfare).

Artinya, lembaga politik merencanakan dan melaksanakan pelayanan-pelayanan sosial serta mengusahakan kebutuhan pokok masyarakat. Di antaranya adalah pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan, energi, dan komunikasi, termasuk distribusinya.

  1. Mengatur proses politik.

Artinya, lembaga politik mengatur proses persaingan untuk meiriperoleh kekuasaan agar tidak mengancam keutuhan masyarakat (bangsa dan negara).

Dalam pelaksanaan funsi formal lembaga politik sebagai berikut : a.Menginstruksikan norma lewat peraturan perundang-undangan.

b. Melaksanakan undang-undang yang telah disetujui.

c.Menyelesaikan konflik yang terjadi.

d.Menyelenggarakan pelayanan kepada masyarakat.

e.Melindungi warga negara dan seluruh tumpah darah Indonesia.

 

Unsur-unsur lembaga politik

Lembaga politik memiliki unsur-unsur sebagai berikut.

Pola perilaku               : loyalitas, kepatuhan, subordinasi, kerja sama, konsensus

Budaya simbolis         : bendera, materai, maskot, lagu kebangsaan

Budaya manfaat          : gedung, persenjataan, pekerjaan pemerintah, blanko, dan

formulir

Kode spesialisasi        : program, konstitusi, traktat, hukum

Idiologi                         : nasionalisme, hak rakyat, demokrasi, republik/monarki

 

 

5.Lembaga Agama

Lembaga agama adalah  sistem yang mengatur masyarakat yang mempunyai keyakinan dengan praktik keagamaan yang berhubungan dengan sang maha pencipta.

Menurut Durkheim (1966), melalui komunikasi dengan Tuhan, orang yang beriman bukan hanya mengetahui kebenaran yang tidak diketahui orang yang tidak percaya (atheis), tetapi juga orang yang lebih kuat. Menurutnya, fungsi agama adalah untuk Menggerakkan dan membantu kita untuk hidup. Dan segi makro, agama dapat menjalankan fungsi positif karena memenuhi keperluan masyarakat untuk secara berkala menegakkan dan emperkuat perasaan dan ide kolektif yang menjadi ciri dan inti persatuan dan persamaan umat dipupuk dan dibina.

Ada sosiolog yang mengemukakan bahwa agama sebagai institusi mempunyai kelemahan pula. Misalnya, munculnya pertentangan atau konflik sebagai akibat sikap fanatik antarumat yang berbeda agama. Namun, apabila kita amati lebih dalam, konflik antarumat beragama tidak semata-mata karena faktor agama, tetapi banyak dipengaruhi faktor kepentingan di luar agama, seperti kepentingan politik dan ekonomi.

Secara rinci, agama berfungsi sebagai berikut.

  1. Sumber pedoman hidup bagi individu maupun kelompok.
  2. Mengatur tata cara hubungan manusia dengan manusia dan manusia dengan Tuhannya.
  3. Merupakan tuntunan tentang prinsip benar atau salah untuk menghindari perilaku menyimpang, seperti membunuh, memperkosa, berzina, dan berjudi.
  4. Pedoman untuk mengungkapkan rasa kebersamaan yang mewajibkan untuk selalu berbuat baik dengan sesamanya dan lingkungan hidupnya.
  5. Pedoman perasaan keyakinan (confidence). Siapa pun yang selalu berbuat baik akan mendapat pahala dan Tuhannya.
  6. Pedoman keberadaan (existence). Keberadaan alam semesta dengan segala isinya termasuk di dalamnya manusia harus disikapi dengan rasa syukur dan ikhlas.
  7. Pengungkapan keindahan (estetika). Manusia yang suka akan keindahan dapat mengekspresikan rasa estetikanya dengan membangun rumah ibadah dan hal-hal lain yang berkaitan dengan kepercayaan agama yang dianutnya.
  8. Pedoman rekreasi dan hiburan. Untuk mencari ketenangan dan kesegaran jiwa, manusia dapat menjalankan ritual agama seperti sholat, yoga, dan meditasi.
  9. Memberikan identitas kepada manusia sebagai bagian dan suatu agama, misalnya sebagai umat Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan Khong Hu Chu.

 

Unsur lembaga agama

Menurut Light, Keller dan Callhoun (1989) unsur-unsur dasar agama adalah sebagai berikut.

  1. Kepercayaan adalah suatu prinsip yang dianggap benar dan tanpa ada keraguan lagi. Seperti kepercayaan monotheisme yang percaya bahwa Tuhan itu satu atau percaya pada reinkarnasi bagi umat agama-agama Timur, seperti Hindu dan Buddha.
  2. Praktik keagamaan, seperti berdoa, bersembavang, berpuasa, dan sedekah. Praktik keagamaan berbeda dengan ritual keagamaan karena ritual keagamaan menyangkut hubungan manusia dengan Tuhannya secara vertikal. Praktik keagamaan meliputi hubungan vertikal dan hubungan horizontal, yaitu hubungan antarmanusia sesuai dengan ajaran agama.
  3. Simbol keagamaan dapat memberi tanda atau identitas agama yang dianut umatnya. Misalnya, model atau corak pakaian orang Islam dan bentuk bangunan rumah ibadat umat Hindu (pura, candi).
  4. Umat adalah penganut masing-masing agama. Sekarang ini, banyak wadah atau organisasi yang menampung umat beragama dalam rangka melaksanakan praktik agamanya, seperti Majelis dll.
  5. Pengalaman keagamaan. Pengalaman keagamaan setiap umat berbeda karena menyangkut masalah yang sulit dibuktikan dan diukur kadarnya. Pengalaman keagamaan bersifat individual. Seperti pengalaman spiritual tentang orang yang sakit parah yang oleh dokter sudah divonis meninggal, tetapi karena doa dan yang sakit maupun dan keluarganya, orang yang sakit dapat sembuh kembali.

Unsur-unsur agama tersebut merupakan elemen yang dimiliki setiap agama. Hanya corak dan perwujudannya saja yang berbeda.

Pada agama terdapat beberapa  unsur :

1.Kepercayaan agama.

2.Simbol agama.

3.Praktik agama.

4.Pemeluk agama.

5.Pengalaman keagamaan.

Fungsi lembaga agama antara lain :

1)      Sebagai dorongan untuk merumuskan identitas moral.

2)      Menafsirkan tentang eksistensi manusia.

3)      Meningkatkan kehidupan sosial dan mempererat kohesi sosial.

Fungsi manifes lembaga agama adalah :

1)      Doktrin adanya bentuk keyakinan yang menjabarkan hubungan manusia dengan Tuhan (vertikal) dan hubungan antar manusia (horizontal).

2)      Ritual adalah sekelompok aturan sebagai dasar pelaksanaan praktik keagamaan.

3)      Seperangkat norma perilaku yang konsisten dengan doktrin tersebut.

Fungsi laten lembaga agama antara lain :

1)      Menggerakkan manusia untuk hidup dan memberi dorongan/semangat hidup.

2)      Memenuhi kebutuhan masyarakat akan tegaknya dan kuatnya perasaan, ide-ide kolektif yang menjadi inti dan ciri persatuan.

5. Lembaga Ekonomi

Manusia memerlukan lembaga yang berfungsi mengatur pembagian kerja dalam kehidupannya, yaitu lembaga ekonomi. Menurut Kornblum (1988), penelitian terhadap institusi ekonomi difokuskan pada pokok bahasan pasar dan pembagian kerja, interaksi antara pemerintah dan institusi ekonomi, dan perubahan pada pekerjaan. Pembahasan ini akan meliputi ideologi ekonomi yang mempengaruhi perkembangan masyarakat, pekerjaan, dan institusi yang berkaitan dengan dunia usaha.

Perdagangan mulai lahir ketika orang mulai menginginkan hasil produksi orang lain. Lambat laun proses pertukaran memilih standar tertentu, diatur, dan diperkirakan sehigga akhirnya dianggap perlu dilembagakan. Lembaga ekonomi lahir pada saat orang mulai melakukan barter secara rutin, membagi-bagi tugas, dan mengakui adanya tuntutan seseorang terhadap orang lain. Pemeliharaan hewan ternak, adanya petani yang memerlukan tanah, pertumbuhan industri, proses pemasaran, dan sebagainya merupakan faktor penunjang perkembangan sistem ekonomi masyarakat.

Pola-pola politik ekonomi

Pola-pola politik ekonomi yang tercermin dalam sistem sosial adalah sebagai berikut.

  1. Sistem feodalisme, yaitu seperangkat lembaga politik dan ekonomi yang menempatkan pemilik tanah (raja) dan prajurit-prajurit yang menjaga keamanan sebagai pelindung warga, harta benda, dan hak penggunaan tanah. Sebaliknya, warga/petani memberi pelayanan dan kesetiaan berupa penyerahan sebagian besar hasil produksi pertaniannya kepada raja sehingga hanya sebagian kecil para petani penggarap mendapatkan hasilnya. Feodalisme menempatkan posisi petani penggarap dan kaum bangsawan secara diskriminatif. Sistem ini umumnya terjadi sebelum abad ke-20.
  2. Sistem merkantilisme, yaitu sistem perekonomian yang menempatkan negara bertanggung jawab untuk mengendalikan dan mengarahkan segenap kegiatan ekonomi termasuk melarang masuknya seseorang yang memiliki keterampilan atau mata pencarian satu ke mata pencaharian lainnya.
  3. Sistem kapitalisme, yaitu reaksi dan sistem merkantilisme. Sistem kapitalisme memberikan kebebasan pada pemilik modal untuk mengembangkan usahanya dan mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Dewasa ini, kapitalisme modern menganut prinsip-prinsip pemupukan modal, penciptaan usaha, dan ekspansionisme, misalnya Amerika Serikat.
  4. Sistem komunisme, yaitu suatu paham yang dianut oleh masyarakat yang menempatkan partai tunggal atau diktator sebagai wakil rakyat yang memerintah atas nama rakyat. Segenap koordinasi ekonomi termasuk tingkat harga, tingkat gaji, dan jenis barang yang diproduksi ditentukan oleh negara atau partai yang berkuasa. Pertanian dikelola secara kolektif dan sistem ekonomi serta tidak memberi peluang adanya persaingan bebas, misalnya di Kuba dan Korea Utara.
  5. Sistem sosialisme, yaitu sistem yang bertujuan merombak masarakat ke arab persamaan hak dan pembatasan hak milik pribadi untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat. Paham ini muncul sebagai reaksi atas adanya ketidakpuasan dan ketimpangan pemilikan modal serta ketidakadilan sebagai akibat perkembangan industrialisasi dan kapitalisme.

Tujuan dan fungsi lembaga ekonomi

Secara umum, yang hendak dicapai lembaga ekonomi adalah terpenuhinya kebutuhan pokok untuk kelangsungan hidup masyarakat. Pada prinsipnya, fungsi lembaga ekonomi antara lain sebagai berikut.

  1. Memberi pedoman untuk mendapatkan bahan pangan.
  2. Memberi pedoman untuk melakukan pertukaran barang/barter.
  3. Memberi pedoman tentang harga jual beli barang.
  4. Memberi pedoman untuk menggunakan tenaga kerja.
  5. Memberi pedoman tentang cara pengupahan.
  6. Memberi pedoman tentang cara pemutusan hubungan kerja.
  7. Memberi identitas din bagi masyarakat.

Struktur lembaga ekonomi

Secara sederhana, lembaga ekonomi dapat diklasifikasikan sebagai berikut.

  1. Sektor agraris meliputi kegiatan pertanian, seperti sawah, perladangan, perikanan, dan peternakan. Sektor agraris pada dasarnya dapat digolongkan melalui tahap-tahap dan yang sederhana, transisi, dan modern sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi masyarakatnya.
  2. Sektor industri ditandai dengan kegiatan produksi barang. Sektor ini membutuhkan lembaga ekonomi yang semakin kompleks bagaikan rangkaian bagian-bagian yang saling berhubungan dan saling bergantung dalam satu sistem sehingga tatanan ekonomi berkeinbang, seperti cara rekruitmen atau pengambilan tenaga kerja, cara pengupahan, produksi masal, efektivitas, serta efesiensi kerja dan pengelolaannya.
  3. Sektor perdagangan merupakan aktifitas penyaluran barang dan produsen ke konsumen. Sektor ini mengembangkan tatanan sosial untuk menjalin hubungan antara pembeli dan penjual. Di sektor ini, diatur cara memperoleh keuntungan, cara pembelian baik secara kontan maupun kredit, dan memupuk semangat kewiraswastaan, seperti sifat hemat, ulet, tekun, jujur, dan pantang menyerah.

Unsur-unsur lembaga ekonomi

Ada beberapa unsur yang termasuk dalam lembaga ekonomi.

Pola perilaku : efisiensi, penghematan, profesional, mencari keuntungan

Budaya simbolis : merek dagang, hak paten, slogan, lagu komersial

Budaya manfaat : toko, pabrik, pasar, kantor, blanko, formulir

Kode spesialisasi : kontrak, lisensi, hak monopoli, akte perusahaan

Ideologi : liberalisme, tanggung jawab, manajerial, kebebasan berusaha, hak buruh

 
 

MENYUSUN RANCANGAN PENELITIAN

 

 

  1. B. Pengertian Rancangan Penelitian

Rancangan penelitian adalah pokok-pokok perencanaan seluruh penelitian yang tertuang dalam suatu kesatuan naskah secara ringkas, jelas, dan utuh.

  1. C. Manfaat Rancangan Penelitian Sosial

Manfaat rancangan penelitian sosial antara lain :

  1. Rancangan penelitian memberi pegangan yang jelas kepada peneliti dalam melakukan penelitian.
  2. Rancangan penelitian menentikan batas-batas peneltian yang berhubungan dengan tujuan penelitian.
  3. Rancangan penelitian memberikan gambaran tentang apa yang harus dilakukan dan kesulitan-kesuliatan yang akan dihadapi saat penelitian.
  4. D. Syarat-syarat Rancangan Penelitian

Syarat-syarat rancangan penelitian antara lain :

  1. Sistematis, atinya unsur-unsur yang ada dalam rancangan penelitian harus tersusun dalam urutan yang logis.
  2. Konsisten, artinya terdaapt kesesuaian  diantara unsur-unsru tersebut.
  3. Operasional, artinya dapat menjelaskan bagaimana penelitian itu dilaksanakan.
  4. E. Isi Rancangan Penelitian

Isi rancangan penelitian atau proposal penelitian adalah :

  1. Latar belakang masalah.
  2. Rumusan masalah penelitian.
  3. Tujuan dan manfaat penelitian.
  4. Tinjauan kepustakaan.
  5. Hipotesis.
  6. Batasan konsep.
  7. Metodologi penelitian.
  1. F. Menentukan Topik Penelitian

Topik penelitian adalah pokok permasalahan dari suatu penelitian. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan topik penelitian adalah :

  1. Topik harus terjangkau oleh peneliti.
  2. Topik dipandang penting dan menarik untuk diteliti.
  3. Topik harus memiliki kegunaan praktis dan teoritis.
  4. Topik yang akan diteliti harus didukung data yang cukup.
  5. Topik yang diteliti harus memungkinkan dengan dukungan dana yang ada.
  6. G. Menentukan Judul Penelitian

Fungsi judul penelitian adalah menunjukkan kepada pembaca inti dari objek penelitian, subjek penelitian, dan sifat penelitian yang digunakan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan judul penelitian antara lain :

  1. Judul ditulis singkat, padat dan jelas.
  2. Judul mencerminkan spesifikasi masalah penelitian yang diteliti.
  3. Judul membuat variabel-variabel utama yang dilibatkan dalam penelitian.
  4. Judul menyebutkan secara jelas jenis hubungan antarvariabel.
  5. Judul mengungkapkan objek yang diteliti.
  6. H. Merumuskan Masalah Penelitian

Masalah penelitian adalah suatu pertanyaan yang mengungkapkan adanya hubungan antar variabel yang ingin ditemukan jawabannya. Masalah muncul manakala terjadi kesenjangan antara kenyataan dengan harapan.

Sumber masalah penelitian dapat diambil melalui :

1)      Literatur.

2)      Diskusi, seminar, simposium, dan lain-lain.

3)      Pernyataan pemegang otoritas.

4)      Pengamatan sepintas.

5)      Pengalaman pribadi.

6)      Perasaan intuitif.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskan masalah adalah :

1)      Menggunakan kalimat pertanyaan.

2)      Mengungkapkan variabel-variabel penelitian.

3)      Mengungkapkan jenis hubungan antarvariabel yang ada.

4)      Mengungkapkan objek penelitian.

Bentuk-bentuk masalah penelitian antara lain :

1)      Permasalahan deskriptif.

2)      Permasalahan komparatif.

3)      Permasalahan asosiatif.

 

  1. I. Menentukan Populasi

Populasi adalah seluruh unsur atau elemen yang menjadi anggota dalam suatu kesatuan yang akan diteliti.

  1. J. Menentukan Sampel

Sampel adalah bagian populasi yang dipilih untuk penelitian yang karateristiknya dianggap mewakili seluruh populasi.

Langkah-langkah dalam pemilihan sampel, yaitu :

  1. Menentukan karakteristik populasi.
  2. Menentukan teknik pemilihan sampel.
  3. Menentukan besar sampel.
  4. Memilih sampel.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan sampel antara   lain :

1)      Homogenitas.

2)      Banyak tidaknya variabel ekstra.

3)      Perlu tidaknya melakukan analisis subkelompok.

4)      Tersedia tidaknya tes statistik.

Teknik-teknik pengambilan sampel antara lain :

1)      Sampel acak sederhana (simple random sampling).

2)      Sampel stratifikasi (stratified sampling).

3)      Sampel rumpun (cluster sampling).

4)      Sampel purposif (purposive sampling).

5)      Sampel insidental (insidental sampling).

6)      Sampel bola salju (snow ball sampling).

  1. K. Pendekatan Penelitian

Dalam penelitian sosial mengenal dua pendekatan, yaitu :

  1. Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang berusaha untuk mengungkapkan kenyataan sosial dengan melihat saling ketergantungan antara variabel satu dengan variabel lainnya. Termasuk dalam metode ini adalah metode peneltian survey dan metode eksperimen.
  2. Pendekatan kualitatif adalah pendekatan yang berusaha menangkap kenyataan sosial sebagai keseluruhan utuh, dan tuntas sebagai satu kesatuan kenyataan. Termasuk dalam metode ini adalah metode grounded research, metode etnografis, dan metode historis.

Jenis-Jenis Penelitian

Secara umum, penelitian dapat dibagi dalam enam kelompok besar, yakni berdasarkan tujuan, metode atau pendekatan, taraf penjelasan, data yang terkumpul, tujuan umum, dan tempat pelaksanaan.

Penjenisan penelitian menurut tujuannya

Berdasarkan tujuannya, penelitian dapat digolongkan menjadi dua kelompok berikut.

  1. Penelitian Dasar (basic research) Kegiatan utama penelitian dasar adalah mengumpulkan informasi untuk menyusun konsep dan hubungan, serta penjalinan teoritik untuk menemukan prinsip-prinsip umum mengenai suatu topik (permasalahan) tertentu yang nyata dalam kehidupan. Contohnya, penelitian yang dilakukan Max Planck dengan penemuan “Quantum Theory’ atau Einstein dengan teori relativitasnya.
  2. Penelitian Terapan (applied research) Penelitian ini berusaha mengumpulkan informasi untuk membantu usaha memecahkan suatu persoalan di dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian terapan diarahkan pada penggunaan hasil penelitian secara praktis dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian terapan biasanya terbatas pada problem yang menjadi obyek penelitian saja dan tidak diterapkan pada masalah yang lebih luas.

Contohnya: Penelitian tentang hubungan atau relasi para pegawai suatu kantor. Penelitian ini menyajikan data yang bermanfaat guna penyusunan suatu sistem kerja yang efisien serta sistem kepemimpinan yang tepat.

Penelitian evaluasi termasuk jenis penelitian terapan. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur atau menilai pelaksanaan program. Jadi, seandainya kita telah selesai melaksanakan suatu program yang telah kita susun, kita mengadakan suatu pengkajian atas berhasil atau tidaknya pelaksanaan program tersebut. Jika ada kekurangan dalam pelaksanaannya, untuk masa yang akan datang kita bisa melakukan hal-hal yang lebih baik. Dengan demikian, kita tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Penjenisan penelitian menurut metodenya

Berdasarkan metodenva, penelitian dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain sebagai berikut.

  1. Penelitian Historik

Penelitian historik berusaha mengkaji peristiwa yang telah terjadi pada masa lampau. Penelitian ini berdasarkan pada gambaran tertulis maupun lisan dan objek penelitian. Tujuannya adalah membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan objektif. inisalnya, penelitian tentang praktik-praktik administrasi pada zaman Kerajaan Hindu- Buddha.

  1. Penelitian Survei

Penelitian survei bertujuan memperoleb informasi yang sama atau sejellisnva dan berbagai kelompok atau orang dengan angket atau wawancara secara pribadi. Penelitian survei biasanya lebih sulit dibanding dengan penelitian eksperimen. Secara umum, penelitian ini bertujuan inemecahkan masalahmasalah praktis dalam kehidupan sehari-hari, inisalnya konflik antar-etnis. Metode penelitian survei banyak digunakan oleh para peneliti sosial di Indonesia untuk mengkaji berbagai fenomena sosial.

  1. Penelitian Eksperimen

Penelitian eksperimen merupakan jenis penelitian yang memanipulasi (mengatur, merekayasa) atau mengontrol situasi alamiah menjadi situasi buatan (artificial) sesuai dengan tujuan penelitian. Misalnya, pengkajian tentang “pengaruh kurikulum terhadap prestasi belajar”. Caranya adalah dengan melakukan uji coba terhadap dua kelompok murid. Kelompok pertama diberi pelajaran berdasarkan kurikulum lama. Kelompok kedua diberi pelajaran berdasarkan kurikulum baru. Setelah satu semester, diadakan tes hasil belajar untuk melihat prestasi belajar kedua kelompok murid tersebut. Jika terdapat perbedaan, inisalnya tingkat pengetahuan yang diberikan pelajaran berdasarkan kurikulum baru lebih tinggi, dapat dikatakan bahwa tingginya tingkat pengetahuan murid disebabkan oleh pelajaran yang diberikan berdasarkan kurikulum baru.

  1. Penelitian Observasi

Penelitian observasi bertujuan memperoleh informasi secara langsung dan tingkah laku orang yang diamati. Saat melakukan penelitian itu juga, si peneliti dapat mencatat maupun merekam langsung data yang diperoleh.

Penjenisan penelitian menurut taraf pemberian informasi

Penelitian jenis ini dapat dibedakan menjadi 3, yaitu deskriptif,

eksplanasi, dan eksplorasi.

  1. Penelitian deskriptif menghasilkan penelitian yang tarafnya memberikan penjelasan mengenai gambaran tentang ciriciri suatu gejala yang diteliti. Tujuannya adalah untuk mengungkapkan suatu masalah dan keadaan sebagaimana adanya. Penelitian deskriptif hanya merupakan penyingkapan fakta. Dalam penelitian ini, peneliti hanya melukiskan, memaparkan, dan melaporkan suatu keadaan, suatu objek, atau suatu peristiwa tanpa menarik kesimpulan umum.
  2. Penelitian eksplanasi, menghasilkan penelitian yang lebih lengkap dibandingkan penelitian deskriptif. Penelitian jenis ini tidak hanya menjawab pertanyaan “apa?” (what) atas suatu persoalan, tapi juga akan menggambarkan mengapa suatu persoalan dapat muncul (why?). Penelitian jenis ini akan menghasilkan sebuah kesimpulan baik itu berupa asosiatif atau kausalitas.

Asosiatif adalah penelitian yang menjelaskan hubungan antara dua variabel atau ebih, tetapi tidak membuktikan variabel mana yang jadi penyebab dan mana yang akibat. Kausalitas adalah penelitian yang memberikan penjeasan secara konkret tentang variabel mana yang penyebab dan mana yang akibat.

  1. Penelitian eksplorasi, menghasilkan penelitian yang sangat dalam. Penelitian ini dapat menjawab pertanyaan kenapa (what), mengapa (why) bahkan pertanyaan bagaimana (how) dan suatu fenomena sosiaL Penelitian ini tidak hanya menggambarkan sebuah fenomena sosial, tapi juga menjeaskan mengapa fenomena sosial terjadi dan juga bagaimana fenomena sosial tersebut ada dan diterima masyarakat.

Contoh :

Tema         : Penggunaan narkoba di kalangan pelajar.

Judul          :

  1. Penelitian ekplanasi    : Faktor-Faktor yang Melatarbelakangi Pelajar

Menggunakan Narkoba.

  1. Penelitian deskriptif     : Penggunaan Narkoba di Kalangan Pelajar SMU.
  2. Penelitian eksplorasi   : Proses atau Bagaimana Seorang Pelajar Terkena

Narkoba.

Dari contoh di atas, dapat dilihat bahwa masing-masing jenis penelitian akan memberi penekanan yang berbeda terhadap tema penelitian yang sama.

Penjenisan penelitian menurut pendekatan dan data yang dikumpulkan

Berdasarkan pendekatan, penelitian dibagi menjadi penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif.

  1. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menekankan pada jumlah data yang dikumpulkan. Penelitian ini hanya melihat data pada lapisan permukaan, seperti data tingkat pendidikan karyawan, jenis pekerjaan, dan besarnya penghasilan. Data yang diperoleh akan dianalisis secara statistik. Penelitian jenis ini menggunakan teknik survei.
  2. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang menekankan pada kualitas data atau kedalaman data yang dapat diperoleh. Teknik yang digunakan adalah wawancara. Data untuk jenis penelitian ini tidak dianalisis dengan statistik.

Penjenisan penelitian menurut tempat pelaksanaannya

Berdasarkan tempat pelaksanaannya, penelitian dapat dibedakan seperti berikut.

  1. Penelitian laboratorium. Dilakukan daam suatu tempat khusus untuk mengadakan studi ilmiah dan kerja ilmiah. Tujuan penelitian ini adalah mengumpulkan data, mengadakan analisis, mengadakan tes, serta memberikan interpretasi terhadap sejumlah data sehingga kecenderungan gerak gejala sosial ke dalam suatu masyarakat tertentu dapat diranialkari. Objek penelitian ini dapat berupa masalah yang bersifat teoretis dan masalah yang beisifat praktis. Biasanya, penelitian laboratorium dilakukan oleh sebuali tim dengan anggota dan berbagai disiplln ilmu.
  2. Penelitian lapangan. Dilakukan dalam kehidupan sebenarnya. Misalnya, penelitian tentang kehidupan para pengemudi bajaj, harga pasaran, atau masalah religiusitas remaja. Penelitian ini pada hakikatnya merupakan metode untuk menemukan secara khusus dan realistis apa yang tengah terjadi pada masyarakat.
  3. Penelitian perpustakaan (kepustakaan). Bertujuan mengumpulkan data dan informasi dengan bantuan berbagai materi yang terdapat perpustakaan. Misalnya, buku-buku, majalah, naskah-naskah, catatan, kisah sejarah, dan dokumen. Pada hakikatnya, data yang diperoleh dengan jalan penelitian perpustakaan tersebut dijadikan fondasi dan alat utama bagi praktik penelitian di lapangan.

Metode Penelitian

Dalam bagian metodologi, paling tidak terdapat lima bagian inti, yakni jenis penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan unit analisis.

Jenis penelitian

Jenis penelitian pada intinya merupakan bentuk penelitian yang ingin dilaksanakan oleh peneliti. Jenis penelitian berkaitan erat dengan masalah penelitian dan cara atau teknik pengumpulan data.

Contoh: Bila masalah penelitian adalah mencari hubungan antarvariabel, maka jenis penelitian yang tepat adaah penelitian ekspanasi dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner atau wawancara.

Teknik pengumpulan data

Sebelum membahas teknik pengumpulan data, kita perlu mengetahui data terlebih dahulu. Secara umum, data terbagi atas data primer dan data sekunder.

  1. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dan lapangan penelitian, seperti data yang diperoleh dan kuesioner yang dibagikan atau dan wawancara langsung dengan objek penelitian.
  2. Data sekunder adaah data yang diperoleh tidak langsung dan lapangan, inisalnya dan koran, dokumen, dan bacaan lainnya.

Dalam penelitian sosial, teknik pengumpulan data yang biasa digunakan adalah kuesioner atau angket, wawancara, observasi, dan dokumenter. Teknik yang digunakan tergantung pada rumusan masalah, tujuan penelitian, hipotesis, dan sampel yang digunakan. Contohnya, bila sampel yang digunakan dalam jumlah besar, teknik pengumpulan data yang tepat digunakan adalah teknik kuesioner. Namun, dalam penelitian sosial, biasanya para peneliti menggunakan lebih dan satu teknik pengumpulan data untuk mengurangi kesalahan atau bias data dan teknik yang digunakan.

Teknik-teknik pengumpulan data tersebut memiliki alat atau instrumen pengumpulan data masing-masing. Teknik kuesioner menggunakan instrumen kuesioner atau angket. Teknik wawancara menggunakan instrumen pedoman wawancara. Teknik observasi menggunakan pedoman observasi dan check list. Teknik dokumenter menggunakan instrumen pedoman dokumentasi.

Teknik analisis data

Teknis analisis data merupakan cara mengolah data yang telah diperoleh dan lapangan. Hasil analisis data ini merupakan jawaban atas pentanyaan masalah.

Teknik analisis data harus disesuaikan dengan jenis penelitian. Berdasarkan hal tersebut, teknik analisis data dibagi atas dua macam teknik, yakni teknik analisis data secara kuantitatif dan teknik analisis data secara kualitatif. Teknik analisis data secara kuantitatif menggunakan rumus-rumus statistik dalam mengolah data. Teknik analisis secara data kualitatif menggunakan analisis kualitatif atau nonstatistik. Lebih jauh tentang teknik analisis ini dapat kita pelajani pada bagian lain buku ini.

Unit analisis

Unit analisis merupakan satuan penelitian. inisalnya, sebuah organisasi (sekolah, pemda, DPR, dan sebagainya), kelompok masyarakat (golongan miskin, pengangguran, mahasiswa, dan sebagainya), dan individu.

Aktivitas

Seorang peneliti ingin meneliti tentang kecenderungan anak-anak untuk menghabiskan waktu Iuangnya untuk bermain playstation. Untuk itu, setiap hari ia pergi ke tempat-tempat penyewaan playstation. Dalam rancangan penelitian, bagian kegiatan apakah yang dilakukan si peneliti ketika berada di tempat penyewaan playstation? Diskusikanah dengan kelompok Anda. Lalu, tulis hasil diskusi Anda dalam uraian analitis!

Cara-Cara Pengambilan Sampel Penelitian

Proses pengambilan sampel terdiri atas 2 jenis, yaitu probabilita dan non-probabilita.

Sampel random atau sampel acak atau sampel campur (random sample)

Dalam metode ini, peneliti mencampur subjek-subjek di dalam populasi sehingga semua subjek dianggap sama. Dengan demikian, peneliti memberi hak yang sama kepada setiap subjek untuk memperoleh kesempatan (chance) untuk dipilih menjadi sampel. Setiap subjek yang terdaftar sebagai populasi diberi nomor urut sebanyak populasi yang ada.

Jumlah sampel untuk tiap populasi biasanya didasarkan pada hal-hal berikut.

  1. Kemampuan peneliti dilihat dan segi waktu, tenaga, dan dana.
  2. Sempit atau luasnya wilayah pengamatan dan setiap subjek karena hal ini menyangkut banyak sedikitnya data.
  3. Besar kecilnya risiko yang ditanggung oleh peneliti. Untuk penelitian yang berisiko besar, hasilnya akan lebih baik jika sampelnya lebih besar. Kebanyakan peneliti beranggapan bahwa semakin banyak sampel, atau semakin besar presentase sampel dan populasi, maka hasil penelitiannya akan semakin baik, misalnya, jika subjeknya berjumlah seratus orang, lebih baik diambil semua dan jika lebih besar dapat diambil sekitar 10% – 15% atau 20% – 25%.

Misalnya, penelitian yang akan dilakukan adalah “tingkat kedisiplinan siswa di salah satu SMA 5 Magelang berpengaruh terhadap prestasi belajar”.

Langkah-langkah yang kita ambil adalah sebagai berikut.

  1. Mendata berapa banyak jumlah siswa yang ada di sekolah tersebut. Jika jumlahnya, misalnya, mencapai 500 orang siswa, kita boleh mengambil untuk sampel sekitar io% – 15 % dan jumlah siswa tadi.
  2. Memberi nomor sesuai dengan jumlah populasi, yaitu dan nomor satu sampai dengan yang terakhir (menggunakan angka). Misalnya, karena siswa berjumlah 500 orang, penomoran dilakukan dan nomor 1 sampai dengan 500.
  3. Menentukan subjek yang akan dijadikan sampel penelitian.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk pengambilan sampel random dapat dilihat pada tabel berikut.

     
Undian/Acak/ Random Langkah pertama Hitong jumlah populasi yang terdapat d tempat penelitian (misal, di salah satu sekolah jumlah siswanya ada 500 orang).
  Langkah kedua Ambil 10% dan jumiah populasi. inisalnya, 10/100 x 500 = 50 orang.
  Langkah ketiga Buat guntingan kertas undian sebanyak populasi kemudian beri nomor pada gulungan kertas tersebut, yaitu nomor 1 sampai dengan 500.
  Langkah keempat Ambil secara acak nomor gulungan kertas tersebut sebanyak sampel yang dipenlukan. Nomor yang terambil itulah yang kemudian dijadikan sebagai sampel penelitian.
Ordinal Langkah pertama Beri nomor urut setiap gulungan kertas sesuai dengan jumlab populasi (500 orang).
  Langkah kedua Buat lima gulungan kertas, kemudian ben nomor (nomor 1 sampai 5). Setelah itu, dan Jima gulungan tadi kita ambil satu nomor. Kertas gulungan kita buka. Yang terambil itulah yang dijadikan sampel untuk mengawali pengambilan nomor.
  Langkah ketiga MisaInya yang kita ambil adalab nomor 2. Oleh karena sampel kita butuhkan hanya 50 sedangkan populasi ada 500, maka besarnya sampel adalah sepersepuluhnya.
  Langkah keempat Dan 500 nomor yang ada, maka kita mulai menganl subjek untuk sampel adalah dad nomon 2, 7, 12, 17, 22,

dan seterusnya sampai berjumlah 50 subjek. Nomor-nomor yang terpilih itulah yang akan dijadikan sampel penelitian.

Sampel berstrata (stratified sample)

Apabila peneliti berpendapat bahwa populasi terbagi atas tingkat-tingkat atau strata, pengambilan sampel tidak boleh dilakukan secara random karena setiap tingkatan harus terwakili.

Contoh, kita akan melakukan penelitian di salah satu SMA tertentu. Yang akan diteliti adalah tentang tingkat kedisiplinan siswa. Untuk itu, setiap jenjang tingkatan harus terwakili. Artinya, dan siswa kelas satu sampai kelas tiga harus terdapat wakil yang akan dijadikan sampel penelitian. Sampel berstrata digunakan apabila kita berpendapat bahwa ada perbedaan ciri atau karakteristik antara strata-strata yang ada, sedangkan perbedaan tersebut mempengaruhi variabel.

 

Sampel wilayah (area probability sample)

Sampel wilayah adalah teknik sampling yang dilakukan dengan mengambil wakil-wakil dan setiap wilayah yang terdapat daam populasi. Sampel wilayah dilakukan apabila ada perbedaan ciri antara wilayah yang satu dan wilayah yang lain. Contohnva, kita akan meneliti keberhasilan program Keuarga Berencana (KB) di seluruh wilayah Indonesia. Oleh karena keadaan setiap populasi itu berbeda, kita harus membuat sampel dan selurub populasi sehingga hasilnya mencerminkan keberhasilan KB di seluruh wilayah Indonesia.

Sampel proporsi (proportional sample atau sampel imbangan)

Teknik pengambilan sampe proporsi atau sampel imbangan dilakukan untuk menyempumakan penggunaan teknik sampel berstrata atau sampel wilayah. Agar pengambilan sampel representatif, jumlah sampel atau wakil untuk setiap wilayah dibuat seimbang sesuai dengan jumlah populasinya. Contoh, di provinsi A, jumlah penduduk yang mengikuti KB 500 orang. Kita ambil inisalnya 3% dan 500 orang, yaitu sebanyak 15 orang saja. Di Provinsi B, jumlah penduduk yang mengikuti KB hanya ada 300 orang. Sampel yang diambil adalah 3% dan 300,. yaitu 9 orang. Dengan cara seperti itu, akan terlihat keseimbangan dalam menentukan peserta KB yang dijadikan sampel penelitian.

Sampel bertujuan (purposive sample)

Sampel ini dilakukan dengan cara pengambilan subjek bukan didasarkan pada strata, random, atau wllayah, tetapi pada tujuan tertentu. Penggunaan metode ini dilakukan dengan berbagai pertimbangan. inisalnya, karena keterbatasan waktu, tenaga, ataupun dana, kita tidak bisa mengambil sampel yang besar. Syarat-syarat yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut.

  1. Pengambilan sampel hams didasarkan atas ciri-ciri, sifat-sifat, atau karakteristik tertentu yang merupakan ciri-ciri pokok populasi.
  2. Subjek yang diambil sebagai sampel benar-benar merupakan subjek yang paling banyak mengandung ciri-ciri yang terdapat pada populasi.
  3. Penentuan karakteristik populasi dilakukan dengan cermat di dalam studi pendahuuan.

Contoh: peneliti akan mengadakan penelitian tentang “Pengaruh minat belajar siswa SMA terhadap peningkatan prestasi di seluruh Indonesia”. Sampel penelitian yang diambil dan kota-kota besar misalnya, Jakarta, Medan, dan Yogyakarta. Sebagai imbangannya, dipilih beberapa sekolab yang ada di kota-kota kecil.

Sampel kuota (quota sample)

Dalam pengumpulan data, peneliti menghubungi subjek yang memenuhi persvaratan ciri-ciri populasi tanpa menghiraukan dan mana asalnya. Biasanya, yang dihubungi adalah subjek yang mudah ditemui sehingga memenuhi jumlah yang ditentukan.

Teknik sampling ini tidak mendasarkan din pada strata atau daerah, tetapi pada jumlah yang sudah ditentukan. Contohnya, kita ingin mengambil sampel 100 orang yang berubah. Setelah menentukan jumlah 100 orang, kita mencarinya di mana saja sampai didapatkan jumlah 100 orang yang telah ditentukan.

Sampel kelompok (cluster sample)

Dalam menentukan jenis cluster atau kelompok, harus dipertimbangkan ciri yang ada. Di masyarakat, dapat kita jumpai kelompok-kelompok yang bukan merupakan kelas atau strata. Contohnya, untuk sekolah, ada sekolah negeri, sekolah swasta, sekolah bersubsidi, dan seterusnya. Kelompok pegawai negeri, TNI, padagang, nelayan, buruh, dan sebagainya. Untuk itu, perlu kecermatan seorang peneliti.

Aktivitas

Tentukanlah sampel penelitian berdasarkan topik dan rumusan masalah yang telah Anda buat! Gunakanlah teknik yang telah diberikan!

Uji Penguasaan Materi

  1. Salah satu hal yang harus diperhatikah ketika seseorang hendak menentukan topik penelitian adalah
  2. Salah satu hal yang harus diperhatikan ketika si peneliti merumuskan pertanyaan adalah
  3. Mengadakan reduksi atau penguragan terhadap objek yang diteliti, membuat generalisasi atas hasil penêUtian dan menonjolkan sifat-sifat umum dan popiilasi adalah tujuan dan kegiatan ….
  4. Bahan keterangän berupä himpunan fakta, angka, huruf grafik, tabel, lambang, objek, kondisi dan situasi disebut sebagai …
  5. Data yang tidak diperoleh langsung di Iapangan penelitian. Ia di dapat dari bacaan, baik lewat koran, majalah, atau melalui perpustakaan disebut

Jawaban:

  1. sesuai minat si peneliti
  2. menggunakan bahasa yang mudah dipahami
  3. pengambilan sampel
  4. data
  5. data sekunder

 

 

Aktivitas

Sebelum Anda mengumpulkan data, perkiraan terlebih dahulu berbagai hal tentang data yang ingin Anda dapatkan! Tentukan syarat data, kegunaan data, serta jenis data! Kemudian, presentasikan rancangan yang telah Anda buat (mulai dari topik sampal perkiraan data)! Pertimbangkanlah pertanyaan dan saran-saran yang diberikan untuk perbaikan rancangan penelitian Anda!

 

 

Rangkuman

  1. Penelitian merupakan suatu upaya untuk mencari jawaban dan suatu masalah. Penelitian sosial adalah suatu metode analitis situasi yang merumuskan berbagai masalah sosial dengan maksud untuk menemukan aspek baru, memahami sebab musabab beserta interaksinya, mengoreksi, mengadakan verifikasi, dan memperluas pengetahuan yang semuanya sangat diperlukan bagi pengembangan teori dan tindakan praktis.
  2. Persyaratan penting dalam mengadakan penelitian adalah sistematis berencana dan mengikuti konsep ilmiah
  3. Secara gars besar, langkah-langkah penelitian adalah sebagai berikut
  • Pembuatan rancangan penelitian.
  • Peaksanaan penelitian
  • Pembuatan laporan penelitian.
  1. Dalam menetapkan topik penelitian hal-hal yang harus diperhatikan adalah menarik minat, mampu dilaksanakan, mengandung kegunaan praktis, menghindari duplikasi dengan judul lain, ditulis dalam kalimat pernyataan, jelas, singkat, dan tepat, berisi variabel-variabel, dan menggambarkan keseluruhan isi dan kegiatan penelitian.
  2. Cara-cara atau teknik pengambilan sampel adalah sebagai berikut.
  • Sampel acak (random). Sampel acak digunakan dengan membenikan kesempatan yang sama bagi setiap individu/unit dalam keseluruhan populasi untuk dipilih.
  • Sampel berstrata. Sampel berstrata digunakan apabila populasi terbagi atas tingkatan. Dalam pengambilan sampel tiap tingkatan harus terwakili.
  • Sampel wilayah. Sampel wilayah digunakan apabila wilayah penelitian luas. Sampel diterapkan pada wilayah yang dapat terwakili.
  1. Data yang kita ambil tentu bukan data sembarangan, tetapi data yang memiliki syarat-syarat berikut.
  1. Data harus objektif. Artinya, data sesuai apa adanya.
  2. Data harus dapat mewakili (representatif).
  3. Data harus mempunyai kesalahan baku yang kecil.
  4. Data harus tepat waktu.

Data harus ada hubungannya dengan persoalan yang dipecahkan.

  1. C. TEKNIK PENGUMPULAN DATA
    1. A. Data Peneltian

Data penelitian adalah fakta atau keterangan-keterangan yang ingin diperoleh atau dikumpulkan oleh peneliti.

Berdasarkan cara memperolehnya, data dibedakan menjadi :

  1. Data Primer, yaitu data yang dikumpulkan dari tangan pertama dan diolah oleh organisasi atau perorangan.
  2. Data sekunder, yaitu data yang diperoleh suatu organisasi atau perorangan melalui pihak lain yang telah mengumpulkan dan mengolahnya.

Apabila dilihat dari sifatnya, data dibedakan menjadi dua bentuk, yaitu :

1)      Data kualitatif, yaitu data yang tidak berbentuk angka, tetapi lebih banyak berupa deskripsi, ungkapan atau makna-makna tertentu yang harus diungkap peneliti.

2)      Data kuantitatif, yaitu data yang berbentuk angka dan hasilnya dapat diolah dan dianalisis dengan menggunakan teknik-teknik statistik.

  1. B. Pengumpulan Data

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam pengumpulan data antara lain :

  1. Peneliti harus memahami tujuan penelitian.
  2. Peneliti memusatkan hipotesis atau hal-hal yang perlu dipecahkan dalam penelitian.
  3. Peneliti harus memahami sampel yang menjadi sumber data.
  4. Peneliti harus memahami pedoman kerja.
  5. Peneliti harus memahami dan mendokumentasikan data.

Teknik-teknik pengumpulan data dalam penelitian sosial adalah :

1)      Teknik observasi, yaitu metode pengumpulan data dengan mengamati langsung di lapangan.

2)      Teknik wawancara, yaitu teknik komunikasi langsung antara peneliti dan sampel.

3)      Angket (kuesioner), yaitu suatu daftar yang berisi pertanyaan yang harus dijawab secara tertulis oleh responden.

4)      Tes, yaitu serentetan pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuanm intelegensi, kemampuan, atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok.

  1. D. PENGOLAHAN DATA KUALITATIF
    1. A. Pengolahan data kualitatif melewati tiga tahap pemrosesan, yaitu :
      1. Reduksi data adalah suatu proses pemilihan data, pemusatan perhatian pada penyederhanaan data, pengabstrakan data, dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis di lapangan. Dalam kegiatan reduksi dilakukan pemilihan-pemilihan tentang bagian mana yang perlu dikode, dibuang dan diringkas. Kegiatan reduksi data dimaksudkan untuk : penajaman, penggolongan, pengarahan, pembuangan data yang tidak perlu, dan pengorganisasi data sebagai bahan penarikan kesimpulan.
      2. Penyajian data sebagai sekumpulan informasi yang tersusun sehingga memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Penyajian data berbentuk teks naratif, matriks, grafik, jaringan dan bagan.
      3. Menarik kesimpulan/verifikatif adalah suatu kegiatan dalam pembentukan konfigurasi yang utuh dan menyeluruh.
      4. B. Ada tiga hal yang perlu dikuasai dalam pengolahan data kualitatif adalah :
        1. Kemampuan memerinci fokus masalah yang benar untuk menelaah secara mendalam.
        2. Kemampuan melacak, mencatat, dan mengorganisasikan data untuk masing-masing fokus, kategori, atau pokok masalah.
        3. Kemampuan melukiskan dan menuturkan apa yang dipahami dan diketahui tentang masalah yang diteliti ke dalam uraian kalimat yang deskriptif dan interpretatif.
  1. E. PENGOLAHAN DATA KUANTITATIF

Proses pengolahan data kuantitatif melawati tiga tahap awal, yaitu :

  1. Editing, yaitu proses memeriksa data yang sudah terkumpul meliputi kelengkapan isian, keterbacaan tulisan, kejelasan jawaban, relevansi jawaban, keseragaman satuan data yang digunakan dan lain-lain.
  2. Coding, yaitu kegiatan memberikan kode pada setiap data yang terkumpul di setiap instrumen penelitian.
  3. Tabulating, yaitu memasukkan data-data yang sudah dikelompokkan ke dalam tabel-tabel yang mudah dipahami.

Pengolahan data secara kuantitatif melalui dua teknik yaitu :

1)      Distribusi Frekuensi/Sebarang Frekuensi

Data hasil penelitian disusun dan dihitung jumlahnya agar dapat dilukiskan dalam tabel frekuensi. Apabila data yang diperoleh dalam jumlah yang banyak maka data-data tersebut perlu dikelompokkan ke dalam beberapa interval kelas.

2)      Ukuran Memusat/Tendensi Sentral

Ukuran memusat/tendensi sentral adalah bilangan yang mewakili keseluruhan data. Pengukutan yang sering digunakan adalah mean, modus dan median.

a) Mean

Adalah bilangan yang berasal dari jumlah keseluruhan skor dibagi dengan banyak subjek.

Mean =

Untuk data kelompok. Frekuensi interval (fx) diperoleh dari hasil pengalian antara titik tengah dan frekuensi. Titik tengah dihasilkan dari penambahan antara interval kelas atas dengan interval kelas bawah dibagi menjadi dua.

b) Modus

Adalah nilai yang mempunyai frekuensi tertinggi dalam suatu kelompok atau skor paling banyak yang diperoleh subjek.

 

Rumus 1 :

Mo = L +  x i

Batas bawah nyata interval kelas yang mengandung modus (L) didapat dari nilai bawah kelas yang mengandung modus dikurangi 0,5.

Rumus 2 :

Mo = U –  x i

Batas atas nyata interval kelas yang mengandung modus (U) didapat dari nilai atas kelas yang mengandung modus ditambah 0,5

c) Median

Adalah titik tengah yang membagi seluruh bilangan (data) menjadi dua bagian sama besar.

Data Tunggal :

Median =

k =

Data Kelompok :

Jika dilihat dari atas :

Md = Lmd +  x  i

Jika dilihat dari bawah :

Md = Umd –   x  i

  1. F. FUNGSI LAPORAN PENELITIAN
    1. A. Pengertian Laporan Penelitian

Laporan penelitian adalah uraian tentang hal-hal yang berkaitan dengan proses kegiatan penelitian. Laporan dapat berupa makalah, skripsi, tesis, disertasi, jurnal, dan lain-lain.

  1. B. Manfaat Laporan Penelitian

Manfaat laporan penelitian dapat dirasakan oleh semua pihak, seperti :

  1. Bagi Peneliti, laporan penelitian merupakan bukti bahwa peneliti telah menemukan sesuatu, sebagai sarana untuk menunjukkan hak temuannya agar dikenal oleh banyak pihak, dan membuat hasil temuan menjadi lebih bermakna.
  2. Bagi Ilmuwan, laporan penelitian sebagai sarana untuk menambah khazanah ilmu pengetahuan.
  3. Bagi Pemerintah, birokrat, dan pengambil keputusan, laporan penelitian bermanfaat untuk penentuan kebijaksanaan sehingga daya dukung kebijaksanaan tersebut kuat.
  4. Bagi masyarakat luas, laporan penelitian menjadikan kehidupan manusia menjadi lebih sempurna dan semakin mudah.
  5. C. Isi Laporan Penelitian

Garis besar isi laporan dapat digambarkan sebagai berikut :

  1. Bagian Pembukaan

a)      Judul penelitian

b)      Kata Pengantar

c)      Daftar isi

d)      Daftar Tabel

e)      Daftar gambar/ilustrasi/diagram

  1. Bagian Isi

a)      Bab I                      Pendahuluan

b)      Bab II                     Tinjauan Pustaka

c)      Bab III                    Metodologi penelitian

d)      Bab IV                    Hasil penelitian

e)      Bab V                    Pembahasan hasil penelitian

f)        BAB VI                   Kesimpulan dan saran

  1. Bagian Penutup

a)      Daftar penutup

b)      Lampiran-lampiran

c)      Indeks

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan laporan penelitian adalah :

1)      Harus mengetahui kepada siapa laporan tersebut ditujukan.

2)      Harus menyadari bahwa pembaca laporan tidak mengikuti proses penelitian.

3)  Harus menyadari bahwa tingkat pengetahuan pembaca tidaklah sama

A. Pilihlah jawaban yang paling tepat!

  1. Judul penelitian: “Pengaruh Narkoba terhadap Tingkat Perkembangan Prestasi Belajar”. Variabel penelitiannya adalah .
  1. narkoba dan tingkat perkembangan jiwa anak
  2. pengaruh narkoba dan perkembangan prestasi belajar
  3. prestasi belajar dan narkoba
  4. penyimpangan dan hasilnya
  5. kriminalitas dan sanksinya
  1. Judul penelitian harus memiliki persyaratan bahasa, yaitu .
  1. jelas, singkat, dan tepat
  2. jelas, luas, dan dalam
  3. menarik, dimengerti, dan indah
  4. gamblang, uas, dan cermat
  5. sederhana, padat, dan dalam
  1. Perhatikan hubungan variabel berikut!

“Meningkatnya kriminalitas disebabkan oleh peningkatan pengangguran”. Hubungan antarvariabel

penelitiannya adalah .

  1. negatif
  2. timbal balik
  3. positif
  4. internal
  5. eksternal
  1. Teknik pengambilan sampel yang cocok untuk sejumlah populasi yang memiliki ciri-ciri tertentu seperti golongan pedagang, nelayan, PNS, buruh adalah sampel
  2. Berikut ini yang termasuk sampel acak (random) adalah.
  1. random
  2. strata
  3. area
  4. purposive
  5. cluster
  1. populasi memiliki kesempatan yang sama sebagai sampling
  2. sampling diambil berdasarkan kriteria yang sudah ditentukan
  3. anggota populasi dibagi menjadi beberapa bagian yang penting
  4. setiap sampel mewakili kelompok yang memiliki ciri tertentu
  5. diambil dan seluruh jumlah populasi
  1. Perbedaan sampel bertujuan dengan sampel imbangan tenletak pada.
  1. sifat praktisnya
  2. waktu yang dipergunakan
  3. biaya operasional
  4. jumlah subyeknya
  5. faktor kegunaannya
  1. Apabila seorang peneliti mencari data langsung dan sumbernya, data itu termasuk data
  1. sekunder
  2. primer
  3. formal
  4. informal
  5. kualitatif
  1. Perhatikan pernyataan berikut!
  1. Sebagian besar penduduk mendukung lurah yang baru.
  2. Hampir 100% pekerja pabrik menuntut kenaikan gaji.
  3. Rata-rata nilai sosiologi munid kelas XII IPS adalah 6,83.
  4. Penghasilan Pak Amir bulan Juli tahun 2000 sebesar Rp 600.000,00.

Dan Pernyataan di atas yang termasuk data kuantitatif adalah nomor. . . .

  1. 1 dan 2
  2. 1 dan 3
  3. 1 dan 4
  4. 2 dan 3
  5. 3 dan 4
  1. Salah satu fungsi data bagi peneliti adalah untuk mengambil suatu keputusan. Hal ini karena data berkaitan dengan
  1. gambaran suatu keadaan yang dapat dijadikan dasar suatu tindakan
  2. asumsi seseorang yang dipakai sebagai pijakan menyatakan suatu pendapat
  3. pendapat umum yang berkembang di masyarakat luas
  4. konsensus berbagai kalangan yang didukung oleh penguasa
  5. unsur pembangunan yang paling vital dan sangat berharga

10.  Apabila sumber data sulit dijangkau karena berbagai faktor penghambat, terpaksa peneliti mengambil data dan perpustakaan. Data tersebut termasuk data . . . .

  1. primer
  2. sekunder
  3. internal
  4. eksternal
  5. tunggal

11.  Perbedaan angket terbuka dan angket tertutup terletak pada . . . .

  1. kebebasan menjawab pertanyaan
  2. jawaban sudah disediakan
  3. panjang pendeknya jawaban
  4. jumlah respondennya
  5. waktu menjawabnya

12.  Alasan peneliti menggunakan teknik wawancara terhadap responden adalah . . . .

  1. biaya yang lebih murah daripada menggunakan teknik lainnya
  2. pewawancara dapat langsung berkomunikasi dengan responden
  3. responden mudah tertarik pada sikap pewawancara
  4. wawancara membutuhkan kesabaran si pewawancara
  5. tidak memakan waktu yang terlalu lama untuk mencari data

13.  Contoh pengambilan data dengan cara observasi partisipasi adalah . . . .

  1. Jono menanvakan langsung suatu peristiwa kebakaran pada polisi
  2. Dani melakukan pengamatan dan jarak jauh mengenai tawuran antarwarga
  3. Ibu guru SD melakukan pendekatan psikologis pada orang tua siswanya
  4. Riandi terjerumus menjadi seorang penjudi akibat pergaulan bebas
  5. anggota reserse menyamar sebagai pengguna narkoba untuk menangkap pengedarnya

14.  Perhatikan kriteria berikut!

  1. Tidak berkomentar terhadap jawaban responden (netral).
  2. Mampu mengarahkan responden untuk dapat menjawab setiap pertanyaan.
  3. Menampilkan wajah serius sepanjang kegiatan wawancara.
  4. Membantu segala keperluan responden demi lancarnya penelitian.

Yang termasuk sikap yang harus dimiliki pewawancara adalah nomor . . . .

  1. 1 dan2
  2. 1 dan 3
  3. 1 dan 4
  4. 2 dan3
  5. 2 dan 4

15.  Kelemahan teknik wawancara yang berkaitan dengan salah satu syarat interaksi adalah . . . .

  1. perbedaan kepribadian
  2. prasangka buruk responden
  3. perbedaan bahasa
  4. jumlah responden yang besar
  5. birokrasi yang berbelit-belit

16.  Perhatikan pernyataan berikut!

  1. Dapat mencatat hal-hal tentang penilaku dan pertumbuhan yang berlangsung di lapangan.
  2. Dapat dilakukan secara singkat dan cepat tentang suatu kejadian.
  3. Dapat memperoleh data langsung dan subjek baik melalui komunikasi maupun tidak.
  4. Memerlukan biaya yang sangat murah karena tidak memerlukan instrumen.

Yang termasuk kelebihan teknik observasi adalah nomor

  1. 1 dan2
  2. 1 dan 3
  3. 1 dan 4
  4. 2 dan 3
  5. 2 dan 4

17.  Langkah-langkah pengolahan data daam suatu penelitian adalah .

  1. tabuasi, pengecekan, coding, dan analisis data
  2. persiapan, tabulasi, pengorganisasian data, dan analisis data
  3. analisis data, pengorganisasian, kesimpulan, dan saran
  4. variabel, tabulasi, analisis data, dan kesimpulan
  5. analisis data, tabulasi, pembuatan laporan, dan diskusi

18.  Apabila peneliti mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan data yang diperlukan dan para pakar di bidang ilmu yang bersangkutan, maka kegiatan tersebut sebaiknva dilakukan dengan .

  1. studi kepustakaan
  2. melakukan observasi primer
  3. penelitian lanjutan
  4. persiapan dan perencanaan
  5. studi lapangan

19.  Peneliti melakukan penelitian terhadap siswa kelas X, XI, XII sebuah SMA/MA yang jumlah siswanya berbeda. Teknik sampel yang dipergunakan agar terjadi keseimbangan adalah .

  1. proporsi
  2. random
  3. kuota
  4. cluster
  5. purposive

20.  Perhatikan tabel berikut!

No

Jenis Pekerjaan

F

%

1

Petani

50

50

2

Pedagang

25

25

3

Karyawan

10

10

4

Guru

15

15

  Jumlah

100

100

Tabel tersebut termasuk tahap pengorganisasian data dalam bentuk.

  1. tabel silang
  2. tabel tunggal
  3. tabel sederhana
  4. tabel frekuensi
  5. populasi sampel

21.  Apabila peneliti ingin melakukan analisis data secara kualitatif, maka peneliti tidak perlu menggunakan.

  1. wawancara
  2. statistik
  3. observasi
  4. kuesioner
  5. angket

22.  Perhatikan tabel berikut!

Cara lulusan SMA/MA mendapatkan pekerjaan di suatu departemen.

No

Cara

F

%

1

Seleksi

43

43,88

2

Koneksi

20

20,41

3

Menyogok

35

35,71

  Jumlah

100

100

Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa cara rekruitmen pegawai masih belum dilakukan secara .

  1. legal
  2. demokrasi
  3. terbuka
  4. transparan
  5. profesional

23.  Hubungan antar data disebut simetris karena. . . .

  1. kedua variabel yang berhubungan merupakan akibat dan faktor yang sama
  2. variabel yang berhubungan saling mempengaruhi
  3. variabel yang satu dengan yang lain memiliki corak yang sepadan
  4. terjadinya hubungan timbal balik antara dua vaniabel atau lebih
  5. variabel pertama menentukan vaniabel kedua

24.  Alasan pentingnya penulisan laporan sebuah penelitian karena . . . .

  1. hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan kepada sponsor dan masyarakat
  2. hasil penelitian harus dapat digunakan secara maksimal oleh masyarakat
  3. hasil penelitian harus dapat dinilai secara objektif oleh para pakar
  4. peneliti membutuhkan popularitas untuk kepentingan promosi jabatan
  5. semua karya ilmiah memerlukan dana dan sponsor penelitian

25.  Hal yang penting dalam penulisan laporan penelitian agar orang dapat memahaminya adalah . . . .

  1. harus memuat elemen yang penting tentang iptek
  2. dibuat secara sistematis, teoritis, dan terarah
  3. penulisan disesuaikan dengan kemampuan peneliti
  4. menggunakan bahasa yang komunikatif, baik, dan benar
  5. sesuai dengan keinginan masyarakat luas

26.  Perhatikan pernyataan berikut!

  1. Berisi topik/judul penelitian yang akan dilaporkan penehiti.
  2. Tercantum nama pembimbing penelitian dan ditempatkan setelah halaman judul.
  3. Disahkan oleh dewan penguji sebagai persyaratan yang bersift mutlak.
  4. Alasan dan tujuan penulisan laporan penelitian diuraikan dengan singkat.

Pernyataan tersebut yang termasuk halaman persetujuan dan halaman kata pengantar adalah nomor.

  1. 1 dan 2
  2. 1 dan 3
  3. 1 dan
  4. 2 dan 3
  5. 2 dan 4

27.  Kesimpulan dan penulisan laporan penelitian yang baik hams memiliki ciri-ciri

  1. jelas dan tidak memasukkan hal-hal yang baru
  2. gamblang dan penuh inovasi
  3. menawarkan jalan keluar yang rasional
  4. pembahasannya luas dan dalam
  5. kreatif dan komunikatif

28.  Manfaat diadakannya diskusi kelas dalam penyajian laporan penehitian yang berkaitan dengan sikap demoknatis adalah . . .

  1. agar siswa berani mengeluarkan pendapat dengan bebas tanpa tekanan
  2. melatih siswa mempraktikkan pengetahuan yang didapat di sekolah
  3. siswa dapat berpikir secara kritis dan inovatif
  4. guru dapat memberikan arahan yang positif kepada siswa
  5. melatih siswa mampu menjadi pemimpin yang disegani anak buahnya

29.  Bagian akhir dan laporan penelitian berisi . .

  1. hasil penelitian
  2. daftar pustaka
  3. kesimpulan
  4. glosarium
  5. indeks

30.  Daftar bacaan, contoh format foto, atau dokumen diletakkan pada.

  1. bagian isi
  2. pengantar
  3. gambaran penelitian
  4. lampiran
  5. pendahuluan

31.  Kegunaan mean dalam penelitian adalah.

  1. agar mudah dihitung
  2. mencari hubungan antara dua variabel
  3. menghitung jumlah responden
  4. reliabel untuk menskor data
  5. membantu pengumpulan data di lapangan

32.  Data yang diperoleh dalam penelitian kuantitatif berupa .

  1. fakta-fakta yang harus diolah
  2. kalimat pernyataan
  3. simbol-simbol perasaan
  4. lambang angka-angka
  5. pernyataan

33.  Salah satu sikap yang harus dimiliki oleh seorang peneliti adalah kritis. Artinya

  1. mendasarkan pemikiran pada unsur logika
  2. jujur dan terbuka untuk umum
  3. selalu menanyakan prosedur penelitian
  4. selalu menganalisis setiap persoalan
  5. memberikan suatu kesimpulan pada laporan

34.  Sampel yang diambil menurut jenjang-jenjang tertentu dan suatu kelompok masyarakat dinamakan.

  1. sampel acak
  2. sampel kelompok
  3. sampel wilayah
  4. sampel kuota
  5. sampel strata

35.  Data yang langsung didapat dan lapangan disebut .

  1. eksternal
  2. kualitatif
  3. kuantitatif
  4. primer
  5. sekunder

36.  Angket, tes, dan wawancara termasuk dalam .

  1. sumber data
  2. instrumen
  3. objek penelitian
  4. prasarana penelitian
  5. dokumen penelitian

37.  Petugas sensus mendatangi setiap rumah untuk menanyakan tentang jumlah kepala keluarga, mata pencaharian, agama, pendidikan, dan lain-lain. Dilihat dan cara memperolehnya, data tersebut adalah data .

  1. kualitatif
  2. kuantitatif
  3. eksternal
  4. sekunder
  5. primer

38.  Langkah utama dalam pengolahan data antara lain adalah setting data. Maknanya adalah . …

  1. data diberi kode tertentu
  2. data dihimpun dan dikelompokkan
  3. data dipisahkan dan dokumen awal
  4. data ditabulasi dengan persentase
  5. data disimpan sebagai arsip

39.  Saran-saran yang dibuat dalam basil penelitian, biasanva diletakkan pada bagian.

  1. kata pengantar
  2. lampiran laporan
  3. isi laporan
  4. landasan teori
  5. penutup laporan

40.  Pada landasan teori, seorang peneliti harus mampu mencari teori-teori yang dapat mendasari

  1. perumusan masalah
  2. hasil penelitian
  3. metode penelitian
  4. deskripsi data
  5. perumusan hipotesa

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar!

  1. Apakah yang dimaksud dengan penelitian?
  2. Apakah perbedaan antara penelitian ilmu sosial dan penelitian ilmu alam?
  3. Apakab yang Anda ketahui tentang metode penelitian?
  4. Apakah perbedaan antara teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi dan teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara?
  5. Apakah yang dimaksud dengan sampel?
  6. Mengapa seorang peneliti memerlukan sampel?
  7. Apakah syarat atau kriteria seorang pewawancara?
  8. Apakah yang Anda ketahui tentang hipotesa?
  9. Mengapa sebuah penelitian harus dibuat laporannya?

10.  Mengapa sebuah penelitian harus didiskusikan?

11.  Apakah yang dimaksud dengan mean dan modus?

12.  Apakah syarat sebuah masalah dapat dijadikan bahan penelitian?

13.  Bagaimanakah garis besar atau sistematika sebuah laporan penelitian?

14.  Apakah yang dimaksud dengan kuesioner?

15.  Apakah yang Anda ketahui tentang data sebuah penelitian? .

16.  Bagaimanakah tahap-tahap dalam pengolahan data penelitian?

17.  Apakah yang dimaksud dengan latar belakang penelitian?

18.  Apakah yang dimaksud dengan definisi konsep dan definisi operasional?

19.  Apakah yang Anda ketahui tentang penelitian eksplorasi?

20. Sebutkan ciri-ciri kuesioner yang baik!